Anggota DPR RI Sosialisasikan Program MBG di Desa
Tanggung, Tulungagung
Tulungagung, Jawa Timur (23/2) – SUARAJATIM.net
Desa Tanggung menjadi daerah berikutnya yang mendapat sosialisasi program
Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi
Nasional (BGN).
Pemerintah saat ini memang tengah gencar melakukan kegiatan sosialisasi
program MBG ke masyarakat untuk memberikan pembekalan mengenai pentingnya
asupan gizi sejak dini.
Pemerintah menggelar sosialisasi program MBG kali ini dengan bertempat di GOR Menara Eva, Desa Tanggung, Kec. Campudarat, Kab.Tulungagung, pada Minggu (22/2).
Sosialisasi yang dimulai pada pukul 08.00 WIB itu dihadiri oleh ratusan
peserta yang sudah menantikan program strategis MBG.
Acara
sosialisasi program MBG ini dihadiri
langsung oleh Anggota
Komisi IX DPR RI, Nurhadi yang menjelaskan mengenai latar
belakang dari kebijakan mendirikan program Makan Bergizi Gratis. Pemenuhan gizi
sejak dini penting dilakukan khususnya kepada para siswa-siswi.
“Kegiatan sosialisasi Program Makan
Bergizi Gratis (MBG) dilaksanakan di Desa Ngepeh wilayah utara dengan
melibatkan siswa, guru, dan perwakilan sekolah. Kegiatan ini bertujuan
memberikan pemahaman mengenai pelaksanaan program MBG sekaligus meningkatkan kesadaran
akan pentingnya pemenuhan gizi bagi peserta didik,” ujar Nurhadi.
“Sebagai contoh SMK Bantengan termasuk salah satu
sekolah yang akan menerima Program Makan Bergizi Gratis. Sekolah lain yang
belum memperoleh program diarahkan untuk berkoordinasi ke pihak Satuan Pelyanan Pemenuhan Gizi (SPPG)/Korcam setempat untuk proses
pengusulan lebih lanjut,” tambahnya.
Lebih lanjut, Nurhadi menekankan bahwa
gizi memiliki peranan penting terhadap kesehatan, pertumbuhan fisik, serta
tingkat kecerdasan anak. Meski begitu,
rata-rata tingkat kecerdasan masyarakat Indonesia masih relatif rendah
dibandingkan beberapa negara lain di Asia Tenggara.
Kondisi
ini disebabkan salah
satunya oleh
pola makan yang kurang bergizi, seperti konsumsi makanan instan atau makanan
sederhana tanpa kandungan protein dan sayur yang cukup.
“Oleh karena itu, pelaksanaan program
MBG diharapkan dapat membantu memperbaiki asupan gizi siswa sehingga mendukung
peningkatan kesehatan, konsentrasi belajar, dan prestasi akademik.” tutup Nurhadi. (RED).


