Kakanwil Resmikan SAE Lapas Pemuda Madiun, Ada 1.000 Ayam Petelur, Peternakan Kambing dan Kolam Lele
Kakanwil Resmikan Sarana Asimilasi Edukasi
Lapas Pemuda Madiun
Madiun — SUARAJATIM.net
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda
Kelas IIA Madiun resmi mengembangkan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) sebagai
wadah pembinaan kemandirian warga binaan di bidang peternakan dan perikanan,
yang bertempat di branggang dalam Lapas, Rabu (12/8/2026).
Peresmian diikuti oleh Kepala Kantor
Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jawa Timur,
Kusnali, bersama Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, Kepala UPT
Pemasyarakatan Korwil Madiun, stakeholder, serta Forkopimda.
SAE Lapas Pemuda Madiun saat ini
dikembangkan melalui peternakan sekitar 1.000 ekor ayam petelur, budidaya ikan
lele dengan sistem bioflok, serta peternakan kambing. Program tersebut menjadi
bagian dari upaya membekali warga binaan dengan keterampilan sekaligus
mendukung ketahanan pangan.
Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Timur,
Kusnali, mengatakan peternakan ayam petelur mulai memasuki masa produksi dan
telah dilakukan panen perdana.
“Peternakan ayam petelur sekitar 1.000
ekor. Kita sudah panen perdana, meskipun telurnya masih kecil-kecil karena baru
mulai bertelur,” ujar Kusnali.
Menurutnya, kebutuhan telur di lapas
dan rutan se-Jawa Timur mencapai sekitar 23 ton per bulan. Sementara itu,
produksi internal saat ini baru sekitar 9 ton per bulan. Kondisi tersebut
menunjukkan masih terdapat peluang besar untuk meningkatkan produktivitas SAE
di lingkungan pemasyarakatan.
Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda
Kelas IIA Madiun, Rudi Kristiawan, mengatakan pengembangan SAE juga menjadi
langkah untuk mengoptimalkan lahan yang sebelumnya belum termanfaatkan secara
maksimal.
“Dulu lahan branggang ini hanya
dipenuhi rumput dan belum memberikan nilai tambah. Sekarang kami manfaatkan
untuk mendukung kegiatan peternakan, termasuk rumput yang dapat digunakan
sebagai pakan kambing. Jadi, lahan yang sebelumnya merupakan lahan tidur kami
sulap menjadi lahan yang produktif dan memberikan manfaat,” ujar Rudi.
Ia menambahkan, pemanfaatan lahan
tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas Pemuda Madiun untuk mengembangkan
pembinaan kemandirian secara berkelanjutan. Dari lahan tidur menjadi lahan
makmur, diharapkan SAE tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga menjadi
ruang belajar bagi warga binaan untuk mengelola usaha secara produktif.
Peresmian SAE Lapas Pemuda Kelas IIA
Madiun juga menjadi bagian dari implementasi 15 Program Akselerasi Kementerian
Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya dalam mendorong pembinaan
kemandirian warga binaan dan mendukung program ketahanan pangan. (red).
