Pandu Khemal Apresiasi Tekad Wartawan selesaikan persoalan Vidio secara damai..
Belasan Media minta klarifikasi kepada Kadindik Pacitan Pandu Khemal atas beredarnya vidio curi helm.
Suara Jatim. 15-09-026.
Polemik beredarnya Vidio yang isinya menuduh LSM dan Wartawan maling helm , tadi sore dianggap selesai ,setelah belasan wartawan Pacitan mengadakan pertemuan dengan kepala Dinas Pendidikan Pacitan Pandu Khemal.
Dalam pertemuan tersebut , Pandu tidak menungkiri kalau vidio / rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial memang dari oknum Dinas Pendidikan , namun Kadindik mengaku belum yakin kalau narasi yang menyebut Pencuri Helm adalah LSM dan Wartawan .
Sampai detik ini Dinas belum menemukan oknum Dindik yang nenyematkan tudingan LSM dan Wartawan maling Helm , yang ada hanya pelaku penyebar luasan rekaman CCTV yang seharusnya tidak boleh keluar , dan itu pasti ada sangsinya, tegas Pandu.
Dalam kesempatan tersebut , Kakak kandung anggota DPRD Pacitan Bagus Surya Pratikna itu justru menyambut baik dengan kedatangan para wartawan untuk klarifikasi hal tersebut , ini era keterbukaan dan hal seperti ini sudah biasa
Bahkan Pandu mengajak para wartawan , kerja sama dalam segala bidang tentang potensi yang perlu dikembangkan , utamanya potensi dilingkup pendidikan.
Salah satu perwakilan wartawan Ady Mg , sempat curhat kepada Kadindik tentang awak media yang selalu dicurigai ketika turun lapangan , bahkan difoto dimana fotonya dikirim keruang publik tanpa sepengetahuannya.
Pandu dengan lantang mengatakan , bahwa Kepala Sekolah atau guru memang diintruksikan mendokumentasikan semua wartawan yang melakukan kerja jornalistik disekolah tersebut , tujuanya kata Pandu mengantisipasi maraknya wartawan luar kota yang berbuat semaunya, suka ngancam dan lain lain..
Hal yang menarik dari pertemuan tadi siang , kepala dinas yang diisukan akan menjadi sekda Pacitan tersebut , sangat menghormati semua Wartawan lokal Pacitan sebagsi teman perjuangan , namun Pandu mengakui sangat keras dengan gerombolan wartawan luar kota yang suka memeras dan menakut nakuti...( Gustik)
