Tahap pertama Pilkades ditutup , Bangunsari 4 , Mentoro 2 ,Menadi Bloong dan berbahaya..?
Pantia Pemilihan Desa Mentoro menyatakan bahwa tidak ada perpanjangan pengumuman tahap 2 karena sudah terpenuhi 2 orang pendaftar.
Suara Jawa Timur 07-026.
Nampaknya Pilkades Nopember 2026 di Kabupaten Pacitan tidak seperti yang terdengar selama ini , konon banyak yang males untuk mencalonkan diri , karena regulasi / tata kelola anggaran desa semakin tertekan.
Namun demikian , berita berita tersebut tidak sepenuhnya benar , terbukti ada Desa yang mencalonkan diri lebih dari 3 orang atau bahkan lebih , sekalipun ada juga yang kosong.
Seperti Desa Bangunsari Pacitan , hingga Selasa siang jumlah pendaftar terpantau 4 orang , Desa Mentoro 2 orang dan Desa Menadi tidak ada yang mendaftar alias bloong.
Pilkades Desa Bangunsari jadi rebutan pendaftar hingga selasa siang sudah ada 4 orang pendaftar.
Kejutan terjadi di Desa Mentoro , awalnya Patahana ( Rohman Mashuri S.Pd) tidak akan ada yang berani melawan / mendaftar , ternyata ( Andi Priyono S.Pd) warga yang ber KTP Magelang Jawa Tengah ikut mendaftar .
Dengan demikian menurut salah satu perangkat Desa Mentoro Wayan Diana , Untuk Desa Mentoro tidak sampai harus memperpanjang pengumuman pendaftaran , karena sudah ada jago 2 orang.
Kejutan juga ternyadi di Desa Bangunsari Kecamatan Pacitan , Patahana ( Darminto) diperkirakan tidak akan ada yang berani melawan , sebagian besar Warga Desa Bangunsari menilai Darminto yang juga ASN tersebut , cukup baik dalam memimpin Desa Bangunsari yang mayoritas warganya pegawai tersebut.
Namun kenyataanya , hingga selasa siang sudah ada 4 orang pendaftar yang rata rata masih muda , dan cukup potensial menggerus suara Darminto , seperti kemunculan tokoh pemuda Pacitan Bangun Setyo Adi Nugroho SE.
Untuk Desa Menadi Pacitan , seperti kabar manuk yang selama ini nyaring terdengar , bakal ada yang dipermalukan , pengumunan pendafaraan tahap awal sengaja dibiarkan kosong atau Patahana biar mendaftar terlebih dahulu .
Kemudian pada pengumuman tahap kedua , konon baru dimunculkan seorang calon , jika tidak ada , maka harapan sebagian warga Menadi yang muncul justru dari Istri patahana sendiri , dan jika itu terjadi diperkirakan yang menang istri dari patahana ( Shindu) sendiri.
Nampaknya jebakan batman tersebut sudah dibaca , kepada Media Shindu terang terangan tidak akan mencalonkan diri , alasan spesifiknya, regulasi dan tata kelola keuangan desa sudah tidak bisa diharapkan untuk pemerataan pembangunan desa , bahkan gaji seorang perangkat Desa kanggo nyumbang hajat warga wae jadi minus , terang Shindu ketika ketemu media di Hajatan Warga Pojok Sidoharjo....( Gustik)