Giliran Desa Tanggung Tulungagung yang Mendapat Sosialisasi Program MBG

Redaksi
Senin, 23 Februari 2026
Last Updated 2026-02-23T12:06:43Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 


Anggota DPR RI Sosialisasikan Program MBG di Desa Tanggung, Tulungagung


Tulungagung, Jawa Timur (23/2) – SUARAJATIM.net


Desa Tanggung menjadi daerah berikutnya yang mendapat sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN).


Pemerintah saat ini memang tengah gencar melakukan kegiatan sosialisasi program MBG ke masyarakat untuk memberikan pembekalan mengenai pentingnya asupan gizi sejak dini.


Pemerintah menggelar sosialisasi program MBG kali ini dengan bertempat di GOR Menara Eva, Desa Tanggung, Kec. Campudarat, Kab.Tulungagung, pada Minggu (22/2).


Sosialisasi yang dimulai pada pukul 08.00 WIB itu dihadiri oleh ratusan peserta yang sudah menantikan program strategis MBG.


Acara sosialisasi program MBG ini dihadiri langsung oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi yang menjelaskan mengenai latar belakang dari kebijakan mendirikan program Makan Bergizi Gratis. Pemenuhan gizi sejak dini penting dilakukan khususnya kepada para siswa-siswi.


Kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaksanakan di Desa Ngepeh wilayah utara dengan melibatkan siswa, guru, dan perwakilan sekolah. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pelaksanaan program MBG sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan gizi bagi peserta didik,” ujar Nurhadi.


“Sebagai contoh SMK Bantengan termasuk salah satu sekolah yang akan menerima Program Makan Bergizi Gratis. Sekolah lain yang belum memperoleh program diarahkan untuk berkoordinasi ke pihak Satuan Pelyanan Pemenuhan Gizi (SPPG)/Korcam setempat untuk proses pengusulan lebih lanjut,” tambahnya.


Lebih lanjut, Nurhadi menekankan bahwa gizi memiliki peranan penting terhadap kesehatan, pertumbuhan fisik, serta tingkat kecerdasan anak. Meski begitu, rata-rata tingkat kecerdasan masyarakat Indonesia masih relatif rendah dibandingkan beberapa negara lain di Asia Tenggara.


Kondisi ini disebabkan salah satunya oleh pola makan yang kurang bergizi, seperti konsumsi makanan instan atau makanan sederhana tanpa kandungan protein dan sayur yang cukup.


Oleh karena itu, pelaksanaan program MBG diharapkan dapat membantu memperbaiki asupan gizi siswa sehingga mendukung peningkatan kesehatan, konsentrasi belajar, dan prestasi akademik.” tutup Nurhadi. (RED).

 

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl