Latest Posts

Agus Hamid Hamdani, Nakhkodai DPD PKS Ponorogo 5 tahun kedepan

Agus Hamid Hamdani, Nakhkodai DPD PKS Ponorogo 5 tahun kedepan


Struktur Kepengurusan DPD PKS Ponorogo yang baru, Agus Hamid Hamdani menjadi Ketua setelah dipilih oleh DPP PKS yang SK nya dibacakan hari ini, Senin(28/12/2020)

Ponorogo - SJ.net

Agus Hamid Hamdani yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Umum DPD PKS Ponorogo terpilih menjadi Nakhoda baru Partai yang berdasarkan Islam itu dalam Musyawarah Daerah ke 5, Senin (28/12/2020).

“Alhamdulillah, walaupun ditengah pandemi, DPD PKS Ponorogo menjadi salah motor bahwa dengan New Normal tetap beraktivitas sehingga perputaran organisasi bisa berjalan dengan lancar, tentunya dengan menerapkan Protokol Kesehatan secara disiplin, ” Terang Agus Hamid kepada Pewarta.

Pergantian pengurus DPD PKS Ponorogo terbilang unik. “Sebelumnya dilakukan Pemilihan Raya secara internal, kita menentukan 8 orang kader terbaik, hasilnya dibawa ke DPW dan DPP, lalu secara Zoom Meeting DPP membacakan SK dan pernyataan demisioner dari pengurus yang lama, ” Urai Agus Hamid.

Agus juga menyampaikan bahwa susunan kepengurusan DPD PKS 2020 – 2025 diantaranya adalah Ketua Majelis Pertimbangan Daerah Ust Samsyudin LC, Sekretarisnya Diah Kurniawati, “Ketua DPD PKS, Agus Hamid Hamdani, sekretaris Agus Sutopo, Bendahara umum Reni Ismawati, ” Ujar Agus Hamid.

Yang berbeda dengan partai lainnya, PKS memiliki Dewan Etik Daerah. “Dulu namanya Dewan Syariah Daerah dan kini menjadi Dewan Etik Daerah, yaitu Ust Amiruddin dan Sekretarisnya Ust Ristanto, ” Lanjutnya.

Menjadi Ketua, Agus Hamid menyatakan bahwa PKS lebih siap. “Kita lebih siap dan semangat, dengan logo baru menghadapi Pemilihan umum 2024 kita targetkan minimal 8 kursi di DPRD Ponorogo, ” Ungkap Agus Hamid Hamdani.

Musda ke lima yang dilakukan DPD PKS setelah Pilkada dimaksudkan untuk mempermudah komunikasi dan tidak mengganggu proses Pilkada. “Yang jelas PKS mendukung Pemerintahan baru di Ponorogo dengan mendukung kebijakan Bupati yang baru, walaupun mungkin berada di gerbong lain. Untuk posisi masih akan kita godok bersama dengan teman-teman, ” Ujarnya.

Untuk mencapai 8 kursi, Agus Hamid menyatakan pihaknya akan bekerja keras. “Kekuatan PKS menurut Abubakar al Habsyi dalam Munas PKS, yang pertama memperbanyak kader dan memperkuat struktur, kita akan bekerja keras melakukan hal tersebut. ” Pungkas Agus Hamid Hamdani. (Mar/Jan). 

Bangga Indonesia, Paslon Ipong - Bambang ajak ke TPS pakai Batik, Coblos Batiknya  !!

Bangga Indonesia, Paslon Ipong - Bambang ajak ke TPS pakai Batik, Coblos Batiknya !!

 

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo 2021-2024 nomor urut dua, Ipong Muchlissoni - Bambang Tri Wahono.

Ponorogo - Suara Jatim

Menjelang hari coblosan, pasangan calon nomor urut 2 Ipong – Bambang mengajak seluruh Masyarakat Ponorogo agar datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menyalurkan hak suaranya dengan mengenakan baju batik. Seruan ini disampaikan oleh Juru Bicara Milenial Ipong - Bambang, Najih Muhammady kepada seluruh elemen Masyarakat, sebagai bentuk ajakan agar Masyarakat senantiasa mengingat dan melestarikan salah satu bentuk “jati diri” Bangsa ini, yaitu baju batik, apalagi di momen yang menentukan masa depan Kabupaten Ponorogo ini. Bagaimana tidak, kearifan lokal satu ini seolah tidak terlepas dari kehidupan Masyarakat, yang seringkali mengenakan batik dalam  berbagai macam acara atau kegiatan.


