Perkuat Tata Kelola dan Integritas, Lapas Pemuda Madiun Ikuti Pengarahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan
Lapas Pemuda Madiun Ikuti Pengarahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan
Madiun, — SUARAJATIM.net
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda
Kelas IIA Madiun mengikuti pengarahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan bersama
jajaran pemasyarakatan seluruh Indonesia melalui Zoom Meeting, Selasa (29/9).
Kegiatan tersebut diikuti Kepala Lapas
Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, beserta jajaran struktural dan staf di ruang
teleconference Lapas Pemuda Madiun.
Pengarahan tersebut menjadi penguatan
bagi jajaran Lapas Pemuda Madiun untuk terus membenahi tata kelola, memperkuat
integritas, dan meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan,
Mashudi, memberikan sejumlah arahan terkait penguatan integritas dan kekompakan
jajaran, kesetaraan perlakuan terhadap Warga Binaan, penataan fasilitas sesuai
peruntukan, pengawasan, serta ketelitian dalam proses pemberian remisi.
Penguatan peran Balai Pemasyarakatan (Bapas) juga menjadi salah satu perhatian
dalam pengarahan tersebut.
“Kalau kalian sayang dan cinta sama
pemasyarakatan, tolong dijaga. Dijaga integritas, dijaga kekompakan. Satu sama
lain saling mengingatkan. Hal yang tidak benar diingatkan,” ujar Mashudi.
Mashudi juga menegaskan pentingnya
memastikan seluruh Warga Binaan mendapatkan perlakuan yang setara serta
mendorong Kantor Wilayah dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk memberikan
dukungan terhadap pelaksanaan tugas Bapas, termasuk penguatan keberadaan pos
Bapas di wilayah.
Sementara itu, Inspektur Jenderal
Pemasyarakatan, Rudi Setiawan, menyampaikan bahwa kondisi yang dihadapi
pemasyarakatan menjadi momentum untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.
Perbaikan tata kelola, menurutnya, perlu dilakukan sejak Warga Binaan masuk,
menjalani proses perawatan dan pembinaan, mendapatkan pembekalan, hingga
kembali ke masyarakat.
“Langkah yang paling tepat saat ini
adalah kita melakukan recovery. Perbaikan tata kelola harus dilakukan dari
mulai Warga Binaan masuk, proses rawat, proses bimbing, proses pembekalan
sampai akhirnya proses bebas. Ini semuanya harus ditata sesuai aturan dan
harapan masyarakat,” tegas Rudi.
Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda
Madiun, Rudi Kristiawan, menyambut positif arahan tersebut sebagai penguatan
bagi seluruh jajaran dalam melaksanakan tugas dan fungsi pemasyarakatan secara
profesional, berintegritas, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pengarahan ini menjadi pengingat
sekaligus penguatan bagi kami untuk terus melakukan pembenahan. Kami
berkomitmen menjaga integritas, memperkuat kekompakan jajaran, memastikan
pelayanan diberikan secara adil dan setara, serta melaksanakan seluruh proses
pemasyarakatan sesuai aturan. Setiap arahan akan kami tindak lanjuti melalui
penguatan pengawasan dan evaluasi internal secara berkelanjutan,” ungkap Rudi.
Melalui pengarahan tersebut, Lapas
Pemuda Madiun berkomitmen menjadikan penguatan tata kelola dan integritas
sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam mewujudkan penyelenggaraan
pemasyarakatan yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada
pelayanan. (RED).

