105,5 Kg Telur dan 29 Ikat Pakcoy Ludes Terjual, Bukti Nyata Produktivitas Warga Binaan Lapas Pemuda Madiun
105,5 Kg Telur dan 29 Ikat Pakcoy
Ludes Terjual di Lapas Pemuda Madiun
Madiun, – SUARAJATIM.net
Hasil peternakan ayam petelur dan
pertanian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun terus
menunjukkan hasil positif. Hal ini dibuktikan dengan terjualnya 105,5 kilogram
telur ayam dan 29 ikat pakcoy hasil budidaya Warga Binaan, Selasa (22/9).
Kegiatan tersebut merupakan bagian
dari program pembinaan kemandirian yang dilaksanakan Lapas Pemuda Madiun untuk
membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif.
Melalui kegiatan peternakan dan
pertanian, Warga Binaan tidak hanya mendapatkan pengalaman dalam proses
budidaya, tetapi juga belajar mengenai perawatan, pengelolaan hasil produksi,
hingga pemasaran.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi
Kristiawan, menyampaikan bahwa hasil penjualan produk tersebut menjadi salah
satu indikator bahwa program pembinaan kemandirian berjalan secara produktif.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman dan
keterampilan yang bermanfaat bagi Warga Binaan setelah menyelesaikan masa
pidana.
“Program pembinaan kemandirian ini
kami dorong agar Warga Binaan memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan
secara mandiri. Hasil panen dan produksi yang berhasil dipasarkan menjadi
motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan serta memberikan
bekal yang nyata bagi Warga Binaan,” ujar Rudi.
Sementara itu, Arya Rusli, salah satu
pembeli yang juga merupakan instruktur merajut di Lapas Pemuda Madiun,
menyampaikan bahwa produk hasil budidaya Warga Binaan memiliki kualitas yang
baik. Ia mengaku tertarik membeli produk tersebut sekaligus mendukung kegiatan
pembinaan kemandirian yang dijalankan di Lapas Pemuda Madiun.
“Telur dan pakcoy yang saya beli
kualitasnya bagus dan masih segar. Saya juga senang bisa ikut mendukung hasil
karya dan kegiatan produktif Warga Binaan. Semoga kegiatan seperti ini terus
berkembang sehingga hasilnya semakin baik,” ungkap Arya.
Sementara itu, salah satu Warga Binaan
berinisial A yang terlibat langsung dalam proses budidaya menyampaikan bahwa
kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru baginya. Mulai dari proses
perawatan ayam petelur dan tanaman, menjaga kebersihan, hingga membantu proses
pemanenan dan penyiapan hasil produksi untuk dipasarkan.
“Selama mengikuti kegiatan ini saya
banyak belajar tentang cara merawat ayam petelur dan tanaman pakcoy. Rasanya
senang ketika hasil yang kami rawat bisa dipanen dan terjual. Ini menjadi
pengalaman dan keterampilan yang nantinya bisa saya manfaatkan setelah kembali
ke masyarakat,” tutur A.
Melalui pengembangan peternakan ayam
petelur dan pertanian, Lapas Pemuda Madiun terus berupaya menciptakan kegiatan
pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Diharapkan, hasil kegiatan tersebut
tidak hanya memberikan manfaat selama Warga Binaan menjalani masa pembinaan,
tetapi juga menjadi bekal keterampilan untuk membangun kehidupan yang mandiri
setelah kembali ke masyarakat. (RED).

