Recent Posts

Kapolda Jatim Ikuti Launching Polri TV Dan Radio Di Daerah Terdampak Gempa Bumi

Kapolda Jatim Ikuti Launching Polri TV Dan Radio Di Daerah Terdampak Gempa Bumi

 

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta didampingi Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko dan Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim, mengikuti kegiatan Launching Polri TV dan Radio Presisi secara virtual di lokasi terdampak gempa bumi, desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, pada Senin (12/4/2021).

Sebelum mengikuti acara Launching Polri TV dan Radio Presisi, Kapolda bersama rombongan terlebih dahulu meninjau lokasi yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Malang.

Kapolda Jatim menyapa warga yang terdampak, dan memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok guna meringankan beban warga terdampak bencana.

Bertempat di Posko Penanganan Pasca Gempa, Desa Majang Tengah, Kecamatan, Dampit Kabupaten Malang, Kapolda dan Kabid Humas Polda Jatim serta PJU, di dampingi Forkopimda Kabupaten Malang, memberikan dukungan moral kepada korban bencana alam, sekaligus mensosialisasikan Polri TV dan Radio Presisi kepada masyarakat. 

"Dengan harapan masyarakat dapat dengan mudah mengetahui informasi terbaru khususnya terkait situasi kamtibmas," Ucapnya Kapolda Jatim. 

Lounching Polri TV dan Radio yang merupakan implementasi Program Bapak Kapolri Presisi, untuk pemantapan komunikasi publik serta terkait sinergitas stake holder dalam penanganan pasca gempa, untuk mempercepat pemulihan keadaan di Kabupaten Malang.

Launching Polri TV-Radio, Kapolri: Agar Lebih Dekat Dan Memberi Edukasi Masyarakat

Launching Polri TV-Radio, Kapolri: Agar Lebih Dekat Dan Memberi Edukasi Masyarakat

 


JAKARTA —Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi malaunching Polri TV dan Radio di Gedung Divisi Humas Polri, Jalan Trunojoyo, Senin (12/4). 

Kapolri mengatakan, peluncuran Polri TV dan Radio ini sebagai bagian dari upaya Korps Bhayangkara untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat melalui strategi komunikasi publik dengan memanfaatkan kemajuan dan perkembangan teknologi. 

"Harapan saya dengan kita launching TV dan Radio Polri ini tentunya kita bisa memberikan edukasi, informasi terkait dengan pelayanan kepolisian yang saat ini terus kita kembangkan," kata Kapolri dalam sambutannya, Senin (12/4). 

"Tentunya hal itu membutuhkan sosialisasi," tambah Kapolri menekankan. 

Dengan adanya Polri TV dan Radio juga diharapkan mampu menginformasikan kehadiran polisi ditengah masyarakat baik pagi, siang hingga malam. Dengan begitu, muncul interaksi antara Polri dengan masyarakat. 

Yang terpenting, Sigit menekankan Polri TV dan Radio bisa memberikan informasi terkait trend gangguan Kamtibmas serta tips untuk menghadapi masalah Kamtibmas dengan harapan masyarakat memiliki daya cegah dan tangkal terhadap persoalan gangguan Kamtibmas. 

"Sehingga persoalan-persoalan di tengah masyarakat akan lebih mudah dipecahkan oleh personel polri di lapangan," kata Listyo

Disisi lain, Polri TV dan Radio juga diharapkan menjadi saluran informasi terpercaya program-program pemerintah, seperti pengenalan PPKM Mikro, penanganan Karhutla, dan bagaimana masyarakat menghadapi peristiwa bencana alam. 

"Informasi-informasi, yang diberikan kepada masyarakat harus akurat, jelas dan terpercaya serta selaras dan mendukung program pemerintah," tekan Kapolri. 

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menambahkan, Polri TV dan Radio bertujuan untuk memberikan saluran informasi kepada masyarakat secara transparansi dan terpercaya demi mewujudkan Polri yang Presisi.

Dimana tujuannya agar memudahkan penyebaran informasi yang cepat, akurat, dan terpercaya, dapat digunakan dalam kegiatan sosialisasi program Polri secara komprehensif, memberikan wawasan kepada Publik tentang kegiatan dan hasil kinerja Polri serta menjadi rujukan media mainstream dalam pembuatan media.

Adapun program-program Polri TV Radio yang akan disajikan kepada masyarakat terdiri dari. Program TV, yaitu: Presisi Petang, Presisi Siang, Presisi Update, Indepth Story, Cek TKP, Kapolri sepekan, Commander Wish, Inspirasi Pagi, dan Podcast Polri Presisi;

Sementara Program Radio, yaitu: Podcast Polri, Sapa Warga, Inspirasi Pagi, Siaga Malam, Presisi Petang, Presisi Pagi, dan Top 5 News.