"Kebanggaan akan “jati diri” ini lah yang menjadi alasan bagi Ipong – Bambang, untuk memakai baju batik sebagai foto resmi di kertas suara coblosan sebagai Calon Bupati Ponorogo dan Calon Wakil Bupati Ponorogo. Tak hanya sebatas itu saja, filosofi yang sangat dalam tersebut ditunjukkan melalui konsistensi beliau berdua yang seringkali tampak mengenakan batik di berbagai kesempatan, termasuk saat debat kandidat ke-1 maupun ke-2. Hal ini sebagai bentuk penghargaan kepada “jati diri” dan konsistensi untuk menerapkannya dalam sehari-hari," Ucap Najih, Sabtu (05/12/2020).

Senada dengan hal tersebut, salah satu Tokoh Pemuda itupun menyerukan agar Masyarakat Ponorogo datang ke TPS dengan mengenakan batik, dan memilih pasangan calon yang mengenakan batik, yaitu pasangan calon nomor urut 2 Ipong – Bambang, yang senantiasa mampu menjadi teladan bagi Masyarakat untuk selalu mengingat dan bangga akan “jati diri” Masyarakat Ponorogo, serta telah terbukti berpengalaman, mampu bekerja nyata, dan memiliki visi, misi, serta program-program yang dapat menjamin keberlanjutan pembangunan dan kemajuan di Kabupaten Ponorogo tercinta.

"Pasangan calon Ipong – Bambang juga mengingatkan kepada seluruh Masyarakat Ponorogo, untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan, untuk kebaikan bersama. Tak hanya itu saja, pasangan calon Ipong – Bambang juga menghaturkan ucapan terimakasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada segenap Masyarakat Ponorogo, yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepada pasangan calon Ipong – Bambang, dan ucapan terimakasih telah berpartisipasi aktif untuk menjaga kondusifitas Pilkada 2020 di Ponorogo," Lanjut Najih.

Pasangan calon Ipong – Bambang berpesan, agar pesta demokrasi di Ponorogo dipenuhi dengan kampanye positif dan kegembiraan, dengan nuansa guyub, serta tetap disiplin dalam penerapan protokol kesehatan untuk kebaikan bersama. "Beliau berdua pun menyampaikan komitmennya, untuk melanjutkan keberhasilan di periode pertama. Pasangan ini pun mengajak segenap elemen untuk tetap guyub, bahu-membahu melanjutkan keberhasilan mewujudkan visi Kabupaten Ponorogo yang 2 kali lebih maju, berbudaya, dan religius. #AyoBatikanKeTPS tanggal 9 Desember 2020! #CoblosBatike." Pungkas Najih Muhammady. (Mar/Jan)

Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, prinsip kemenangan Ipong - Bambang

Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, prinsip kemenangan Ipong - Bambang

 

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo nomor urut dua, Ipong Muchlissoni - Bambang Tri Wahono.

Ponorogo - Suara Jatim

Juru Bicara Milenial Ipong - Bambang, Najih Muhammady, menyampaikan bahwa tanggal 5 Desember 2020, adalah hari terakhir kampanye menjelang coblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Ponorogo tanggal 9 Desember 2020 mendatang. "Seringkali, di masa-masa seperti ini, ada berbagai macam dinamika yang terjadi di tengah-tengah Masyarakat. Menyikapi hal tersebut, pasangan calon Ipong – Bambang pun mengajak segenap elemen Masyarakat untuk senantiasa menjaga kondusifitas menjelang hari coblosan," Ujarnya, Sabtu (05/12/2020).

