Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Pemuda Madiun Tebar 10.000 Benih Lele di SAE
Lapas Pemuda Madiun Tebar 10.000 Benih
Lele di SAE
Madiun, – SUARAJATIM.net
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda
Kelas IIA Madiun terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program
ketahanan pangan nasional melalui pengembangan sektor perikanan.
Bertempat di Sarana Asimilasi dan
Edukasi (SAE) Lapas Pemuda Madiun, petugas dan warga binaan melaksanakan
penebaran sebanyak 10.000 benih ikan lele ke dalam empat kolam budidaya, Sabtu
(1/8).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya
optimalisasi lahan produktif di lingkungan Lapas. Penebaran benih ikan lele
diharapkan mampu meningkatkan hasil budidaya sekaligus menjadi sarana pembinaan
kemandirian bagi warga binaan melalui pelatihan di bidang perikanan.
Selain mendukung ketersediaan bahan
pangan, budidaya ikan lele juga menjadi media pembelajaran bagi warga binaan
untuk memperoleh keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah
masyarakat.
Seluruh proses budidaya, mulai dari
penebaran benih, pemeliharaan, pemberian pakan hingga masa panen, akan
melibatkan warga binaan di bawah pendampingan petugas.
Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun,
Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa pengembangan budidaya perikanan merupakan
salah satu bentuk nyata implementasi program ketahanan pangan sekaligus
pembinaan yang produktif bagi warga binaan.
"Penebaran 10.000 benih ikan lele
ini merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi SAE sebagai pusat
pembinaan kemandirian. Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa
pidana, tetapi juga memperoleh keterampilan yang bermanfaat. Program ini
sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus menciptakan pembinaan
yang produktif dan berkelanjutan," ujar Rudi Kristiawan.
Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan
Kerja (Kasi Giatja) Lapas Pemuda Madiun, Wahyu Kristanto, menjelaskan bahwa
seluruh benih ditebar ke empat kolam yang telah dipersiapkan sebelumnya agar
pertumbuhan ikan dapat berlangsung secara optimal.
"Sebanyak 10.000 benih ikan lele
kami tebar di empat kolam budidaya yang telah disiapkan sesuai standar
pemeliharaan. Selanjutnya kami akan melakukan perawatan secara intensif, mulai
dari pengaturan kualitas air, pemberian pakan hingga pemantauan pertumbuhan
ikan. Harapannya, hasil panen nanti dapat memberikan manfaat bagi program
pembinaan sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan Lapas," jelas
Wahyu Kristanto.
Melalui pengembangan budidaya ikan
lele di SAE, Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun terus berupaya menghadirkan program
pembinaan yang inovatif, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung
program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan
ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan warga binaan. (RED).
