Pemkab Pacitan pastikan masyarakat Belanja di Pasar Minulyo Aman

Pemkab Pacitan pastikan masyarakat Belanja di Pasar Minulyo Aman

Bupati Pacitan, Indartato mengunjungi Pasar Minulyo sambil menyerahkan Vitamin dan Masker serta memantau pelaksanaan Protokol Kesehatan dan memastikan bahwa pasar tersebut aman dikunjungi untuk melakukan kegiatan ekonomi.

Pacitan –www.suarajatim.net

Pemerintah Kabupaten Pacitan memastikan kepada seluruh warga masyarakat bahwa berbelanja di Pasar Minulyo benar-benar aman.

Hal itu dilakukan Pemkab Pacitan untuk menjawab atas kritik maupun saran yang bersifat membangun, dengan mengunjungi secara langsung ke Pasar Minulyo Pacitan yang akhir-akhir ini sepi pengunjung, lantaran langkah 3T (Tracing, Testing, Treatment) yang dilakukan oleh pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan.

3 T tersebut dilakukan setelah ditemukannya kasus Covid-19, baik dari pedagang maupun keluarga pedagang. Meski akhirnya kabar tersebut dibumbui, sampai-sampai beredar kabar hoax penutupan Pasar Minulyo.

Bupati Pacitan Indartato yang berkunjung pagi ini (28/01) bersama Sekretaris Daerah Heru Wiwoho dan jajaran terkait menyapa warga dan para pedagang dan pembeli, dengan protokol kesehatan ketat rombongan kecil tersebut lalu berbagi masker, vitamin dan sembako untuk mereka yang menjalani karantina.

“Hari ini saya lihat pasar Minulyo semakin menggeliat dibanding hari-hari kemarin, ini sesuai laporan ketua paguyuban, kami pastikan bahwa Pasar Minulyo tetap aman terhadap virus corona, karena sebagian besar pedagang maupun pembeli tertib protokol terhadap kesehatan,” Ujar Pak In, sapaan Bupati Pacitan Indartato.

Lebih lanjut Indartato menyampaikan bahwa Pemkab bersama Satuan Tugas Percepatan Covid-19 (STPC) Kabupaten Pacitan selanjutnya tetap memprioritaskan kesehatan masyarakat. “Kesehatan adalah yang paling utama, namun kita tetap berusaha agar perekonomian tetap berjalan baik dengan penerapan protokol kesehatan bagi seluruh pihak,” Lanjutnya.

Untuk itu, Indartato meminta semua pihak untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dimananpun dan kapanpun. “Pemkab Pacitan akan terus memantau pelaksanaan Protokol Kesehatan agar wabah ini segera berhenti dan ekonomi tetap berjalan.”Pungkas Indartato. (Yah/Is)

Ini Cara Bupati Arifin Menjaga Bangunan Pasar yang sudah selesai di bangun

Ini Cara Bupati Arifin Menjaga Bangunan Pasar yang sudah selesai di bangun


Trenggalek - Suara Jatim

Menjaga fasilitas umum agar bisa terawat dengan baik merupakan tanggungjawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Namun Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin punya cara tersendiri untuk bisa menjaga  bangunan pasar yang sudah dibangun cukup representatif agar bisa tetap terjaga dan tentunnya tetap harus ada dukungan dan kesadaran dari masyarakat.

Demi menjaga fasilitas umum (pasar) ini, bupati muda tersebut akan membentuk Tim Pengelola Pasar yang terdiri dari lintas OPD. "Sesuai saran dari kementrian juga, nanti kita akan  bentuk tim pengelola pasar yang terdiri dari lintas OPD," ujarnya.

Seperti bangunan Pasar Pon, imbuh pria yang akrab disapa Gus Ipin itu, "jadi untuk spesifikasi bangunan yang rumit seperti ini, perawatan bisa dilakukan oleh Dinas PUPR, kemudian pengelolaan pasar, air dan yang lainnya bisa Dinas PKPLH," imbuhnya.