Khusus pesan yang disampaikan kepada para pendukungnya, pasangan calon Ipong – Bambang tak henti-hentinya senantiasa mengajak agar mengisi pesta demokrasi ini dengan kegembiraan, dengan hal-hal yang positif, tanpa menggunakan cara-cara menjatuhkan, atau bahkan jangan sampai membuat berita-berita bohong atau hoax yang dapat berpotensi memecah belah. "Sebagaimana filosofi Jawa; ngluruk tanpo bolo, menang tanpo ngasorake. Dalam konteks Pilkada ini, pasangan calon Ipong – Bambang ingin meraih kemenangan kepercayaan dari Masyarakat, tanpa harus menjatuhkan siapapun. Karena bagi Ipong – Bambang, keutuhan Masyarakat Ponorogo adalah hal yang paling utama. Mengedepankan amar ma’ruf nahi mungkar dan senantiasa menjaga keguyuban, karena sejatinya itulah jati diri Masyarakat Ponorogo,"Tambah Najih.

Bagi pasangan calon Ipong – Bambang, majunya mereka dalam kontestasi Pilkada Ponorogo 2020 ini adalah sebuah jalan ikhtiar, panggilan hati untuk mengabdikan diri sepenuh hati, dengan tekad melanjutkan dan menuntaskan dari yang sudah dikerjakan sebelum-sebelumnya. "Pasangan Ipong – Bambang ingin terus membuat arti hadir diri menjadi berarti bagi Masyarakat Ponorogo tercinta. Karena pada hakikatnya, urip iku urup. Hidup itu hendaknya menyala, menjadi cahaya bagi yang lainnya. Hidup hendaknya dapat membawa manfaat dan kemaslahatan sebesar-besarnya bagi orang-orang yang kita cinta, bagi umat, bagi Masyarakat. Tentunya, semakin besar manfaat yang bisa diberikan, tentu akan lebih baik dan bermakna bagi orang banyak. Maka dari itulah, semasa periode pertama, Bupati Ipong Muchlissoni senantiasa mengajak dan melibatkan Masyarakat untuk selalu gotong royong menghadirkan pembangunan dan kemajuan keberlanjutan di Ponorogo, karena itulah ciri-ciri dan jati diri Masyarakat Ponorogo. Dan ini akan dilanjutkan bersama Pak Bambang di periode yang kedua," Urai Najih Muhammady.

Pasangan calon Ipong – Bambang pun mengajak kepada seluruh Masyarakat Ponorogo agar senantiasa menjaga kesehatan, mengingat saat ini merupakan pancaroba atau masa peralihan menuju musim hujan yang beberapa waktu ini turun mengguyur di berbagai wilayah Kabupaten Ponorogo. "Selain itu, harapannya agar Masyarakat senantiasa menerapkan protokol kesehatan dan menjaga kondusifitas di tengah mendekati hari coblosan Pilkada,"Tandas Najih.

Dengan niat untuk menjaga amanah dan menuntaskan yang tertunda, pasangan calon Ipong – Bambang menyatakan siap untuk melanjutkan visi Kabupaten Ponorogo yang 2 kali lebih maju, berbudaya, dan religius. "Pasangan calon Ipong – Bambang pun mengajak seluruh Masyarakat Ponorogo yang memiliki hak pilih untuk datang ke TPS menyalurkan hak suaranya, dengan mengenakan baju batik, dan menitipkan kepercayaannya dengan mencoblos pasangan calon nomor urut 2 yang memakai baju batik di kertas surat suara. #AyoBatikanKeTPS tanggal 9 Desember 2020!,#CoblosBatike."Pungkas Najih Muhammady. (Mar/Jan)

Debat Terakhir, Sugiri Sancoko lontarkan pujian kepada Bambang Tri Wahono

Debat Terakhir, Sugiri Sancoko lontarkan pujian kepada Bambang Tri Wahono

 

Bambang Tri Wahono, Calon Wakil Bupati Ponorogo 2021-2024 nomor urut dua

Ponorogo - Suara Jatim

Gelaran debat publik antar kandidat calon pemimpin Kabupaten Ponorogo yang diselenggarakan oleh KPU Ponorogo pada tanggal 4 Desember 2020, pasangan calon nomor urut 2 hanya diwakili oleh Calon Wakil Bupati Bambang Tri Wahono. 

Sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua KPU Ponorogo, bahwa Calon Bupati Ipong Muchlissoni sedang dalam keadaan sakit, dan telah menyertakan surat keterangan sakit kepada KPU Ponorogo.

Dalam kesempatan debat tersebut, Calon Wakil Bupati Bambang Tri Wahono tampil dengan penuh percaya diri, dan tampak menguasai pembahasan materi. 

