Tak Sekadar Trolling, Petugas Lapas Pemuda Madiun Sapa dan Pastikan Kondisi Warga Binaan
Petugas Lapas Pemuda Madiun Sapa dan
Pastikan Kondisi Warga Binaan
Madiun, – SUARAJATIM.net
Tidak hanya sekadar melakukan kontrol
keliling (trolling), jajaran petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda
Kelas IIA Madiun juga memastikan kondisi Warga Binaan dalam keadaan aman,
sehat, dan mendapatkan perhatian yang diperlukan. Kegiatan tersebut menjadi
bagian dari upaya deteksi dini sekaligus membangun komunikasi yang baik antara
petugas dan Warga Binaan, Sabtu (5/9).
Kegiatan kontrol keliling dipimpin
oleh Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib (Kasi Kamtib), Denny
Wahyu Kristanto, bersama jajaran struktural, di antaranya Kepala Seksi
Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik), Bambang Budiantoro Hutabarat,
Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemawat), Afifudin
Muhammad Yunus, Kepala Urusan Umum, Esterinaria Boru Sagala, Kepala Urusan
Kepegawaian dan Keuangan, Fadhila Hasna Kumalasari, serta diikuti jajaran staf
Lapas Pemuda Madiun.
Tidak hanya melakukan pengecekan
kondisi blok hunian dan lingkungan lapas, dalam kegiatan tersebut jajaran
petugas juga menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan Warga Binaan.
Petugas menanyakan kondisi kesehatan, situasi di kamar hunian, serta berbagai
kebutuhan yang dirasakan Warga Binaan.
Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan
Tata Tertib Lapas Pemuda Madiun, Denny Wahyu Kristanto, menyampaikan bahwa
kontrol keliling merupakan kegiatan rutin yang memiliki fungsi lebih luas dari
sekadar memastikan keamanan dan ketertiban.
“Trolling ini bukan hanya untuk
memastikan kondisi keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi kesempatan bagi
kami untuk melihat secara langsung kondisi Warga Binaan. Kami berupaya
membangun komunikasi, mendengarkan apabila ada kendala, dan memastikan setiap
Warga Binaan mendapatkan perhatian yang diperlukan,” ungkap Kristanto.
Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda
Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa kehadiran petugas di tengah Warga
Binaan merupakan bentuk komitmen dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan
yang aman, tertib, humanis, dan kondusif.
“Petugas harus hadir dan mengetahui
kondisi Warga Binaan secara langsung. Dengan komunikasi yang baik, berbagai
persoalan dapat diketahui lebih awal sehingga dapat segera ditindaklanjuti.
Keamanan tetap menjadi prioritas, namun pendekatan humanis juga penting dalam
mendukung proses pembinaan,” tegas Rudi.
Salah satu Warga Binaan berinisial W
menyampaikan bahwa dirinya merasa lebih diperhatikan ketika petugas secara
langsung menanyakan kondisi dan kebutuhannya.
“Kami merasa diperhatikan karena
petugas tidak hanya berkeliling, tetapi juga menyapa dan menanyakan keadaan
kami. Kalau ada yang ingin disampaikan, kami jadi lebih mudah untuk
berkomunikasi,” ujar W.
Melalui kegiatan kontrol keliling yang
dilakukan secara rutin dan disertai komunikasi langsung, Lapas Pemuda Madiun
berupaya memperkuat deteksi dini, menjaga keamanan dan ketertiban, serta
memastikan proses pembinaan Warga Binaan berjalan dengan baik. (RED).