"Selanjutnya untuk pengelolaan pasarnya, para pedagang dan sistemnya bisa Dinas Perdagangan," lanjut suami Novita Hardini ini saat mendampingi kunjungan Direktur Prasarana Strategis Dirjen Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Iwan Suprijanto, ke Trenggalek, Selasa (19/1/2020).

Sekarang kita sedang menyiapkan peraturan bupati tentang bagaimana mekanisme pengelolaan pasar dan SK tim untuk penanggungjawab pasar. Dengan begitu ada pembagian tugas yang jelas dan sesuai tupoksi masing-masing, jelasnya.

Dalam kesempatan ini Direktur Prasarana Strategis Dirjen Cipta Karya Kementrian PUPR, Iwan Suprijanto, berkunjung ke Trenggalek guna melihat bangunan pasar yang diamanat oleh Presiden kepada Kementriannya yang telah selesai pembangunannya pada Bulan Desember 2020 kemarin.

Dalam kesempatan tinjauannya salah satu pejabat Kementrian PU ini, Bupati Arifin berharap, bangunan Pasar Pon bisa segera diserahkan kepada pemerintah daerah. Dengan begitu para pedagang bisa segera menempati bangunan pasar ini. 

Hal ini juga menjadi harapn para pedagang dan tentu alasan lainnya pemulihan ekonomi dimas Pandemi Covid 19. (is)

 Bupati Trenggalek berharap Kementrian PUPR segera serahterimakan Pasar Pon

Bupati Trenggalek berharap Kementrian PUPR segera serahterimakan Pasar Pon

Bupati Trenggalek bersama  Direktur Prasarana Strategis Dirjen Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Iwan Suprijanto

Mendapatkan kunjungan Direktur Prasarana Strategis Dirjen Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Iwan Suprijanto saat meninjau bangunan Pasar Pon, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin berharap pasar kebanggaan masyarakat Trenggalek ini bisa segera diserah terimakan.

Alasannya tidak lain adalah upaya pemulihan ekonomi masyarakat yang kian terpuruk saat Pandemi Covid 19. Selesai dibangun akhir tahun 2020, pasar yang sempat ludes hangus terbakar pada tahun 2018 lalu itu diharapkan bisa segera diserahkelolakan kepada Pemkab Trenggalek, dan selanjutnya bisa diterimakan kepada para pedagang.

Diharapkan segera, karena sudah cukup lama penantian dari para pedagang eks Pasar Pon ini untuk bisa berdagang lagi di bangunan baru tersebut. Sementara para pedagang korban kebakaran menempati tempat relokasi di bekas terminal MPU, yang mungkin dianggap masih kurang representatif. 

Bupati Arifin, saat mendampingi kunjungan Direktur Prasarana Strategis Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR, Selasa (19/1/2021) menegaskan, "jadi memang secara bangunan fisik, Desember kemarin sebenarnya memang sudah selesai dan kontraktor sudah menyerah terimakan kepada Kementrian PU. Hari ini dari Kementrian PU malakukan peninjauan lagi. Mungkin ada yang sedikit kurang atau bagaimana sehingga Pak Direktur meninjau ulang," terangnya.

Harapannya, lanjut pria yang akrab disapa Gus Ipin tersebut, "semoga dokumen-dokumen administrasi bisa terselesaikan dan Kementrian PU segera bisa menyerah terimakan barang milik negara untuk dikelola oleh Pemerintah Kabupaten," imbuhnya.

Ini yang diharapkan oleh pedagang, setidak-tidaknya atau selambat-lambatnya Februari bisa ditempati, tandasnya.

Sedangkan Direktur Prasarana Strategis Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR, Iwan Suprijanto dalam kesempatan itu menjelaskan, patut disukuri hari ini saya bisa berkesempatan melihat langsung, selesainya pembangunan salah satu pasar yang diamanatkan kepada Kementrian PUPR.

Pak Presiden dalam Peraturan Presiden nomor 43 tahun 2019 mengamanatkan kepada Kementrian PU untuk membangun beberapa pasar di tanah air dan salah satunya Pasar Pon ini.

