Madiun,
– SUARAJATIM.net
Aktivitas
dapur Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun telah dimulai.
Di
tengah suasana yang masih sunyi, petugas dapur bersama warga binaan yang
bertugas sebagai tamping dapur tampak sibuk menyiapkan hidangan sahur bagi
warga binaan yang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan 1447 H.
Proses
penyediaan makanan dilakukan secara terstruktur dan sesuai standar yang
berlaku. Bahan makanan yang datang terlebih dahulu diperiksa kualitas dan
kelayakannya sebelum diolah.
Selanjutnya,
bahan melalui tahapan pemotongan, pembersihan, dan pencucian dengan
memperhatikan aspek kebersihan dan keamanan pangan. Setelah itu, bahan diolah
menjadi menu sahur bergizi yang disesuaikan dengan kebutuhan warga binaan.
Seluruh
rangkaian kegiatan pengolahan diawasi langsung oleh petugas untuk memastikan
prosedur dijalankan dengan baik.
Kebersihan
peralatan, kehigienisan bahan, serta tingkat kematangan makanan menjadi
perhatian utama sebelum makanan dikemas dan didistribusikan ke masing-masing
blok hunian.
Kepala
Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Setyawan Nugroho Endiyanto,
menyampaikan bahwa pembagian makan sahur dilaksanakan secara terjadwal dengan
pengawasan ketat guna menjamin seluruh warga binaan menerima haknya secara
merata.
“Kegiatan
pembagian sahur dilakukan secara terjadwal dengan pengawasan ketat dari
petugas. Makanan yang dibagikan telah melalui proses pemeriksaan dan dipastikan
dalam kondisi layak konsumsi sesuai standar yang berlaku. Petugas menyusuri
setiap blok hunian untuk membagikan makanan secara langsung kepada warga
binaan, sehingga seluruhnya dapat menerima hak mereka tanpa terkecuali. Selain
itu, distribusi juga dilakukan tepat waktu agar warga binaan dapat melaksanakan
sahur dengan baik sebelum waktu imsak tiba,” ujarnya.
Sementara
itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Wahyu Susetyo, menegaskan bahwa pemenuhan hak
warga binaan, termasuk hak memperoleh makanan yang layak selama Ramadan,
merupakan komitmen yang terus dijaga oleh jajaran Lapas.
“Melalui
pelayanan yang optimal dan pengawasan yang konsisten, kami berkomitmen untuk
memastikan setiap warga binaan memperoleh haknya secara adil dan manusiawi.
Momentum Ramadan ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus meningkatkan
kualitas pelayanan, termasuk dalam penyediaan makanan yang sehat, bergizi, dan
layak konsumsi,” tegasnya.
Ia
menambahkan, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari upaya
pembinaan yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan penghormatan terhadap
hak-hak warga binaan.
Dengan
pengelolaan yang tertib dan penuh tanggung jawab, Lapas Pemuda Madiun berharap
suasana Ramadan di lingkungan pemasyarakatan dapat berlangsung khusyuk, aman,
dan penuh makna bagi seluruh warga binaan. (RED).