Operasi 3 bulan, Polda Jatim Bersama Jajaran Musnahkan Ratusan Kilo Gram Narkoba Berbagai Jenis

Operasi 3 bulan, Polda Jatim Bersama Jajaran Musnahkan Ratusan Kilo Gram Narkoba Berbagai Jenis


Polda Jatim dan Polres Jajaran di Polda Jatim memusnahkan ratusan kilo narkoba berbagai jenis hasil pengungkapan kasus selama bulan Januari hingga Maret 2021, Senin (12/4/2021). Dari ratusan kilo tersebut, beberapa diantaranya adalah barang bukti yang didapat dari ungkap kasus di lingkungan Pondok Pesantren. 

Selama 3 bulan ada 1.800 kasus dengan tersangka 2.205 orang. Dengan rincian dari Ditresnakoba Polda Jatim 190 kasus, dan 223 orang tersangka. Sementara dari Polres Jajaran 1.610 kasus dan 1.982 tersangka. 

"Dari 1800 yang kita ungkap itu ada 15 kasus (di Pesantren) memang kurang dari 1 persen tetapi harapan kami benar-benar nol, tidak ada," ujar Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta. 

"Bahkan kami mendapat informasi ini dari pimpinan Ponpes yang mengharapkan agar Polri menindak siapa saja yang memasukkan narkoba kedalam Pesantren," tambahnya. 

Barang bukti yang dimusnahkan yakni  Sabu 17,5 Kg, Obat keras daftar G sebanyak 86.407 butir, Minuman keras 13.704 botol. Dari barang bukti ini, barang bukti yang didapat dari lingkungan Pondok Pesantren sebanyak 9,42 gram tembakau gorila, 117,8 gram shabu, 90 butir pil berlogo DMP warna kuning, 10.000 butir Pil Logo Y warna putih dan 2.110 butir obat trex. 

Dalam pemusnahan tersebut dihadiri oleh Kapoksahli Pangdam V/Brawijaya, Kepala BNN Provinsi Jawa Timur, Kaskogartap III, Kakesbangpol Provinsi Jatim, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Jatim, Kadiv Permasyarakatan Kemenkumham, Kasi P2 Juanda, Paur Satwa Lanudal Juanda, Pengawas Farmasi dan Makanan BPOM Jawa Timur dan LSM Gerakan Peduli Narkoba, Gerakan Anti Narkoba Nasional, Gerakan Nasional Anti Narkoba. 

Hadir pula pemuka agama, diantaranya Ketua MUI Jatim, yang diwakili oleh sekretaris MUI KH. Hasan Ubaidilah. Ketua PWNU Jatim, sekaligus pengasuh pondok pesantren Sabilurrosyad Malang, KH. Marzuqi Mustamar. Ketua PW Muhammadiyah Jatim, Dr. Saad Ibrahim. Pengasuh Ponpes Bumi Sholawat, KH. Agus Ali Mashuri. Ketua DPW Ansor Jatim, H.M. Ridwan Mahfudz. Ketua DPW LDII Jatim, Moch. Amrodji. Ketua Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Jatim, Pendeta Simon Filantropa. 

Kapolda Jatim berkomitmen untuk melawan peredaran narkoba. Ia berharap agar bisa meningkatkan sinergisitas dalam melawan narkoba. 

"Mudah-mudahanan dengan kegiatan ini seluruh masyarakat di Jatim bersama- sama dengan kami siap menghadapi perang narkoba. Musnahkan narkoba dari Jatim," pungkasnya Jenderal asli Suroboyo itu.

Koordinasi Tak Harus Dimeja Formil, "Jagongan" ngemper Di Teras Pun Jadi

Koordinasi Tak Harus Dimeja Formil, "Jagongan" ngemper Di Teras Pun Jadi


Tinjauan lokasi terdampak gempa bumi di Lumajang dan Malang, Forkopimda Jatim lakukan koordinasi di emperan teras rumah Kyai Hasan Said, Mantan ketua NU pronojiwo. Sekolahan TK diniyah, Taman Ayu Pronojiwo Lumajang. Minggu (11/4/2021).

Karena koordinasi tidak harus di meja bundar yang formil, duduk "Jagongan" di emperan rumah seperti ini pun jadi. Yang penting segala persoalan bisa segera terselesaikan dan apa yang direncanakan tereksekusi dengan baik. 

Forkopimda Jatim, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, dan Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta. Melakukan koordinasi bersama Bupati Lumajang, dan Plh Sekda Provinsi serta ketua satgas bencana BUMN Jatim terkait percepatan penanganan pasca gempa 6.1 Magnitudo di Pronojiwo, Lumajang. 

Pelaksanaan rapat koordinasi ini membahas terkait realisasi bantuan dari BNPB kepada korban bencana alam gempa bumi yang dilaksanakan oleh Forkopimda Jawa timur, dengan mendatakan terlebih dahulu masyarakat yang tempat tinggalnya rusak akibat gempa bumi menjadi 3 klasifikasi, yaitu rusak berat, sedang dan ringan. 

Tempat tinggal yang rusak sedang dan ringan akan dikerjakan secara swakelola sedangkan yang rusak berat dikerjakan personil gabungan pemprov. Jatim, TNI dan Polri. 

Turut hadir dalam koordinasi "Jagongan" di teras ini diantaranya. Sekda Prov. Jatim, Asops Kodam V/Brawijaya, Asintel Kodam V/Brawijaya, Danrem 083 Baladhika Jaya, Karoops Polda Jatim, Dirintelkam Polda Jatim, Dirkrimum Polda Jatim, Kabidhumas Polda Jatim, Dansat Brimob Polda Jatim, Bupati Lumajang, Dandim 0821 Lumajang, Kapolres Lumajang.

Forkopimda Jatim berikan bantuan saat meninjau Korban Gempa Bumi di Malang dan Lumajang

Forkopimda Jatim berikan bantuan saat meninjau Korban Gempa Bumi di Malang dan Lumajang



Kepala BNPB, bersama Forkopimda Jatim, melakukan pengecekan di titik-titik kerusakan, dampak bencana gempa bumi di Malang dan Lumajang. Bantuan juga diberikan kepada korban terdampak gempa bumi, di posko bencana yang terletak di Kecamatan Ampel Gading, pada Minggu, (11/4/2021). 


Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo, bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Pangdam V Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Suharyanto, dan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta. Melakukan peninjauan secara langsung di titik-titik terdampak, bagaimana percepatan penanganan pasca gempa bisa di pastikan semua berjalan baik. 


"Tadi kami di Kabupaten Malang, sempat meninjau di Turen, kemudian di Dampit, dan terakhir di Ampel Gading. Bersama, Pak Pangdam, Pak Kapolda, juga Kepala BNPB," ucap Gubernur Jatim, di dampingi oleh Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim, dan Bupati Lumajang. 


Lebih lanjut, Gubernur Jatim juga ingin menyampaikan Bupati dan terutama warga yang terdampak di Kabupaten Lumajang, bahwa ada bantuan dari BNPB yang rumahnya rusak berat, bantuannya senilai 50 juta rupiah, sedangkan untuk yang rusak sedang, senilai 24 juta rupiah, dan yang rusak ringan senilai 10 juta rupiah. Namun, Ini menunggu percepatan verifikasi data, dari masing-masing daerah. 


"Berikutnya sambil menunggu rumah itu selesai dibangun, maka ada bantuan tunggu hunian. Bantuan tunggu hunian tiap bulan senilai 500 ribu rupiah, untuk rumah tangga yang digunakan untuk menyewa rumah karena rumahnya rusak berat atau rusak sedang ke arah berat. Jadi informasi ini saya mohon bisa tersampaikan," pesannya.


Khofifah juga menegaskan, bahwa menurut BMKG info awal kekuatan gempa bumi yang terjadi sebesar 6.7 skala richter, namun setelah di update oleh BMKG, berubah menjadi 6.1 skala richter. 


"Kepada semua warga, kita mohon untuk tetap waspada, tetapi jangan panik, dan tentu kita menyampaikan terimakasih sekali seluruh jajaran TNI - POLRI yang langsung turun melakukan penanganan-penanganan efektif, dan percepatan-percepatan pelayanan kepada masyarakat," tandasnya. 


Gubernur juga mengucapkan terimakasih kepada semua relawan, yang sudah bahu-membahu bergotong royong membantu masyarakat. 


"Untuk kepala daerah menjadi bagian yang sangat penting untuk bisa mengkoordinasikan seluruh percepatan layanan dari masyarakat yang terdampak dari gempa ini," ucapnya.


Sementara untuk dari Kodim dan Polres juga akan menyiapkan tim trauma healing, membantu proses pemberian bantuan berupa penyembuhan untuk mengatasi gangguan psikologis. 


"Tadi di Malang itu dari Kodim dari Polres menyampaikan bahwa ada tim trauma healing. Saya juga ketemu tim dari Kementerian Sosial akan men-support tim trauma healing karena biasanya kita membutuhkan siko sosial trapi, pasca gempa ada gempa susulan," jelas Khofifah usai melakukan kunjunga di Kabupaten Lumajang.