Hari ini saya ingin cek langsung dan besar harapan saya setelah bertemu dengan pak bupati untuk bisa melakukan percepatan serah terima dan pemanfaatan dari pasar ini. Semata-mata hal tersebut untuk pemulihan ekonomi nasional dimasa Pandemi Covid 19.

Ekonomi Indonesia yang saat ini mungkin terpuruk kita harapkan bisa segera bangkit dan serah terima akan kita upayakan secepatnya. Semoga bisa dalam satu minggu karena ini hanya karena persoalan administrasi saja, ujarnya.

Meskipun ini masih dalam masa Pemeliharaan Kementrian PUPR melalui kontraktor yang berkontrak dengan kami, guna percepatan dengan perjanjian kerjasama bisa kita serah kelolakan kepada Pemerintah Daerah, tutupnya. (is)

Trenggalek Zona Merah Covid 19, Pemkab Trenggalek Segera Lakukan Beberapa Langkah

Trenggalek Zona Merah Covid 19, Pemkab Trenggalek Segera Lakukan Beberapa Langkah

Bupati Trenggalek melakukan beberapa langkah setelah kabupaten yang dipimpinnya itu masuk Zona Merah Covid 19.

Trenggalek - Suara Jatim

Dampak dari meningkatnya kasus positif Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir di bulan Januari, kini Trenggalek menjadi daerah dengan kategori resiko tinggi atau zona merah. Bahkan, penambahan kasus positif dalam dua minggu terakhir di bulan Januari 2021 lebih banyak dibandingkan pada bulan November 2020 lalu.

“Peningkatan kasus kalau lebih dari 50 persen itu otomatis masuk kategori zona merah, jadi sudah ada rumusan epidemologinya dari Kementerian Kesehatan dan juga BNPB,” ungkap Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat dikonfirmasi awak media, Senin (18/1/2021).

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Trenggalek segera menyiapkan beberapa langkah. Diantaranya mempercepat pengoperasian rumah sakit darurat Covid-19. Selain itu dalam penanganan pasien Covid-19 akan dipilah tidak hanya berbasis resiko tetapi juga sesuai dengan angka cycle threshold (CT).

Bupati Nur Arifin juga memerintahkan tim tracing untuk menggencarkan tes PCR maupun rapid antigen. Selain itu Pemkab Trenggalek juga akan merevisi kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Mungkin tempat wisata akan kita tutup sampai tanggal 25 Januari, terus kemudian sebelumnya rumah makan hanya boleh 25 persen pengunjung dan jam operasional tetap sedangkan pusat perbelanjaan harus tutup jam 7, sekarang semuanya tidak boleh ada aktivitas berkumpulnya massa, jam malam berlaku mulai pukul 7 malam,” jelasnya.

“Jadi rumah makan sebelum jam 7 malam kapasitas 25 persen, setelah jam 7 malam boleh buka hanya melayani delivery order, jadi tetap beroperasi, ekonomi tidak kita shutdown, yang kita tidak boleh adalah berkumpulnya atau berkerumunnya,” imbuh Bupati Nur Arifin.

Menurut Bupati Nur Arifin, puncak penambahan kasus positif tertinggi ada di minggu kedua bulan Januari 2021. Untuk itu di sisa masa pemberlakuan PPKM, Bupati berharap dukungan segenap masyarakat untuk disiplin.

Bupati Nur Arifin juga kembali menegaskan untuk tidak menganggap remeh Covid-19. Hal itu dikarenakan fatality rate di Kabupaten Trenggalek sudah dua kali dari rata-rata nasional. Untuk itu perlu kewaspadaan semua pihak untuk bisa saling menjaga dan mematuhi protokol kesehatan. (is)

Berikan Arahan, Bupati Arifin minta OPD terapkan Protokol Kesehatan dalam Pelaksanaan Kegiatan

Berikan Arahan, Bupati Arifin minta OPD terapkan Protokol Kesehatan dalam Pelaksanaan Kegiatan

Bupati Trenggalek meminta OPD dalam melakukan kegiatan melaksanakan Protokol Kesehatan

Trenggalek - Suara Jatim

Dalam Rapat Staff secara virtual yang diadakan pada Senin (18/1) mulai pukul 08.00, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin banyak memberikan arahan terhadap OPD dalam melaksanakan kegiatannya di tahun ini.