Calon Bupati Pasangan Calon Nomor Urut 1 Sugiri Sancoko pun menyampaikan pujiannya kepada sosok Bambang Tri Wahono, yang dianggap sebagai sosok pemimpin yang memahami pemerintahan karena sudah lama berpengalaman berada di pemerintahan.

“Beliau sudah bagian dari 5 tahun pemerintahan, bahkan jauh sebelum Pak Ipong menjadi Bupati, Pak Bambang sudah menjadi DPPKAD di jamannya Pak Amin, dan jamannya yang lain-lain. Tentu Pak Bambang sudah sangat memahami itu,” ujar Sugiri.

Tak salah jika Sugiri menyampaikan pujian tersebut. Bagaimana tidak, Bambang Tri Wahono merupakan sosok birokrat berpengalaman yang ahli dalam tata kelola pemerintahan dan keuangan daerah. Mengawali karir dari bawah sebagai staf di bagian organisasi Setda Ponorogo, Bambang mampu mengemban berbagai tugas dengan baik hingga mendapatkan amanah sebagai Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Ponorogo. Pria yang telah mengabdi sekitar 30 tahun sebagai aparatur sipil negara ini, juga aktif membina olahraga pencak silat, serta dipercaya sebagai Ketua PSHT Komisariat Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

Pada kesempatan debat tersebut, Bambang juga menjelaskan terkait berbagai macam program yang diusung, merupakan program yang telah menyesuaikan dengan kondisi saat ini, mengukur kemampuan sumber daya manusia dan alokasi anggaran, serta realistis untuk diwujudkan. Misalnya, program bantuan alokasi yang ditujukan kepada segmentasi perempuan khususnya Ibu Rumah Tangga, melalui program bantuan dana sebesar 1 hingga 3 juta rupiah per kelompok Dasawisma per tahun, serta program bantuan operasional kepada seluruh Lembaga RT sebesar 2 hingga 5 juta rupiah per RT per tahun. 

Tak hanya itu saja, Bambang juga menyampaikan komitmen paslon nomor urut 2 untuk terus melanjutkan keberhasilan tata kelola pemerintahan yang sudah ada. Misalnya, keberhasilan prestasi meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berturut-turut selama masa kepemimpinan Bupati Ipong Muchlissoni. (Mar/Jan) 

Nobar Debat, Pendukung 01 Electonan, 02 Tabuhan Reyog

Nobar Debat, Pendukung 01 Electonan, 02 Tabuhan Reyog

 

Pendukung Paslon nomor dua menggelar Nobar Debat dengan Tabuhan Reyog


Cara berbeda dilakukan oleh kedua pendukung Paslon Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo 2021-2024 dalam Nonton Bareng (Nobar) sesi debat Publik yang diselenggarakan oleh KPU Ponorogo, Jum'at (04/12/2020). 

Sebelumnya beredar undangan di WA Grup untuk Nonton Bareng di sebuah Rumah Makan bagi Pendukung Paslon Nomor satu dengan hiburan elekton. 

Sementara untuk Paslon nomor dua, Ipong Muchlissoni dan Bambang Tri Wahono menggelar Tabuhan Reyog Ponorogo. 

Menurut Ari Hersiofiawanudin atau yang akrab dipanggil Ari Bilowo menyebutkan bahwa Paslon yang diusungnya itu sangat intens untuk kembali meningkatkan semangat para seniman setelah pandemi menghadang. "Debat kemarin angklung, didebat terakhir ini kita bersama Seniman Reyog Ponorogo tabuhan bersama, " Ucap Bilowo. 

Dengan tabuhan bersama itu, Bilowo berharap Seniman Reyog Ponorogo tetap semangat dalam menghadapi Pandemi Covid 19. "Bersama kita hadapi Pandemi ini dengan memberikan solusi yang tepat yaitu tetap beraktivitas dengan menerapkan Protokol Kesehatan dengan disiplin. Menjaga Jarak, Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjauhi Kerumunan, " Tandas Ari Bilowo. 

Tentang debat sendiri Ari menegaskan bahwa Bambang Tri Wahono sudah tampil luar biasa. "Bagaimanapun beliau adalah seorang birokrat yang sudah berpengalaman. Beliau juga tidak mau menyerang, melainkan hanya bertahan dan menyampaikan visi dan misi Paslon nomor dua saja. " Pungkas Ari Bilowo. (Mar/Jan). 







