Tempa Fisik, Mental dan Jiwa Korsa, CPNS Lapas Pemuda Madiun Tuntaskan Long March dan Pembaretan
CPNS Lapas Pemuda Madiun Tuntaskan
Long March dan Pembaretan
Madiun, – SUARAJATIM.net
Sembilan Calon Pegawai Negeri Sipil
(CPNS) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun Tahun Anggaran
2025 mengikuti kegiatan Long March dan Pembaretan sebagai bagian dari pembinaan
fisik, mental, dan disiplin sebelum resmi dilantik menjadi Pegawai Negeri Sipil
(PNS).
Kegiatan diawali dengan apel pembukaan
yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, di
Monumen Kresek, Monumen Keganasan PKI 1948, Rabu malam (17/6).
Dalam amanatnya, Kalapas Pemuda
Madiun, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai
sarana pembinaan untuk membentuk karakter CPNS yang tangguh, disiplin,
berintegritas, serta memiliki kesiapan fisik dan mental dalam menjalankan tugas
sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Imigrasi dan
Pemasyarakatan.
"Kegiatan ini bukan sekadar
perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan mental dan karakter. Saya berharap
seluruh peserta dapat mengambil makna dari setiap proses yang dilalui sebagai
bekal dalam menjalankan tugas dan pengabdian setelah resmi dilantik menjadi PNS
murni 100 persen di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,"
ujar Rudi.
Usai apel, Kalapas secara simbolis
melepas peserta long march dengan mengibarkan bendera start sebagai tanda
dimulainya perjalanan sejauh kurang lebih 15 kilometer. Selama perjalanan, para
peserta diwajibkan menyelesaikan berbagai tantangan di setiap pos yang telah
disiapkan panitia.
Terdapat empat pos yang harus dilalui
peserta. Masing-masing pos dirancang untuk menguji ketahanan fisik, mental,
disiplin, serta wawasan peserta terkait peraturan perundang-undangan, tugas dan
fungsi pemasyarakatan, serta nilai-nilai dasar yang harus dimiliki sebagai
insan Pemasyarakatan.
Di Pos 1 hingga Pos 3, panitia
memberikan berbagai pertanyaan dan tantangan yang harus dijawab peserta sebagai
bentuk evaluasi terhadap pemahaman, kesiapan, dan komitmen mereka sebelum resmi
menyandang status sebagai Pegawai Negeri Sipil.
Setibanya di Pos 4 yang berada di area
makam, para peserta secara bergantian memasuki lokasi untuk mencari dan
mengambil baret sesuai dengan nama masing-masing. Setelah berhasil menemukan
baret, peserta melanjutkan perjalanan menuju Lapas Pemuda Madiun untuk
mengikuti prosesi pembaretan.
Prosesi pembaretan berlangsung khidmat
dan penuh makna. Kegiatan diawali dengan mencium Bendera Merah Putih, Pataka
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta Pataka Pemasyarakatan sebagai
simbol kesetiaan dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Selanjutnya, para peserta secara
bergantian maju ke hadapan Kalapas dan mengambil sikap penghormatan untuk
menerima siraman air kembang tujuh rupa yang melambangkan penyucian diri serta
kesiapan mengemban amanah sebagai insan Pemasyarakatan. Prosesi kemudian
dilanjutkan dengan penyematan baret secara langsung oleh Kepala Lapas Pemuda
Madiun.
Suasana haru dan penuh kebanggaan
tampak menyelimuti prosesi tersebut ketika setiap peserta bergantian menerima
baret sebagai simbol keberhasilan menyelesaikan seluruh rangkaian pembinaan.
Dalam amanat penutupnya, Kalapas Rudi
Kristiawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja
keras sehingga kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Ia juga
mengucapkan selamat kepada sembilan CPNS yang telah berhasil menyelesaikan
seluruh tahapan kegiatan.
"Selamat kepada seluruh peserta
yang telah menunjukkan semangat, disiplin, dan daya juang yang luar biasa.
Jadikan baret yang kalian kenakan hari ini sebagai pengingat bahwa tugas
sebagai insan Pemasyarakatan menuntut integritas, loyalitas, profesionalisme,
dan tanggung jawab yang tinggi," tegasnya.
Salah satu peserta, Prima Dwi Aryana,
mengaku memperoleh pengalaman yang sangat berharga selama mengikuti kegiatan
tersebut. Menurutnya, setiap tahapan yang dilalui memberikan pelajaran penting
tentang arti perjuangan, kekompakan, serta tanggung jawab sebagai calon
aparatur negara.
"Kegiatan ini sangat berkesan
bagi saya. Selain menguji kemampuan fisik dan mental, kami juga belajar tentang
kerja sama, kedisiplinan, dan nilai-nilai pengabdian yang harus dimiliki
sebagai insan Pemasyarakatan. Pengalaman ini akan menjadi motivasi bagi kami
untuk memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara," ungkap
Prima.
Dengan semangat kebersamaan dan jiwa
korsa yang terbangun selama kegiatan, diharapkan seluruh CPNS mampu menjadi
insan Pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, disiplin, serta siap
mengemban tugas dan tanggung jawab dalam mendukung penyelenggaraan sistem
pemasyarakatan yang semakin maju dan humanis. (RED).
