Reses di Magetan, Novita Hardini Serap Aspirasi Disabilitas dan Lansia: Negara Harus Hadir untuk Wong Cilik
MAGETAN – Suarajatim.net Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini, melakukan kunjungan reses guna menjemput aspirasi masyarakat di Desa Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Sabtu (9/5/2026). Dalam agenda tersebut, Novita tidak hanya menyalurkan bantuan paket sembako bagi perempuan lansia dan penyandang disabilitas, tetapi juga berdialog mengenai beban ekonomi yang kian menghimpit rakyat kecil.
Suasana haru mewarnai pertemuan saat seorang warga bernama Trisna, menyampaikan permohonan bantuan kursi roda untuk ibunya yang baru saja menjalani amputasi kaki. Menanggapi hal tersebut, Novita Hardini menegaskan bahwa aksesibilitas dan alat bantu disabilitas adalah prioritas dalam pemerataan kesejahteraan.
"Aspirasi seperti yang disampaikan Pak Trisna adalah pengingat bahwa negara harus hadir di setiap gang dan rumah warga. Kami akan segera mengupayakan bantuan alat kesehatan ini agar ibunda kembali memiliki mobilitas dan kemandirian," ujar Novita.
Dalam sesi dialog, warga Desa Ngariboyo RT 1 RW 3, Ibu Tatik, menyampaikan keluhan mengenai kondisi ekonomi saat ini. Ia menekankan bahwa kenaikan harga kebutuhan pokok sangat memukul masyarakat bawah yang tidak memahami rumitnya regulasi, namun merasakan dampak langsungnya.
"Rakyat kecil tidak tahu apa-apa soal kebijakan, yang kami tahu hanya kebutuhan pokok di rumah harus terpenuhi. Tolong, setiap kebijakan yang diambil, pikirkan dampaknya pada kami," tutur Ibu Tatik di hadapan Novita.
Mendengar hal itu, politisi PDI Perjuangan itu berkomitmen untuk membawa aspirasi mengenai perluasan lapangan kerja inklusif ke tingkat pusat. Sebagai anggota Komisi VII yang membidangi industri, Ia memandang pemberdayaan perempuan lansia melalui sektor UMKM kreatif adalah solusi yang realistis.
"Saya mendengar jelas suara Ibu Tatik. Kebijakan ekonomi tidak boleh hanya memanjakan yang produktif, tapi harus melindungi yang rentan. Saya Sebagai wakil rakyat akan terus mendesak pemerintah agar program pemberdayaan ekonomi perempuan menyentuh hingga lapis lansia, agar mereka tetap berdaya dan mandiri di hari tua," tegas Novita.
Agenda ditutup dengan pembagian paket sembako secara simbolis ratusan perempuan lansia dan warga disabilitas. Kegiatan ini diharapkan dapat meringankan sedikit beban dapur warga di tengah fluktuasi harga komoditas pangan.
"Saya memastikan bahwa seluruh catatan dari Desa Ngariboyo akan menjadi poin penting dalam rapat-rapat kerja di DPR RI untuk memastikan kebijakan pemerintah pusat tetap berpihak pada "wong cilik". Tutupnya.