Tatag, Bambang Tri Wahono ikuti Debat Terakhir

Tatag, Bambang Tri Wahono ikuti Debat Terakhir

 

Bambang Tri Wahono, Calon Wakil Bupati Ponorogo nomor urut dua


Calon Wakil Bupati Ponorogo nomor urut dua, Bambang Tri Wahono, SH MM tampil dengan penuh percaya diri dalam sesi Debat Publik ke tiga yang diselenggarakan oleh KPU Ponorogo dalam Pilbup 2020.

Berlangsung di Sasana Praja dan disiarkan langsung oleh Stasiun TV, Stasiun Radio dan Live streaming Youtube, Bambang menyampaikan visi dan misi sesuai tema debat Menyerasikan Pelaksanaan Pembangunan Daerah, Provinsi dan Nasional serta memperkokoh NKRI dan Kebangsaan. 

"Sesuai dengan UU no 5 tahun 2004, Pemerintah Kabupaten Ponorogo membuat dokumen perencanaan melalui Musrenbang Desa, Musrenbang Kecamatan, Musrenbang Kabupaten, Musrenbang Provinsi dan Musrenbang Nasional, " Ujar BTW, panggilan akrab Bambang Tri Wahono. 

Untuk itu sinkronisasi pembangunan Pemerintah Kabupaten Ponorogo harus kita lakukan agar konsep pembangunan secara nasional bisa dirasakan oleh masyarakat Ponorogo secara luas. "Kita terus berkomunikasi dengan Sinkronisasi perlu dilakukan agar kebijakan Pemerintah Pusat bisa diwujudkan di Ponorogo seperti Pembangunan Pasar Legi, Pembangunan Infrastruktur, Pembangunan RTLH, itu semua adalah dana dari pusat dan saat ini bisa diwujudkan dan bisa dirasakan, "Lanjut BTW. 

Komitmen Paslon nomor dua, kata BTW adalah terus menselaraskan. " Kemajuan pembangunan Infrastruktur di Ponorogo sangat terasa sejak 2015, dimana lima tahun terakhir pembangunan berlangsung pesat, hasilnya bisa dirasakan. Selanjutnya, akan kita lanjutkan apa yang masih tertunda lima tahun yang akan datang. " Pungkas BTW. (Mar/Jan). 



Lawan Kampanye Hitam, Paslon Ipong – Bambang gelar Ngopi Virtual bersama Profesional

Lawan Kampanye Hitam, Paslon Ipong – Bambang gelar Ngopi Virtual bersama Profesional

 

Ngobrol Virtual yang dilakukan Paslon Ipong - Bambang membedah 10 Program Prioritas 

Ponorogo – Suara Jatim

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo 2021-2024 nomor urut dua, Ipong Muchlissoni dan Bambang Tri Wahono menggelar kegiatan Ngopi Virtual di Caffe Gayeng, Kamis (03/12/2020)

Juru Bicara Millenial Paslon Ipong – Bambang, Najih Muhammady yang juga menjadi moderator dalam kegiatan itu menyebutkan bahwa Ngopi Virtual Ngobrol Program Bareng Ipong Muchlissoni, yang disiarkan secara live hari Kamis, 3 Desember 2020 di channel Youtube “Ponorogo Kita”, merupakan sebuah inovasi menarik yang dilakukan oleh pasangan Ipong – Bambang untuk menyelenggarakan bedah program dan uji akademisi terkait 10 program unggulan yang akan diwujudkan apabila diberikan amanah memimpin Kabupaten Ponorogo kedepannya.

“Kegiatan ini merupakan wujud komitmen pasangan calon Ipong – Bambang untuk melawan kampanye hitam ( fitnah dan hoaks) yaitu dengan terus mensosialisasikan program-program unggulan yang perlu diketahui oleh Masyarakat luas dengan adanya keterbatasan pandemi COVID-19,” Ujar Najih.

