Sosialisasi NAPZA di SMK Yosonegoro, Pelajar Dibekali Pemahaman Bahaya Narkoba dan Kenakalan Remaja
MAGETAN - Suarajatim.net Upaya mencegah kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkotika terus dilakukan di lingkungan pendidikan. SMK Yosonegoro Magetan menggelar sosialisasi tentang NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) sebagai langkah memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai berbagai risiko yang dapat mengancam masa depan generasi muda.
Kegiatan tersebut berlangsung di aula SMK Yosonegoro Magetan dengan menghadirkan Sofyan Yusroni bersama tim dari DPD LIRA Magetan sebagai narasumber. Para pelajar mendapatkan materi mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA, kenakalan remaja, hingga dampak sosial dan hukum yang dapat ditimbulkan.
Kepala SMK Yosonegoro Magetan, Moh. Amin, mengatakan edukasi mengenai bahaya NAPZA perlu diberikan sejak dini. Menurutnya, pelajar perlu mengetahui konsekuensi dari penyalahgunaan narkoba, baik dari sisi kesehatan, sosial maupun hukum.
“Memberikan pemahaman dini kepada pelajar mengenai risiko hukum, sosial, dan kesehatan dari NAPZA,” ujar Moh. Amin.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mencegah keterlibatan pelajar dalam berbagai bentuk kenakalan remaja. Selain penyalahgunaan obat terlarang, kenakalan tersebut dapat berupa pergaulan bebas, tawuran maupun perilaku negatif lainnya.
Menurutnya, pembentukan karakter dan ketahanan diri menjadi penting agar pelajar mampu mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi pengaruh negatif dari lingkungan maupun teman sebaya. Pelajar diharapkan tidak hanya mampu menjaga dirinya sendiri, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan positif di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Sementara itu, narasumber dari DPD LIRA Magetan, Sofyan Yusroni, mengatakan pihaknya kini tidak hanya memberikan perhatian terhadap persoalan korupsi, tetapi juga berupaya turun langsung memberikan edukasi kepada generasi muda.
“Saya sudah seperti capek mengurus perkara korupsi di negeri ini. Sekarang kami juga fokus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada generasi muda, seperti anak-anak SMA, SMK, bahkan di kampus-kampus,” kata Sofyan.
Ia menilai persoalan kenakalan remaja dan penyalahgunaan NAPZA perlu mendapatkan perhatian serius. Menurutnya, generasi muda harus dibekali pengetahuan yang cukup agar tidak mudah terpengaruh lingkungan maupun pergaulan yang berpotensi membawa mereka pada penyalahgunaan narkoba.
“Bahaya kenakalan remaja dan penyalahgunaan NAPZA sudah sangat mengkhawatirkan di kalangan generasi muda saat ini,” tegasnya.
Sofyan menambahkan, sosialisasi tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai jenis-jenis NAPZA sekaligus risiko hukum yang dapat muncul apabila terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.
Selain pengetahuan, lanjutnya, penguatan karakter juga menjadi bagian penting dalam pencegahan. Remaja diharapkan memiliki keberanian untuk menolak ajakan negatif, termasuk tekanan dari lingkungan pertemanan yang dapat mendorong pada perilaku menyimpang.
“Tujuan kami agar mereka tidak terjerumus pada kenakalan remaja dan penyalahgunaan NAPZA. Kami ingin membangun ketahanan diri mereka agar berani menolak pergaulan bebas dan pengaruh buruk teman sebaya,” jelas Sofyan.
Ia berharap edukasi tersebut dapat ikut menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta membangun kesadaran bersama untuk mencegah peredaran gelap narkotika di lingkungan masyarakat.
“Ciptakan lingkungan aman, mewujudkan sekolah dan lingkungan masyarakat yang bersih dari peredaran gelap narkotika,” pungkasnya.