Seperti diketahui bersama bahwa pandemi Covid-19 di Trenggalek sendiri yang semakin hari semakin mengkhawatirkan, Mochamad Nur Arifin menghimbau untuk setiap OPD melaksanakan penegakan protokol kesehatan di lingkungan kantor dan stakeholder OPD masing-masing. 

Bupati muda tersebut juga berharap setiap OPD semakin responsif dalam banyak hal. Diantaranya adalah kantor-kantor OPD memastikan responsif gender, parkir difabel, perempuan, bidang miring, ruang laktasi, dan jalur fast-track. Selain itu, makin responsif juga terhadap pengaduan masyarakat dengan cara tidak boleh lengahnya tim tindak lanjut pengaduan disetiap OPD. "Terutama dari media sosial yang bisa aktif melaporkan pekerjaan setiap hari untuk transparansi terhadap masyarakat juga. Untuk Kominfo juga diperkuat sistemnya dan progress tindak lanjutnya", ungkap Bupati Arifin dalam arahannya.

Arahan selanjutnya, untuk eksekusi setiap program selalu dilakukan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. "Hal ini dapat dicapai dengan memahami 17 goals SDGs (Sustainable Development Goals) dan disesuaikan dengan indikator sasaran OPD untuk menyokong IKU Kabupaten. SAKIP harus A", tambahnya.

Tak luput juga Bupati Arifin mengingatkan setiap OPD untuk disiplin terhadap pemanfaatan ruang dan pemeliharaan aset publik. Salah satu contohnya di sektor tambang. OPD terkait diminta mewajiban setiap kendaraan berat untuk mematuhi aturan tonase yang berlaku dan membuat jalur sendiri. Diterapkan juga reklamasi/penanaman kembali serta perbaikan jalan untuk maintenance aar sektor ini bisa berjalan dengan baik.

"Jangan hamburkan uang, kreatif mengelola sumber PAD, dan harus aktif mengakses pembiayaan alternatif. Fokus kepada Program Prioritas, bantuan produktif dan sosial ke masyarakat, juga remunerasi berbasis kepuasan masyarakat", tegas Bupati yang akrab disapa Gus Ipin ini.

Untuk hal-hal yang belum sempat dibahas dan juga beberapa program prioritas lainnya rencananya akan dibahas dalam rapat selanjutnya. (is)

 Lantik Dewas dan Dirut PDAM, Ini Target Yang Diberikan Bupati Trenggalek Kepada Direktur PDAM Baru

Lantik Dewas dan Dirut PDAM, Ini Target Yang Diberikan Bupati Trenggalek Kepada Direktur PDAM Baru

Bupati Trenggalek saat melantik Dewan Pengawas dan Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Wening

Trenggalek - Suara Jatim

Melantik Dewan Pengawas dan Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Wening, Bupati Trenggalek  Mochamad Nur Arifin berikan banyak target kepada Direktur PDAM yang baru. Target-target ini diberikan dengan harapan perusahaan milik Pemkab Trenggalek ini bisa terus membaik kedepannya dan pelayanan kepada masyarakat semakin prima.

Beberapa target penting diberikan diantaranya,  dimunta ada peta pipa air secara online sehingga maping keberadaan jaringan PDAM dapat dilihat dengan mudah. Sering terjadi saat ada pekerjaan fisik galian tanah ternyata menyentuh pipa PDAM sehingga bovor dam layanan kepada pelanggan terhambat.

Kemudian Water Taging di beberapa ruang terbuka hijau untuk mengurangi sampah plastik. 

"Tadi saya sampaikan kepada pak direktur ucapan terima kasih karena telah bersedia menjadi direktur Tirta Wening. Namun jangan lekas bahagia, harusnya perbanyak istigfar karena kedudukan semakin tinggi, ujiannya juga semakin berat," ujarnya saat melantik Direktur dan Dewas Perumda Tirta Wening, Jum'at (15/1).

Saya ingatkan lanjut pria yang akrab disapa Gus Ipin tersebut, "kontrak kerja yang ditandatangani diantaranya harus berintegritas dalam bekerjapun harus berbasis kepuasan masyarakat," imbuhnya.

PDAM saya harapkan bisa membuat peta jaringan aset yang ada di PDAM secara online, berbasi Geotaging.

Saya ingin nanti punya peta aset, dimana letak pompa air, dimana jaringan pipanya sehingga nanti bisa disinergikan dengan kedinasan yang lain.

Jangan sampai PU melebarkan jalan, terus pelaksana tidak tahu pipa PDAM dimana akhirnya pipa bocor dan akhirnya pelayanan masyarakat terhambat.

Sesuai yang kita bicarakan pada sesi akhir, Pak Direktur punya janji dengan saya untuk meningkatkan pelayanan melalui penataan jaringan perpipaan, termasuk perluasan jaringan, lanjutnya.

Terus akam melakukan perawatan pada transmisi dan pompa. Kemudian pengelolaan air hingga penanganan aduan yang berbasis Call Center yang aktif 24 jam.

Meningkatkan pelayanan, performa keuangan dan diikuti kesejahteraan karyawan. Bupati Arifin berpesan, "Tolong remonerasi benar benar berbasis kinerja dan berbasis kepuasan masyarakat," ujarnya.

Harus ada assesment survey dan masyarakat diberi kesempatan untuk menilai. Kalau kepuasannya baik ya terimakan penuh  namun bila tidak baik, sesuaikan dengan kepuasan masyarakat. Sehingga nanti tidak ada kinerja yang tidak mengacu pada kepuasan masyarakat.

PDAM juga harus ikut menyukseskan tujuan pembangunan berkelanjutan, yaitu menyediakan air bersih dan sanitasi bagi warga Trenggalek. Karena perusahaan daerah air minum saya minta ada pemasangan water tapping diseluruh RTH. Hal ini bisa dikomunikasikan dengan Dinas PKPLH, dimana lokasi-lokasinya, sehingga dapat mengurangi sampah plastik.

Termasuk menyukseskan anak perusahaan yang bergerak dibidang AMDK. Kalau PDAM ada unsur pelayanannya, namun AMDK murni bisnis, sehingga harus mampu memperoleh profit yang tinggi, namun dilain sisi juga harus beradaptasi dengan lingkungan, mendaur lagi sampah plastik yang diproduksi, tutup pria yang dipercaya memimpin Trenggalek hingga tahun 2024 itu. (is)

 Sekda Trenggalek ajak masyarakat Suskseskan Vaksinasi Covid 19

Sekda Trenggalek ajak masyarakat Suskseskan Vaksinasi Covid 19

Sekda Kabupaten Trenggalek saat meresmikan Kampung Tangguh Semeru di Desa Sambirejo

Trenggalek - Suara Jatim

Sekda Trenggalek, Ir. Joko Irianto, M.Si.,  ajak warga masyarakat ikut sukseskan vaksinasi Covid 19. Hal ini disampaikan oleh putra mantan Bupati Trenggalek, Brigjend Soetran saat ikut meresmikan Kampung Tangguh Semeru Desa Sambirejo, Kecamatan/ Kabupaten Trenggalek, bersama Kapolres Trenggalek AKBP Dony Satria Sembiring dan Kasdim 0806 Trenggalek, Mayor Inf. Sapto Triarso, Rabu (13/1).

Menurutnya, "kapan wabah ini akan berakhir bila masyarakat tidak mau divaksin. Tujuan pemerintah memberikan vaksin Covid agar warga masyarakat terlindungi dari wabah Covid 19," pesannya.

Vaksin adalah virus yang sudah dilemahkan. Bila divaksinkan, harapannya tubuh dapat membentuk antibodi dengan cepat guna melawan virus saat akan menyerang.

Dengan begitu, harapannya masyarakat bisa terlindungi dan aktivitas ekonomi bisa berjalan normal seperti sedia kala. Hampir semua sektor mengeluh aktivitas ekonomi terhambat, makanya sekda Trenggalek ini berharap semua warga Trenggalek bisa ikut menyukseskan program pemerintah tersebut dan kehidupan bisa kembali normal.