 


Dengan memanfaatkan teknologi informasi digital, kegiatan ini merupakan sebuah contoh kegiatan yang sangat bagus sekali untuk dicontoh oleh para kandidat lainnya, karena sama sekali tidak mengundang penonton atau massa, sehingga meminimalisir potensi penyebaran COVID-19. “Adapun para pengisi acara pun juga menerapkan protokol kesehatan selama kegiatan berlangsung. Masyarakat pun bisa melihat secara langsung dan tetap bisa turut berpartisipasi dalam live komentar yang disediakan. Di setiap segmennya, Masyarakat disuguhkan dengan video pengantar terkait program sebagai bentuk edukasi agar Masyarakat dapat jauh lebih memahami program-program yang diusung oleh pasangan calon Ipong – Bambang,”Lanjutnya.

Tak hanya itu saja, walaupun tidak hadir secara fisik, Calon Bupati Ipong Muchlissoni hadir secara virtual. Melalui Instagram, Calon Bupati Ipong Muchlissoni meminta Masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan pertanyaan terkait program-program yang akan dijawab dalam acara tersebut, serta membuka kolom komentar untuk menjaring aspirasi sebagai bentuk transparansi dan komitmen untuk melibatkan Masyarakat agar turut berpartisipasi aktif, sehingga bisa mewujudkan kampanye yang interaktif. “Bedah program yang terdiri dari 6 segmen ini, dibedah dalam sudut pandang akademis oleh Prof. Kacung Marijan dan Dr. H. M. Suyudi, M. Ag. Melalui pembahasan berdasarkan indikator-indikator serta perhitungan yang terukur, dapat disimpulkan bahwa, 10 program unggulan pasangan calon Ipong – Bambang ini dapat diwujudkan selama beberapa tahun kedepan yang sangat relevan dengan kondisi saat ini, karena sudah mempertimbangkan situasi saat ini yang terdampak oleh pandemi COVID-19, serta sudah memperhatikan kemampuan sumber daya manusia serta kekuatan anggaran yang dimiliki oleh Kabupaten Ponorogo,” Ungkap Najih.

 


Pada kesempatan tersebut, Prof. Kacung Marijan memberikan apresiasi kepada pasangan calon Ipong – Bambang yang telah membuat perhitungan secara sistematis dan terukur dalam menetapkan nominal angka untuk program yang diusung. “Misalnya program Dasawisma sebesar 1 – 3 juta rupiah per kelompok per tahun, program bantuan operasional RT sebesar 2 – 5 juta per RT per tahun, program beasiswa 5 – 10 milyar bagi pelajar  / mahasiswa, dan lain-lainnya. Menurut saya program-program yang diusung ini sangat realistis untuk diwujudkan,” Jelas Prof Kacung Marijan.

Di lain hal, Dr. H. M. Suyudi, M. Ag memberikan apresiasi karena pasangan calon Ipong – Bambang telah melibatkan para akademisi, untuk menguji dan mengawal jalannya program-program yang diusung oleh pasangan ini. Menurutnya, para akademisi akan bisa memberikan sumbangsih besar untuk membantu perencanaan, pengawalan, hingga realisasi dari program-program yang akan dijalankan dalam pemerintahan. Menurutnya, program-program yang bagus dan bermanfaat untuk Masyarakat Ponorogo harus dipastikan keberlanjutannya.

 

Terpantau dari komentar live di channel Youtube “Ponorogo Kita”, tampak banyak Masyarakat yang juga memberikan komentar berupa apresiasi terhadap berjalannya kegiatan ini, karena acara yang disiarkan secara live ini sangat menarik. Walaupun bedah program ini dilakukan serius dalam sudut pandang akademis, namun suasana yang dibawakan begitu santai, dengan adanya angkringan maupun dekorasi yang sangat memanjakan penonton sehingga tidak bosan untuk menonton dalam waktu yang cukup lama. Selain itu, sebagian komentar juga memberikan apresiasi karena bisa menjadi lebih memahami kejelasan bagaimana program-program unggulan yang diusung oleh pasangan calon Ipong – Bambang itu nanti dijalankan.

 

Selain itu, program ini pun dimeriahkan oleh band lokal “The Djadoel” yang memberikan penampilan memukau di setiap jeda segmennya, serta ditutup oleh kelompok musik “Guyon Waton” yang sudah ditunggu-tunggu oleh para pemirsa online sedari awal acara. (Mar/Jan)