MAGETAN – Suarajatim.net Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Magetan terus mengakselerasi program strategis untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kepala Dinas TPHP Kabupaten Magetan Ir,Uswatul Chasanah,MMA. menegaskan komitmen membangun sistem pertanian berkelanjutan dan berdaya saing, dengan fokus pada komoditas utama seperti padi, jagung, kedelai, serta perkebunan unggulan kopi, kakao, tembakau, dan tebu. Tanaman serealia dan pangan alternatif juga dikembangkan sebagai bagian strategi diversifikasi.
Pada komoditas padi, langkah-langkah meliputi penerapan teknologi budidaya baik, penggunaan benih unggul bersertifikat, optimalisasi pola tanam, dan pengawalan intensifikasi pertanaman. Pendampingan intensif penyuluh pertanian efektif meningkatkan indeks pertanaman dan efisiensi penggunaan pupuk, sehingga ketersediaan beras daerah tetap terjaga.
"Produksi padi menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah. Karena itu, kami terus memperkuat pendampingan teknis dan memastikan petani mendapatkan akses sarana produksi yang memadai," ujar Uswatul.
Pengembangan jagung dilakukan melalui perluasan areal tanam (termasuk lahan LMDH), peningkatan kualitas benih, dan penguatan kelembagaan kelompok tani. Sinergi dinas dengan penyuluh berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan penekanan kehilangan hasil panen.
Menurutnya, diversifikasi pangan berbasis jagung, kedelai, dan serealia lainnya menjadi strategi penting untuk mengurangi ketergantungan pada satu komoditas pokok. "Kami mendorong diversifikasi agar sistem pangan lebih tangguh," jelasnya.
Di sektor perkebunan, kopi dan kakao dikembangkan melalui program rehabilitasi dan peremajaan tanaman serta peningkatan mutu pascapanen.
Sementara untuk tembakau dan tebu, fokus diarahkan pada peningkatan kualitas bahan baku, pengendalian OPT, dan penguatan kemitraan dengan industri pengolahan. Langkah ini diharapkan memberikan nilai tambah bagi petani dan memperkuat posisi produk perkebunan Magetan di tingkat regional maupun nasional.
Sejumlah indikator menunjukkan capaian positif, di antaranya ketersediaan pangan pokok terjaga, indeks pertanaman meningkat, dan produktivitas lahan naik yang berdampak pada pendapatan petani. Penguatan cadangan pangan dilakukan melalui sinergi dengan kelembagaan petani dan optimalisasi distribusi hasil panen.
Sistem pertanian adaptif terhadap perubahan iklim juga terus dikembangkan, dengan monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitas program.Ke depan, Dinas TPHP Magetan menargetkan pembangunan pertanian yang kuat dari sisi produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
"Strategi ke depan akan diarahkan pada penguatan sistem pertanian berkelanjutan, peningkatan nilai tambah komoditas, serta ketahanan pangan yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing," tegas Uswatul.
Dengan langkah strategis tersebut, sektor pertanian dan perkebunan diharapkan tetap menjadi pilar utama pembangunan ekonomi daerah dan mendukung swasembada pangan Kabupaten Magetan.(Hst).