"Sebenarnya saya takut disuntik, namun bila harus disuntik vaksin saya akan bersedia. Saya harap beberapa pejabat lain juga bisa menjadi contoh, sehingga masyarakat juga mau ikut menyukseskan program ini. Dengan begitu pandemi bisa segera berakhir," tegasnya.

Joko Irianto juga tidak segan-segan berbagi pengalaman selama dirinya terpapar Covid 19 bersama dengan anggota keluarganya. Gejalanya menurut mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan tersebut, "seperti terkena penyakit Malaria. Nafsu makan hilang, indra perasa lemah dan demam," terangnya.

Untuk melawan penyakit ini ungkap Sekda Trenggalek ini, "terus makan, meskipun tidak berselera, tetap makan makanan yang berkualitas. Kalau tidak nafsu paksa, terus makan suplemen atau vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh," tutupnya.

Hari ini proses vaksinasi Covid 19 di tanah air sudah dimulai. Diawali oleh Presiden Jokowi  untuk pertama kali dan beberapa menteri dan tokoh masyarakat. Rencananya beberapa gubernur dan pejabat provinsi dijadwalkan Kamis besok (14/1) dan Bupati, nakes maupun garda terdepan pelayanan masyarakat, nantinya.

Dilakukan pada Presiden RI dengan harapan dapat memberikan garansi kepada masyarakat bawasannya vaksin Covid  ini aman. (Is)

 Tekan Penyebaran Covid 19, Bupati Trenggalek Lakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Tekan Penyebaran Covid 19, Bupati Trenggalek Lakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Bupati Trenggalek saat memimpin rapat untuk menekan penyebaran Covid 19 dengan melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Trenggalek - Suara Jatim

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin ikut melakukan pembatasan kegiatan masyarakat di derahnya setelah pemerintah pusat memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali.

Kebijakan ini bukannya tidak beralasan, karena  trend kasus positif di kabupaten ini yang juga meningkat tajam. 

Kenapa Trenggalek ikut kebijakan ini, ungkap Bupati Arifin di Gedung Smart Center, Senin (11/1), "karena saat ini trend kasus Covid Nasional meningkat tajam dan kasus di Trenggalek juga meningkat tajam," tuturnya.

"Selain itu fatality rate, kasus kematian di Trenggalek lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang cuma 2,3 %," imbuhnya.

Terus berdasarkan data Dinas Kesehatan usia yang terpapar paling banyak pada usia 21 hingga 45 tahun, artinya ada mobilitas berkegiatan karena usia muda ini bekerja. Dan bisa menularkan kepada mereka yang usia lebih tua.

Perlu diketahui juga yang meninggal karena komorbit hanya 20 sampai 30% saja, artinya yang meninggal karena covid ini cukup tinggi. Dengan begitu maka kita tidak bisa lagi menganggap Trenggalek baik-baik saja.

"Maka itu kita ikut mengambil momentum ikut melakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat dan ikut membantu pusat menekan angka penyebaran Covid," tutup bapak tiga anak ini.

Berikut kegiatan yang dibatasi selama tanggal 11 hingga 25 Januari nanti, "membatasi aktivitas di tempat/ kerja perkantoran dengan menerapkan work from home (WFH) sebesar 50 % (lima puluh lima persen) dan work from office (WFO) sebesar 50 persen (lima puluh persen) dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Kedua, melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring/online.

Ketiga, untuk sektor esensial yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat tetap dapat beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Keempat, melakukan pembatasan dengan ketentuan sebagai berikut :

1. kegiatan restoran (makan/minum di tempat sebesar 25 persen dan untuk layanan makanan melalui pesan-antar/dibawa pulang tetap diizinkan sesuai dengan jam operasional restoran.

