Dari Laporan Warga Menjadi Mata Awal Keamanan Nasional, Polri Kembangkan Sistem Pengaduan Kontinjensi Realtime
Jakarta – SUARAJATIM.net
Ketika sebuah informasi muncul di
tengah masyarakat, hitungan menit sering kali menjadi pembeda antara situasi
yang terkendali dan ancaman yang berkembang menjadi krisis. Menyadari perubahan
pola ancaman di era digital, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mulai
membangun sistem pengelolaan pengaduan masyarakat yang lebih cepat,
terintegrasi, dan berbasis data realtime.
Gagasan tersebut diwujudkan melalui
proyek perubahan yang digagas Kombes Pol. Hari Brata, S.I.K., M.H. dengan tema
*“Membangun Manajemen Pengaduan Kontinjensi Responsif Terintegrasi sebagai
Resiliensi Keamanan Nasional.”*
Proyek ini tidak sekadar menghadirkan
inovasi teknologi, tetapi membawa perubahan cara pandang dalam melihat
pengaduan masyarakat. Jika sebelumnya laporan masyarakat lebih banyak
diperlakukan sebagai administrasi pelayanan, kini informasi tersebut diarahkan
menjadi sumber intelijen awal yang dapat membantu Polri membaca potensi
gangguan keamanan sejak dini.
Mengubah Pola Lama: Dari Menunggu
Laporan Menjadi Membaca Ancaman
Perkembangan teknologi informasi telah
mengubah perilaku masyarakat dalam menyampaikan informasi. Media sosial,
platform digital, dan berbagai kanal komunikasi membuat sebuah peristiwa dapat
diketahui publik hanya dalam hitungan detik.
Namun, kecepatan arus informasi
tersebut juga menghadirkan tantangan baru. Informasi yang tidak segera
diverifikasi dapat berkembang menjadi kepanikan, sementara laporan yang
memiliki potensi kontinjensi membutuhkan respons cepat agar tidak berkembang menjadi
gangguan keamanan yang lebih besar.
Melalui sistem baru ini, setiap
pengaduan masyarakat diarahkan untuk melalui proses penerimaan, verifikasi,
analisis, distribusi, hingga pemantauan tindak lanjut dalam satu sistem yang
terintegrasi.
“Pengaduan masyarakat harus kita
kelola bukan hanya sebagai laporan yang masuk, tetapi menjadi informasi
strategis yang dapat mendukung deteksi dini dan mempercepat respons Polri.
Karena itu, sistemnya harus responsif, terintegrasi, realtime, dan mampu mendukung
pengambilan keputusan secara cepat dan tepat,” ujar Hari Brata dalam
keterangannya di Jakarta, Senin (17/8/2026).
Dashboard Realtime untuk Keputusan
Cepat
Salah satu bagian penting dalam proyek
perubahan ini adalah pengembangan Dashboard Monitoring Pengaduan Kontinjensi
Realtime.
Melalui dashboard tersebut, informasi
pengaduan dapat dipantau secara lebih cepat dan terpusat. Data yang masuk tidak
hanya menjadi catatan laporan, tetapi dapat menjadi bahan analisis bagi
pimpinan untuk menentukan langkah operasional.
Sistem ini juga diarahkan untuk
memperkuat Daily Operating Reporting System (DORS) yang telah dimiliki Polri,
sehingga cakupan informasi tidak hanya terbatas pada kejadian kriminal
konvensional, tetapi juga berbagai kejadian kontinjensi yang membutuhkan
penanganan segera.
Dengan dukungan sistem digital
tersebut, informasi mengenai suatu kejadian dapat segera diteruskan kepada
fungsi yang berwenang, termasuk mekanisme pengerahan personel maupun satuan
terkait untuk melakukan mitigasi.
Kecepatan inilah yang menjadi kunci
dalam menghadapi situasi kontinjensi, karena keterlambatan dalam mengambil
keputusan dapat meningkatkan risiko dan memperbesar dampak terhadap masyarakat.
Teknologi Bukan Satu-Satunya Kunci
Meski berbasis teknologi, Hari Brata
menegaskan bahwa keberhasilan transformasi pengelolaan pengaduan tidak hanya
ditentukan oleh aplikasi atau sistem digital.
Menurutnya, teknologi hanyalah
instrumen pendukung. Faktor utama tetap berada pada kesiapan personel, kesamaan
pola kerja, kualitas koordinasi, serta komitmen seluruh unsur yang terlibat.
“Teknologi adalah salah satu
instrumen. Yang tidak kalah penting adalah kesiapan personel, kesamaan pola
kerja, koordinasi lintas fungsi dan kolaborasi dengan stakeholder. Semua harus
bergerak dalam satu sistem agar respons terhadap pengaduan masyarakat benar-benar
cepat dan terintegrasi,” jelasnya.
Karena itu, proyek perubahan ini juga
mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui workshop pelayanan
pengaduan kontinjensi serta penyusunan komitmen bersama dalam penanganan
laporan secara terpadu.
Memperkuat Kepercayaan Publik Melalui
Respons Cepat
Polri sebenarnya telah memiliki
berbagai modal pendukung dalam transformasi ini, seperti layanan *Call Center
110, **Dumas Presisi*, command center, jaringan komunikasi data, serta
infrastruktur teknologi informasi.
Pengembangan manajemen pengaduan
kontinjensi menjadi langkah lanjutan untuk menghubungkan berbagai sumber
informasi tersebut dalam satu ekosistem pelayanan publik yang lebih efektif.
Harapannya, masyarakat tidak hanya
melihat Polri sebagai institusi yang hadir setelah kejadian terjadi, tetapi
sebagai organisasi yang mampu membaca risiko, mencegah eskalasi, dan memberikan
respons cepat ketika masyarakat membutuhkan.
Melalui sistem pengaduan yang realtime
dan terintegrasi, Polri berupaya membangun pola pelayanan baru: *lebih cepat
dalam menerima informasi, lebih tepat dalam mengambil keputusan, dan lebih kuat
dalam menjaga keamanan nasional.
Transformasi ini menjadi bagian dari
upaya menghadirkan pelayanan publik yang modern, profesional, dan semakin dekat
dengan kebutuhan masyarakat di era digital. (yahya)