Brimob Polda Jatim Bantu Penanganan Gempa Bumi Di Lumajang

Brimob Polda Jatim Bantu Penanganan Gempa Bumi Di Lumajang

 


LUMAJANG- 1 SSK Kompi 4 Batalyon B Brimob Polda Jatim diterjunkan untuk membantu penanganan bencana gempa bumi di Desa Kaliuling,  Kecamatan Tempursari,  Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. 

Personil Brimob tiba di Desa Kaliuling,  Kecamatan Tempursari,  Lumajang pada Minggu (11/4/2021) pagi. 

Kompi 4B Pelopor AKP Rudi Purnama J.,S.H melalui Paursubbaghumas Bagosp Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta mengatakan, 50 personil Brimob Polda Jatim untuk melaksanakan kegiatan pembersihan di lokasi terdampak gempa. 

"Pembersihan dilakukan menjadi dua titik yaitu Dusun Iburaja dan Kalirejo,  Desa Kaliuliang," Katanya. 

Pelaksanaan pembersihan dilokasi terdampak gempa bumi akan terus dilakukan sampai kondisi sudah mulai tenang. 

"Brimob akan  meninggalkan lokasi apa bila masyarakat terdampak gempa sudah benar-benar dinyatakan kondisi tenang," terang Rudi Purnama melalui Ipda Andrias Shinta

Lanjut dia,  personel brimob setelah gempa terjadi langsung melaksanakan konsolidasi terus dilanjutkan dengan bergeser ke tempat yang mendapatkan dampak yang parah atas bencana gempa bumi dan membantu masyarakat untuk evakuasi dan juga membersihkan puing - puing reruntuhan bangunan rumah/tempat ibadah mereka.

"Personel Brimob akan bekerja semaksimal mungkin bersama dengan Dinas terkait, untuk pemulihan secepat nya, puing bangunan yang di rasa cukup berbahaya sudah kita singkirkan, dan agar jangan panik ketika terjadi gempa susulan." ungkapnya

Kemudian untuk anggota Brimob yang berada di lokasi terdampak gempa untuk selalu memiliki semangat dalam memberikan trauma healing kepada masyarakat. 

"Saya mengharapkan kepada masyarakat untuk tetap semangat menyambut kehidupan lebih baik diwaktu yang akan datang," harap AKP Rudi Purnama melalui Ipda Andrias Shinta

Personel kepolisian turun ke lapangan, melakukan patroli dan memonitor situasi pasca gempa. 

"Kemudian memberikan imbauan kepada warga agar tidak panik dan tetap waspada untuk mengantisipasi adanya gempa susulan," pungkasnya (is) 

Ini pesan Kapolri saat meresmikan Ponpes Tajul Falah Banten

Ini pesan Kapolri saat meresmikan Ponpes Tajul Falah Banten



JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan gedung baru Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Tajul Falah, Banten, Sabtu (10/4/2021).

Dalam kesempatan itu, Sigit menegaskan, sejak dirinya menjabat Kapolda Banten hingga Kapolri saat ini, tali silahturami dengan para ulama dan tokoh masyarakat tidak pernah putus sedikitpun.

"Saat menjabat kapolda banten dan silaturahmi tidak pernah putus. Walaupun saat ini posisi saya jauh namun tali silaturahmi dengan para ulama tetap terjaga," kata Sigit saat meresmikan gedung baru Ponpes Tajul Falah.

Sigit juga menyatakan bahwa, peran dan sentuhan dari tokoh agama di tengah Pandemi Covid-19 dewasa ini sangat diperlukan. Tujuannya agar masyarakat bisa bergandengan tangan dalam memutus mata rantai virus corona.

"Dengan adanya pandemi ini mari kita gandeng tangan bersama sama mengatasi pandemi ini, jauhkan rasa dengki rasa ini dengan yang lain, walaupun negara kita terdiri dari berbagai kemajemukan mari kita semua saudara membangun bangsa ini," ujar Sigit.

Tak lupa, Sigit menekankan, kunjungannya ke Banten juga sekaligus memastikan bahwa perhatian dan kecintaannya kepada seluruh ulama dan tokoh masyarakat tersebut tidak pernah hilang. 

"Hari ini sebenarnya ini temu kangen bernostalgia saja dengan sahabat-sahabat saya dengan alim ulama yang selama ini selalu bersama-sama. Walaupun saya sudah Jarang bertemu dengan sahabat-sahabat saya ulama Banten namun kecintaan saya terhadap ulama-ulama Banten tidak akan pernah pudar," papar eks Kabareskrim Polri itu. 


Dalam peresmian itu, Sigit dikalungi oleh serban putih oleh alim ulama. Ia juga diberikan kesempatan untuk menandatangani prasasti sebagai simbol peresmian gedung Pesantren tersebut.