Lestarikan Adat Leluhur, Warga Ketandan Gelar Bersih Desa di Tiga Dusun

MADIUN Suara Jatim Masyarakat Desa Ketandan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, menggelar tradisi Bersih Desa 1448 Hijriah pada Sabtu (27/6/2026). Kegiatan berlangsung di tiga dusun, yakni Dusun Ketandan, Dusun Sidodadi, dan Dusun Nguren, sebagai bentuk pelestarian adat leluhur yang diwariskan secara turun-temurun.

Karena kegiatan di Dusun Ketandan dan Dusun Sidodadi dilaksanakan pada waktu yang bersamaan, Pemerintah Desa membagi tugas. Kepala Desa Ketandan, Kristina Ernawati, menghadiri kegiatan di Dusun Ketandan, sedangkan Sekretaris Desa Amerudin, M.Pd.I menghadiri kegiatan di Dusun Sidodadi. Sementara rangkaian kegiatan di Dusun Nguren juga berlangsung dengan melibatkan masyarakat setempat.

Tradisi Bersih Desa diawali dengan doa bersama di sejumlah petilasan leluhur desa, di antaranya Eyang Sunan Jaka, Eyang Ageng Prawirokusumo, Eyang Jayadi, Eyang Demang, dan Eyang Singo Joyo. Doa dipanjatkan kepada Allah SWT sebagai bentuk penghormatan kepada para sesepuh peletak dasar Desa Ketandan, sekaligus memohon keselamatan, kesejahteraan, keberkahan, serta kehidupan masyarakat yang guyub, rukun, dan saling tolong-menolong.




Kepala Desa Ketandan, Kristina Ernawati, mengatakan tradisi Bersih Desa bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya nguri-uri budaya Jawi yang harus terus dijaga di tengah perkembangan zaman.

"Bersih Desa adalah warisan budaya leluhur yang mengandung nilai spiritual, kebersamaan, dan gotong royong. Tradisi ini merupakan bagian dari nguri-uri budaya Jawi yang tidak boleh terhapus oleh zaman. Generasi muda harus mengenal, menjaga, dan melestarikannya sebagai identitas masyarakat Desa Ketandan," ujar Kristina.

Ia menambahkan, melalui doa bersama, masyarakat tidak hanya mengenang jasa para leluhur yang membuka dan membangun Desa Ketandan, tetapi juga memohon kepada Allah SWT agar seluruh warga senantiasa diberi keselamatan, kesehatan, rezeki yang berkah, serta kehidupan yang harmonis.




Sementara itu, Sekretaris Desa Amerudin, M.Pd.I menilai tradisi Bersih Desa memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar menjaga adat.

"Tradisi ini mengajarkan masyarakat untuk selalu berserah diri kepada Allah SWT, sekaligus memperkuat persatuan, kerukunan, dan semangat gotong royong. Nilai-nilai inilah yang menjadi pondasi penting dalam membangun lingkungan dusun maupun Desa Ketandan," ungkap Amerudin.

Pelaksanaan Bersih Desa berlangsung khidmat dengan diikuti ratusan warga. Selain menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, tradisi tersebut juga menjadi ruang silaturahmi yang mempererat hubungan antarmasyarakat serta memperkokoh semangat kebersamaan dalam menjaga warisan budaya yang telah hidup selama bergenerasi.(Wit)
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Lestarikan Adat Leluhur, Warga Ketandan Gelar Bersih Desa di Tiga Dusun
  • Lestarikan Adat Leluhur, Warga Ketandan Gelar Bersih Desa di Tiga Dusun
  • Lestarikan Adat Leluhur, Warga Ketandan Gelar Bersih Desa di Tiga Dusun
  • Lestarikan Adat Leluhur, Warga Ketandan Gelar Bersih Desa di Tiga Dusun
  • Lestarikan Adat Leluhur, Warga Ketandan Gelar Bersih Desa di Tiga Dusun
  • Lestarikan Adat Leluhur, Warga Ketandan Gelar Bersih Desa di Tiga Dusun