MAGETAN - Suarajatim.net Dorongan penguatan sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Magetan kembali mendapatkan energi baru. Melalui program Jatim On Fire, Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini,S.E.,M.E. menghadirkan workshop pengembangan fesyen muslim dan kriya yang digelar di Hotel Bukit Bintang,Kegiatan ini menjadi ruang bertemunya para pelaku industri kreatif lokal untuk belajar, meningkatkan keterampilan, sekaligus memperluas jejaring usaha.Jumat (12/12/2025).
Dalam sambutannya, Novita menegaskan bahwa workshop ini bukan kegiatan tunggal, melainkan rangkaian program berkelanjutan yang sudah berjalan sepanjang 2025.
“Hari ini kami dari DPR RI menurunkan program untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan para pelaku industri kreatif di bidang kriya dan fashion. Ini bukan program pertama, sudah beberapa kali kami lakukan tahun ini,” ujarnya.
Novita menyebut kolaborasi antara DPR RI, Kemenparekraf, dan Pemkab Magetan menjadi modal penting untuk menghadirkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama di tengah penyesuaian anggaran yang terjadi di sejumlah daerah.
Tak hanya pelatihan, peserta juga dibekali informasi terkait akses pembiayaan melalui KUR. Novita menegaskan dirinya turut menjembatani kebutuhan pelaku UMKM dengan kementerian terkait agar program bantuan dapat menyentuh sasaran di tingkat daerah.“Kami membantu mengkoneksikan pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, terutama terkait program UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata,” ujarnya.
Ia memastikan workshop serupa akan terus digelar di Magetan, Ngawi, hingga Pacitan, dengan prioritas peserta dari masyarakat lokal agar dampaknya lebih merata.
Dalam sesi diskusi, Novita menyoroti pentingnya ruang pemasaran yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM. Ia mendorong Pemkab Magetan untuk mulai menyiapkan penyelenggaraan bazar UMKM tahun 2026 sebagai sarana mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen secara langsung.
“Tanpa bergantung pada APBD, membuat bazar itu bisa dilakukan. Masa kita menuntut masyarakat kreatif, tapi pemerintah daerah tidak memfasilitasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihaknya siap menghubungkan Pemkab Magetan dengan mitra-mitra strategis tingkat nasional guna memastikan event tersebut berjalan maksimal.
Novita juga menekankan pentingnya transformasi digital untuk pemasaran produk kreatif. Ia mengingatkan perlunya pengawasan terhadap kontribusi pajak dari platform wisata besar seperti tiket.com dan Traveloka.
“Harapan saya, kita harus berani bertanya: kontribusi pajak mereka untuk negara berapa? Itu tugas kami di DPR untuk mengawal, supaya ekonomi lokal juga bisa merasakan manfaat,” jelasnya.
Workshop Jatim On Fire ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah pusat dalam menumbuhkan wirausaha kreatif baru, terutama di sektor fesyen muslim yang memiliki potensi besar di Magetan. Dengan dukungan pelatihan, akses permodalan, serta dorongan pemasaran, diharapkan industri kreatif lokal mampu tumbuh mandiri dan berdaya saing tinggi.(Hst).


