Bupati Magetan Nanik Sumantri Tanggapi Surat Terbuka, Tegaskan Komitmen Transparansi dan Penanganan Banjir

Redaksi
Sabtu, 11 April 2026
Last Updated 2026-04-11T12:36:24Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
www.suarajatim.net




Magetan –Suarajatim.net Bupati Magetan, Nanik Sumantri, memberikan tanggapan atas surat terbuka yang ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Magetan. Melalui keterangan resmi, Pemkab menegaskan komitmennya dalam meluruskan informasi yang berkembang sekaligus memperkuat keterbukaan informasi publik, Sabtu (11/4/2026).


Dalam pernyataannya, Bupati Nanik Sumantri menyampaikan bahwa setiap kebijakan publik tidak lepas dari beragam respons masyarakat. Baik kritik maupun dukungan dinilai sebagai bagian penting dalam proses komunikasi publik yang sehat dan konstruktif.


“Partisipasi masyarakat melalui kritik dan saran merupakan elemen penting dalam menjaga demokrasi dan transparansi di Magetan,” ujarnya.


Menanggapi isu banjir yang sempat melanda sejumlah wilayah, Pemkab Magetan menjelaskan bahwa penyebab banjir bersifat kompleks. Tidak hanya dipengaruhi faktor alam, tetapi juga aspek teknis dan perilaku manusia.


Pemerintah daerah telah melakukan evaluasi menyeluruh pasca kejadian. Berbagai langkah penanganan disiapkan secara bertahap, mulai dari solusi jangka pendek hingga jangka panjang. Upaya tersebut mencakup penataan sistem irigasi dan drainase serta penguatan regulasi pemanfaatan lahan.

Meski demikian, Bupati mengakui bahwa pelaksanaan solusi tidak dapat dilakukan secara serentak dan harus melalui skala prioritas.“Penanganan banjir tetap berjalan sesuai ketentuan, meskipun belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi semua pihak,” jelasnya.


Saat ini, wilayah terdampak banjir disebut telah dibersihkan dan aktivitas masyarakat berangsur normal kembali.Terkait sorotan publik terhadap kegiatan di Taman Mini Indonesia Indah serta Forum Komunikasi Pawitandirogo, Pemkab Magetan menegaskan bahwa agenda tersebut memiliki nilai strategis.


Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 17–19 April itu merupakan bagian dari agenda rutin Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mempromosikan potensi daerah serta menampilkan gelar budaya kabupaten/kota.


Sementara itu, Forum Pawitandirogo menjadi ruang komunikasi antar daerah seperti Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Ponorogo dalam membahas potensi serta tantangan pembangunan.


Menurut Bupati, kegiatan tersebut tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan juga bertujuan memperkuat jejaring dengan masyarakat perantauan sekaligus membuka peluang kerja sama dan promosi daerah.


Menjawab kritik terkait transparansi anggaran, Pemkab memastikan seluruh kegiatan telah dilaksanakan sesuai ketentuan perjalanan dinas. Di tengah kebijakan efisiensi dan dinamika ekonomi global, pemerintah tetap mengedepankan prinsip selektivitas berdasarkan urgensi dan manfaat.


“Kegiatan ini diharapkan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan Magetan, termasuk dalam memperjuangkan kebutuhan infrastruktur di tingkat nasional,” tegasnya.


Dalam aspek kebencanaan,Bupati juga menyampaikan bahwa setiap tahun telah disiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebagai langkah mitigasi risiko. Meski demikian, pemerintah berharap penggunaan anggaran tersebut dapat diminimalkan seiring harapan daerah tetap kondusif dari bencana.


Di akhir pernyataannya, Bupati Nanik Sumantri mengajak seluruh masyarakat, termasuk warga Magetan di perantauan, untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui ide, kritik, dan partisipasi aktif.


“Pemerintah akan terus hadir memberikan pelayanan terbaik demi keselamatan, kenyamanan, dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl