Arahan Dirjenpas secara Virtual di
Lapas Pemuda Madiun
Madiun,
- SUARAJATIM.net
Lembaga
Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun mengikuti kegiatan pengarahan
virtual dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan mengenai tata kelola Koperasi
Pemasyarakatan Indonesia, Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan
(Wartelsuspas), serta standarisasi penyediaan bahan makanan bagi seluruh
penghuni.
Kegiatan
yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting ini bertujuan untuk
menyelaraskan kebijakan pusat dengan pelaksanaan teknis di tingkat satuan kerja
guna memastikan kualitas pelayanan publik bagi Warga Binaan tetap terjaga
secara optimal, Senin (6/4).
Bertempat
di ruang teleconference Lapas Pemuda Madiun, kegiatan ini diikuti secara
seksama oleh Kalapas, Kasubag TU, Kasubsi Bimkemaswat, dan Ketua Koperasi Lapas
Pemuda Madiun. Dalam arahannya, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi,
menekankan bahwa pengelolaan koperasi di lingkungan pemasyarakatan harus
dilakukan secara profesional, akuntabel, dan transparan.
Selain
itu, penyediaan bahan makanan harus memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan
sebagai bentuk pemenuhan hak dasar bagi setiap individu yang sedang menjalani
masa pidana.
Fokus
pembahasan juga mencakup penguatan fungsi Wartelsuspas sebagai sarana
komunikasi yang legal, terkontrol, dan aman. Hal ini dilakukan guna mencegah
terjadinya penyalahgunaan alat komunikasi ilegal di dalam blok hunian.
Para
petugas juga diberikan instruksi untuk meningkatkan pengawasan terhadap
kualitas dan higienitas bahan makanan, mulai dari proses penerimaan,
penyimpanan, hingga pendistribusian kepada Warga Binaan, guna menjamin
kesehatan dan kesejahteraan mereka selama menjalani masa pembinaan.
Kalapas
Pemuda Madiun, Wahyu Susetyo, menyatakan dukungannya terhadap instruksi yang
disampaikan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan.
“Kami
berkomitmen penuh untuk melaksanakan seluruh arahan yang telah diberikan,
khususnya dalam meningkatkan tata kelola koperasi, optimalisasi fungsi
Wartelsuspas, serta memastikan penyediaan bahan makanan yang sesuai standar.
Hal ini merupakan bagian dari upaya kami dalam memberikan pelayanan terbaik
kepada Warga Binaan,” tegasnya.
Dengan
terlaksananya pengarahan ini, Lapas Pemuda Madiun diharapkan dapat semakin
meningkatkan kualitas pengelolaan layanan pemasyarakatan, serta mampu
mengimplementasikan kebijakan secara konsisten demi terciptanya sistem
pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berintegritas. (red)