2. Jam operasional untuk pusat perbelanjaan/ mall sampai dengan pukul 19.00 Wib.

Kelima, mengizinkan kegiatan konstruksi beroperasi 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Keenam, mengizinkan peribadahan di tempat ibadah dengan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Untuk kegiatan-kegiatan sosial dan budaya dihentikan sementara, sedangkan untuk keguatan yang tidak bisa ditunda seperti hajatan, diperbolehkan untuk dilaksanakan dengan pengaturan jumlah undangan paling banyak 30 (tiga puluh) orang dalam ruangan, tidak  berjabat tangan, disediakan hand sanitizer  dan tidak ada sajian makanan dan minuman (makanan dan minuman di bawa pulang).

Selain Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pemerintah akan meningkatkan kembali disiplin protokol kesehatan (menggunakan masker yang baik dan benar, mencuci tangan menggunakan sabun atau handsanitizer, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan  yang berpotensi menimbulkan penularan.

Memperkuat kemampuan tracking, sistem dan manajemen tracing, perbaikan treatment termasuk meningkatkan fasilitas kesehatan (tempat tidur, ruang Intensive Care Unit (ICU) maupun tempat isolasi/ karantina.

Mengoptimalkan kembali operasional posko satgas Covid 19 tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa/ kelurahan.

Mengaktifkan kembali kampung tangguh di masing-masing wilayah dan meningkatkan pengawasan operasi yustisi dan penegakan hukum lainnya yang dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja, berkoordinasi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia. 

Pemkab Trenggalek dukung penataan Pantai Taman Kili-Kili

Pemkab Trenggalek dukung penataan Pantai Taman Kili-Kili

Sekda Trenggalek saat mengikuti FGD bersama ARuPA untuk menata pengelolaan wisata Pantai Taman Kili-Kili.

Trenggalek - Suara Jatim

Sekda Trenggalek, Ir. Joko Irianto, M.Si., pagi ini (11/1) menghadiri acara FGD yang diinisiasi oleh ARuPA (Aliansi Relawan untuk Penyelamatan Alam) yang bekerjasama dengan USAID dengan tema "Membangun Kelembagaan Pengelolaan KEE Yang Efektif Untuk Mendukung Pelestarian Hayati Melalui Pendekatan Multipihak".

Acara yang digelar di ruang pertemuan Hotel Ja'as Permai ini bertujuan untuk pengumpulan data dan transfer knowledge terkait KEE (Kawasan Ekonomi Eksklusif) di daerah wisata Pantai Taman Kili-Kili.

"Wisata Kili-Kili ini sangat menarik ya, terutama bagi wisatawan yang ingin menyaksikan Konservasi Penyu yang mana tidak dimiliki setiap pantai, jadi kami harapkan dengan adanya kerjasama ini akan bisa menjaga serta mengembangkan sektor pariwisata di sana", ungkap Sekda Trenggalek tersebut.

ARuPA dan USAID berencana akan menyelenggarakan beberapa agenda kedepannya, di antaranya adalah pemetaan areal sekaligus inventarisasi keanekaragaman hayati dan juga mengadakan pelatihan terkait pengelolaan ekowisata.

Untuk mendukung agenda tersebut, pihak Pemkab Trenggalek akan berusaha juga mengedukasi masyarakat untuk selalu menjaga daerah ini agak tidak mengalami kerusakan.

"Nantinya pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan juga membantu sosialisasi ke pengunjung serta para pedagang UMKM di sana agar tidak merusak ekowisata yang akan kita kembangkan ini", tutup Joko Irianto dalam sambutannya. (Is)

Ini Langkah  Bupati Arifin untuk Tingkatkan Produktifitas Pertanian

Ini Langkah Bupati Arifin untuk Tingkatkan Produktifitas Pertanian

Bupati Trenggalek saat memimpin rapat untuk meningkatkan Produktivitas Pertanian

Trenggalek - Suara Jatim

Mendapatkan arahan Presiden Jokowi, dalam Rakornas Pembangunan Pertanian tahun 2021, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin siapkan beberapa langkah kebijakan disektor pertanian.

Banyak hal yang dievaluasi oleh Presiden Jokowi utamanya masih banyaknya import komoditas pertanian, menandakan produktifitas pertanian masih perlu terus ditingkatkan.

