MAGETAN –Suarajatim.net Pemerintah Kabupaten Magetan terus memperkuat komitmen dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi warganya. Melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora), Pemkab kembali mengalokasikan anggaran Rp1 miliar pada tahun 2026 untuk membantu mahasiswa dari keluarga prasejahtera.
Program bantuan pendidikan ini telah berjalan sejak 2022 dan menunjukkan tren peningkatan signifikan. Jika pada awal pelaksanaan anggaran hanya Rp250 juta, jumlah tersebut terus bertambah setiap tahun. Bahkan pada 2025, total dana yang digelontorkan untuk beasiswa mahasiswa mencapai Rp2 miliar.
Kepala Dikpora Magetan, Suwata, menyampaikan bahwa alokasi anggaran tahun ini masih berpotensi bertambah melalui perubahan anggaran daerah.
“Masih ada peluang di anggaran perubahan, sehingga secara total kemungkinan tidak akan berkurang,” ujarnya.
Dana Rp1 miliar tersebut direncanakan menjangkau sekitar 166 mahasiswa yang sedang menempuh studi di berbagai perguruan tinggi. Kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Suwata, gagasan program ini salah satunya muncul seiring rencana pembangunan kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Magetan. Kehadiran perguruan tinggi di daerah dinilai harus diimbangi dengan kesiapan generasi muda lokal untuk memanfaatkan peluang tersebut.
“Kalau ada kampus di Magetan, anak-anak daerah harus bisa merasakan manfaatnya. Jangan sampai terhambat hanya karena faktor biaya,” tegasnya.
Ia menambahkan, semakin tinggi angka partisipasi pendidikan masyarakat, maka dampaknya akan terasa pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Magetan.
Adapun penerima bantuan ditentukan berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya masyarakat dalam kategori Desil 1 hingga Desil 5. Selain berpedoman pada data tersebut, Dikpora juga melakukan proses verifikasi agar program tepat sasaran dan benar-benar diterima mahasiswa yang membutuhkan.
Dengan langkah ini, Pemkab Magetan berharap peluang menempuh pendidikan tinggi semakin terbuka lebar bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu.(Hst).


