Rehabilitasi Jalan Inspeksi Arah Dam Bringin di Desa Tulung Diharapkan Beri Manfaat bagi Masyarakat
MAGETAN –Suarajatim.net Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bidang Sumber Daya Air (SDA) terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur pendukung pengelolaan sumber daya air. Salah satunya melalui pekerjaan Rehabilitasi Jalan Inspeksi Jl. Bringin yang berlokasi di Desa Tulung, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, arah Dam Bringin.
Pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp99.040.500 dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender. Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada CV. Tiga Enam Sembilan, dengan konsultan pengawas CV. Sketsa Konsultan.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Magetan, Yuli K. Iswahyudi, S.T., M.T., menjelaskan bahwa Rehabilitasi jalan inspeksi tersebut tidak semata-mata untuk mendukung aktivitas petugas, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan jaringan pengairan.
Menurut Yuli, jalan inspeksi memiliki fungsi penting sebagai akses untuk melakukan pemantauan, pengawasan, serta pemeliharaan jaringan dan bangunan sumber daya air. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, petugas akan lebih mudah melakukan pengecekan apabila terjadi kerusakan maupun gangguan pada infrastruktur pengairan.
“Jalan inspeksi ini tentunya bukan hanya untuk kepentingan petugas. Keberadaannya juga diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, karena akses yang baik akan mendukung aktivitas warga, terutama masyarakat yang berkaitan dengan kegiatan pertanian dan pengelolaan lahan di sekitar jaringan pengairan,” jelas Yuli.
Ia menambahkan, akses jalan yang lebih layak juga dapat membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Terlebih, kawasan sekitar jaringan sumber daya air memiliki keterkaitan erat dengan kegiatan pertanian dan mobilitas warga.
“Dengan diperbaikinya akses ini, harapannya mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah dan lancar. Di sisi lain, kami juga lebih mudah dalam melakukan pengawasan serta pemeliharaan jaringan sumber daya air. Jadi manfaatnya bisa dirasakan bersama,” ujarnya.
Yuli menegaskan, keberadaan jalan inspeksi merupakan bagian penting dalam mendukung keberlangsungan fungsi infrastruktur sumber daya air. Pemeliharaan akses diperlukan agar kegiatan pengawasan dan pemeliharaan jaringan dapat berjalan optimal sekaligus menjaga fungsi jaringan pengairan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Harapan kami, setelah pekerjaan selesai, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara langsung. Infrastruktur yang dibangun pemerintah harus benar-benar memiliki nilai guna, mendukung aktivitas masyarakat dan pertanian, serta membantu menjaga keberlangsungan fungsi sumber daya air,” pungkasnya.(Hst).
