25 Warga Binaan Baru dari Lapas Mojokerto Diterima, Lapas Pemuda Madiun Siap Berikan Pembinaan Optimal
25 Warga Binaan Baru dari Lapas
Mojokerto Diterima di Lapas Pemuda Madiun
Madiun, – SUARAJATIM.net
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda
Kelas IIA Madiun menerima 25 Warga Binaan pindahan dari Lapas Kelas IIB
Mojokerto. Pemindahan tersebut dilakukan dalam rangka pemerataan penempatan dan
mendukung kelancaran proses pembinaan Warga Binaan, Jumat (25/9).
Setibanya di Lapas Pemuda Madiun,
seluruh Warga Binaan menjalani serangkaian tahapan pemeriksaan sebagai bagian
dari proses admisi dan orientasi. Petugas terlebih dahulu melakukan verifikasi
dan pemeriksaan identitas guna memastikan kesesuaian data administrasi setiap
Warga Binaan dengan dokumen pemindahan yang telah diterima.
Selain pemeriksaan administrasi,
petugas keamanan melaksanakan pemeriksaan badan dan barang bawaan secara
menyeluruh. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat barang
terlarang yang masuk ke dalam Lapas sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban
lingkungan pemasyarakatan.
Tidak hanya pemeriksaan administrasi
dan keamanan, tim medis Lapas Pemuda Madiun turut melakukan pemeriksaan
kesehatan terhadap seluruh Warga Binaan yang baru tiba. Pemeriksaan meliputi
kondisi kesehatan umum, pendataan riwayat penyakit, serta riwayat pengobatan
yang sedang maupun pernah dijalani.
Sebagai bagian dari proses admisi dan
orientasi, pemotongan rambut juga dilakukan untuk menjaga kebersihan,
kesehatan, dan kerapian Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan di Lapas
Pemuda Madiun.
Setelah seluruh tahapan pemeriksaan
selesai, setiap Warga Binaan menerima empat stel baju dinas (baju dis) yang
akan digunakan sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku. Pemberian baju dinas
tersebut merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar sekaligus mendukung
terciptanya ketertiban, kedisiplinan, dan keseragaman di lingkungan Lapas.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas
(Ka.KPLP), Kinayung Nirwana, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian penerimaan
Warga Binaan dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku dengan
mengedepankan aspek keamanan dan ketertiban.
“Setiap Warga Binaan yang masuk wajib
melalui tahapan pemeriksaan secara menyeluruh. Hal ini penting untuk memastikan
kondisi mereka, kelengkapan administrasi, serta barang bawaan telah sesuai
dengan ketentuan. Kami juga memastikan proses penerimaan berjalan aman, tertib,
dan humanis,” ujar Kinayung.
Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda
Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa penerimaan Warga Binaan baru
merupakan bagian dari tanggung jawab Lapas dalam memberikan pelayanan dan
pembinaan secara optimal.
“Setelah diterima di Lapas Pemuda
Madiun, mereka akan mengikuti proses pembinaan sesuai dengan ketentuan yang
berlaku. Kami berharap seluruh Warga Binaan dapat mengikuti setiap program
dengan tertib, disiplin, dan sungguh-sungguh sebagai bekal untuk kembali ke
masyarakat nantinya,” tegas Rudi.
Melalui proses admisi dan orientasi
yang dilaksanakan secara terstruktur, Lapas Pemuda Madiun berkomitmen
memastikan setiap Warga Binaan yang baru diterima memperoleh pelayanan dasar,
pemeriksaan kesehatan, serta penempatan yang sesuai, sebagai bagian dari upaya
menciptakan pelaksanaan pembinaan yang aman, tertib, dan berkelanjutan. (RED).