Terus subsidi pupuk Rp 33 triliun setiap tahun dan tidak ada lompatan disisi produksi menandakan ada yang salah, perlu ada evaluasi dan masih banyak yang lain.

"Pak Presiden menyatakan bahwa kita ingin petani ini produktifitasnya meningkat. Kemudian juga, kita harus bekerja keras menyeimbangkan keuangan negara," ungkap Bupati Trenggalek ini usai mengikuti rakornas secara virtual di Gedung Smart Center Trenggalek, Senin (11/1)

Dimana tadi disinggung, masih menurut pria yang dipercaya menahkodai Kabipaten Trenggalek kembali hingga tahun 2024 nanti, "pupuk setiap tahunnya Rp 33 triliun. Diharapkan nanti bisa meningkatkan produktifitas dengan terus mengurangi pupuk bersubsidi," inbuhnya.

Makanya tadi perintahnya adalah kita sukseskan di tahun ini Badan Usaha Milik Petani agar petani bisa memproduksi pupuk sendiri dengan kualitas yang baik dan organik. 

Sehingga harapannya lahan-lahannya nanti bisa kita sertifikasi organik, sehingga nilai jualnya bisa lebih tinggi daripada produk pertanian biasa.

Kemudian Pak Jokowi juga mendukung adanya  Food Estate. Nanti kita akan coba melakukan konsolidasi dilahan, sehingga pertanian nanti dengan skala yang besar dan mekanisasi. Petani berkelompok untuk bisa memastikan bahwa pertaniannya ini bisa dikerjakan lebih efektif dengan menggunakan tekhnologi.

Menurut Bupati Arifin, semua komoditas yang  masih import, seperti jagung kedelai terus disektor peternakan seperti sapi akan terus didiorong olehnya. "Pokoknya Pak Presiden ingin kita turun terus importnya," tutupnya. (Isdiyanto)

Bupati Trenggalek minta warganya tak anggap enteng Covid 19

Bupati Trenggalek minta warganya tak anggap enteng Covid 19

Bupati Trenggalek minta masyarakat taati Protokol Kesehatan

Trenggalek - Suara Jatim

Tidak bermaksud menakut nakuti, melainkan mengharapkan warganya untuk tetap waspada dan berhati hati, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin ingatkan warganya untuk tidak menganggap remeh Covid 19. 

Himbauan ini bukannya tanpa alasan, fatality rate (rata-rata kasus kematian Covid 19) di Kabupaten Trenggalek lebih besar dibanding rata-rata nasional menjadi salah satu alasan tersebut. 

Warga diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan saat di rumah ataupun diluar rumah, sering cuci tangan dan tetap jaga jarak. Apalagi penyebaran virus ini tidak hanya melalui droplet saja, Virus Corona kini sudah bersifat aerosol menyatu diudara.

"Angka kematian pasien di Trenggalek lebih besar dari rata rata nasional. Masyarakat harus tahu bawasannya kita sedang tidak baik-baik saja. Rata-rata kita 4,37 %, sedangkan rata-rata nasional cuma 2,39%, kita jauh lebih besar. Apalagi trend kasus kita terus naik" ujarnya mengingatkan, Sabtu (09/01) usai menggelar rakor penerapan PPKM Jawa-Bali di Gedung Smart Center.

Selain fatality rate yang tinggi, penyebaran Covid ini banyak menyasar kepada generasi muda yang kemudian menularkan kepada kelompok rentan (para orang tua yang kebanyakan memiliki penyakit penyerta). Hal ini bisa berakibat fatal, yang dapat berujung pada kematian.

Mungkin pada anak usia muda, kemungkinan sembuhnya cukup tinggi. Namun tanpa kita sadari kita bisa menjadi karier, pembawa virus bagi keluarga kita di rumah, tetangga maupun orang-orang disekitar kita.

Untuk itu imbuh suami Novita Hardini tersebut mengingatkan "menjaga kepatuhan akan protokol kesehatan itu penting, untuk menyelamatkan diri kita dan tentunya orang lain yang ada disekitar kita," pesan pesanya. (Is)