INKA Kirim Tambahan 120 Gerbong ke Selandia Baru, Pesanan UGL Capai 250 Unit
SURABAYA – Suarajatim.net PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA kembali menunjukkan kiprahnya di pasar perkeretaapian internasional. Pada 20 Agustus 2026, perusahaan industri perkeretaapian nasional tersebut mengirimkan tambahan 120 unit Container Flat Top Wagon 40 feet ke Selandia Baru untuk memenuhi pesanan dari UGL.
Pengiriman ini menjadi bagian dari realisasi kontrak pengadaan sebanyak 340 unit gerbong yang dipesan UGL, perusahaan asal Australia. Dengan pengiriman tambahan tersebut, total gerbong yang telah dikirim INKA dalam pesanan ini mencapai 250 unit, atau sekitar 73,5 persen dari keseluruhan pesanan.
Pengiriman dilakukan melalui Terminal Jamrud Nilam Mirah dan Teluk Lamong, Surabaya, yang dikelola PT Pelindo Multi Terminal.
Dari total pesanan 340 unit, INKA memproduksi 290 unit Container Flat Top Wagon 40 feet dan 50 unit Container Flat Top Wagon 50 feet. Sebelumnya, INKA telah mengirimkan 130 unit pada Maret 2026. Sementara 90 unit terakhir yang terdiri dari 40 unit wagon 40 feet dan 50 unit wagon 50 feet dijadwalkan dikirim pada November 2026.
Senior Manager Corporate Communications dan Representative Office PT INKA (Persero), Nanang Agung Rohmadyas, mengatakan setiap pengiriman menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan internasional.
“Bagi kami, setiap pengiriman selalu berpegang pada prinsip yang sama: memenuhi kualitas dan spesifikasi yang telah disepakati bersama pelanggan,” ujar Nanang.
Menurutnya, INKA menghargai kepercayaan UGL yang terus memberikan pekerjaan kepada perusahaan. Kepercayaan tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menjaga hubungan bisnis jangka panjang di pasar internasional.“UGL kepada kami, dan kami berkomitmen menjaga kepercayaan itu di setiap pengiriman,” katanya.
Kerja sama INKA dan UGL sendiri bukan kali pertama dilakukan. Kontrak pengadaan Container Flat Top Wagons tersebut merupakan kontrak keempat sejak kerja sama dimulai pada 2021.
Secara keseluruhan, INKA telah mengirimkan 1.294 unit dari total 1.504 unit gerbong yang dipesan UGL sejak awal kerja sama.Selain pesanan tersebut, kolaborasi kedua perusahaan juga mencakup pemesanan 50 unit locomotive platform untuk pasar Australia. Pengiriman locomotive platform itu dijadwalkan berlangsung hingga 2027.
Nanang menegaskan, konsistensi kerja sama sejak 2021 menjadi indikator kuat atas kepercayaan UGL terhadap kemampuan INKA.
“Empat pesanan sejak 2021 menjadi tolok ukur yang jelas atas hubungan ini. UGL kembali memberikan kepercayaan melalui pekerjaan baru,” jelasnya.
Ia menambahkan, fokus INKA saat ini adalah memastikan seluruh pesanan berjalan sesuai jadwal, terutama target penyelesaian pada November 2026.
“Fokus utama kami saat ini adalah menyelesaikan pesanan yang berjalan pada November 2026 dan terus menjaga kemitraan ini ke depan,” pungkas Nanang.
INKA menilai keberlanjutan pesanan dari pasar Australia dan Selandia Baru menjadi salah satu bukti bahwa produk industri perkeretaapian nasional mampu bersaing dan mendapatkan kepercayaan pelanggan internasional.(Hst).
