Kendala Administrasi Selesai, Manajemen Pastikan Genilangit Siap Beroperasi Kembali
MAGETAN – Suarajatim.net Manajemen Geni Langit memberikan klarifikasi terkait pemberitaan sebelumnya mengenai keberlanjutan kerja sama pengelolaan destinasi wisata dengan Perum Perhutani. Manajemen memastikan persoalan administrasi yang sempat menjadi kendala kini telah diselesaikan dan proses kerja sama memasuki tahap akhir.
Direktur Geni Langit, Edi Suko Cahyono, menjelaskan bahwa beberapa bulan lalu memang terdapat kewajiban yang masih dalam proses penyelesaian. Namun, dalam dua bulan terakhir, pihak manajemen telah memenuhi kewajiban pembayaran tersebut.
“Memang beberapa bulan yang lalu ada kewajiban yang belum terselesaikan. Tetapi dua bulan terakhir ini dari pihak manajemen Geni Langit sudah membayar kewajiban tersebut,” jelas Edi.
Menurutnya, setelah kewajiban diselesaikan, proses kerja sama dengan Perhutani kini tinggal menunggu penandatanganan dokumen. Keterlambatan penandatanganan bukan lagi berkaitan dengan pembayaran, tetapi karena masih adanya posko penanganan kebakaran Perhutani di kawasan Lawu.
“Sekarang tinggal tanda tangan. Mundurnya tanda tangan karena pihak Perhutani masih ada posko kebakaran di Lawu,” ujarnya.
Edi berharap penandatanganan kerja sama dapat segera dilakukan dalam waktu dekat sehingga seluruh proses administrasi dinyatakan tuntas.“Mungkin minggu ini sudah ada tanda tangan kerja sama,” katanya.
Dengan selesainya kewajiban administrasi dan pembayaran tersebut, manajemen memastikan kegiatan wisata dapat kembali berjalan setelah proses penandatanganan kerja sama dengan Perhutani selesai.
Sebelumnya, kerja sama pengelolaan destinasi wisata tersebut disebut berakhir sejak Januari 2026. Proses perpanjangan kemudian membutuhkan waktu karena adanya sejumlah penyesuaian administrasi dan penyelesaian kewajiban.
Manajemen menegaskan, pemberitaan sebelumnya perlu diluruskan bahwa persoalan kewajiban pembayaran yang sempat menjadi kendala kini telah diselesaikan. Tahapan yang tersisa adalah penyelesaian administrasi dan penandatanganan kerja sama dengan Perhutani.
Dengan demikian, setelah dokumen kerja sama ditandatangani, Mojosemi siap kembali beroperasi, sementara kepastian pelaksanaan pengelolaan selanjutnya menunggu penyelesaian proses administrasi bersama Perhutani.(Hst).

