Lapas Pemuda Madiun Ikuti Penguatan Tusi Pemasyarakatan, Kakanwil Soroti Peran P2U
Lapas Pemuda Madiun Ikuti Penguatan
Tusi Pemasyarakatan
MADIUN, – SUARAJATIM.net
Lapas Pemuda Madiun mengikuti kegiatan
penguatan Tugas dan Fungsi Teknis Pemasyarakatan yang disampaikan oleh Kepala
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kusnali, secara
virtual dari ruang teleconference Lapas Pemuda Madiun, Kamis. (25/06)
Kegiatan tersebut merupakan tindak
lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan yang sebelumnya disampaikan
melalui Zoom Meeting kepada seluruh jajaran pemasyarakatan. Penguatan ini
diikuti oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Jawa Timur
guna menyamakan persepsi dan langkah strategis dalam pelaksanaan tugas
pemasyarakatan.
Di Lapas Pemuda Madiun, kegiatan
diikuti langsung oleh Kepala Lapas Pemuda Madiun Rudi Kristiawan, pejabat
struktural Eselon IV dan V, JFU, JFT, jajaran regu pengamanan, Petugas Wasrik
serta petugas Pintu Pengamanan Utama (P2U).
Dalam arahannya, Kakanwil Ditjenpas
Jawa Timur Kusnali menekankan sejumlah strategi yang harus menjadi perhatian
seluruh UPT, mulai dari dukungan publikasi dan kehumasan, penguatan aspek
pengamanan, pemberantasan handphone, pungutan liar, dan narkoba (Halinar),
hingga optimalisasi pelaksanaan tugas P2U sebagai garda terdepan pengamanan di
lapas dan rutan.
Kusnali juga mengingatkan bahwa
seluruh jajaran harus mampu melaksanakan tugas secara profesional, responsif,
dan berintegritas guna mendukung terciptanya pemasyarakatan yang aman dan
kondusif.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi
Kristiawan, menyampaikan bahwa arahan yang diberikan Kakanwil merupakan pedoman
penting bagi seluruh jajaran dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
“Penguatan ini menjadi bekal bagi
seluruh petugas untuk terus meningkatkan profesionalisme dan integritas dalam
menjalankan tugas. Kami siap menindaklanjuti arahan Direktur Jenderal
Pemasyarakatan dan Kakanwil Ditjenpas Jawa Timur, khususnya dalam penguatan
pengamanan, pemberantasan Halinar, optimalisasi tugas P2U, serta peningkatan
publikasi positif sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat,” ujar Rudi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan
seluruh jajaran Lapas Pemuda Madiun semakin memahami arah kebijakan
pemasyarakatan dan mampu mengimplementasikannya secara optimal guna mewujudkan
pelayanan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan berorientasi pada hasil. (RED).
