BANYAK ANAK SEKOLAH ,, MROTHOL,, GARA GARA DIPLENET KERJA ORTU...
Suara Jatim 21 oktober 2026.
Ditengah isu systim pembelajaran dirubah , dari yang semua naik kelas dan kini berubah lagi ke sistim lama , nilai kurang dan murid nakal tidak naik kelas , maka dituntut orang tua ekstra hati hati dalam mendidik anak di rumah.
Prinsipnya jika ingin anaknya naik kelas , orang tua harus mendidik anaknya belajar dengan benar , baik nilai maupun sopan santun / moral.
Satu hal yang patut dicermati , karena alesan membantu orang tua , anak diajarkan membantu orang tua mencari nafkah, akibatnya sang anak keenakan dan mulai nyaman mencari nafkah.
Dampak terbaru , Sekolah Rakyat Pacitan ada puluhan siswa mengundurkan diri dengan berbagai alesan,satu diantaranya lebih memilih mencari uang dan membantu orang tua.
Disamping kecanduan mencari nafkah , untuk sekolah rakyat juga kecanduan bermain HP , sedang di Asrama Sekolah Rakyat pemakain HP sangat dibatasi , itulah salah satu alasan beberapa siswa mrontoli dari sekolah Rakyat di Pacitan.
Informasi 22 Siswa Sekolah Rakyat di Pacitan dibenarkan langsung pihak Dinsos , tapi dari angka itu menyebar di berbagai tingkatan , baiik SD 8 siswa SMP 9 siswa dan SMA 5 Siswa , tu kemungkinan masih bisa bertambah, tegas Agung M.Wibowo dari Dinas Sosial
Jika pihak pemerintah tidak segera tanggap , dengan systim kembali seperti dulu lagi yang dikenal sytim Ungah unggahan / kenaikan kelas , maka bisa dipastikan siswa yg mrotoli akan banyak.
Sekedar diketahui , systim KENAIKAN KELAS terpaksa diterapkan lagi , setelah wajib belajar 12 tahun yang menaikkan semua siswa terjadi masalah di sekolah sekolah, kwalitas murid menurun tajam , minat belajar murid dirumah merosot dan atitude / moral siswa merosot tajam , banyak siswa yang kurang ajar sama gurunya , sopan santun hilang dan efek buruk lainya...( Tim)
