Dorong Kriya Magetan Naik Kelas, Novita Hardini: Kerajinan Lokal Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Daerah dan Nasional

Redaksi
Sabtu, 13 Desember 2025
Last Updated 2025-12-13T03:33:38Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates




Magetan - Suarajatim.net Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini menegaskan bahwa subsektor kriya memiliki peran strategis sebagai kekuatan ekonomi kreatif Indonesia. Hal itu Ia sampaikan dalam agenda workshop pengembangan kriya di Kabupaten Magetan, yang diharapkan menjadi momentum peningkatan keterampilan dan daya saing pelaku kerajinan lokal.


Menurut Legislator perempuan satu-satunya dari Dapil 7 Jawa Timur itu, pertumbuhan subsektor kriya tidak hanya mencerminkan kekayaan budaya dan seni bangsa, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikelola secara profesional mulai dari desain, produksi, branding hingga pemasaran modern.


“Kerajinan tangan kita punya nilai seni dan budaya yang luar biasa. Jika dikelola dengan desain dan pemasaran yang tepat, kriya mampu menjadi kekuatan ekonomi yang besar. Workshop ini menjadi ruang penting untuk membekali para perajin Magetan agar hasil karyanya mampu bersaing di pasar lokal, nasional, bahkan global,” ujarnya, Jumat (12.12.2025).


Politisi fraksi PDI Perjuangan itu menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Ekraf /Bekraf RI atas dukungan terhadap pelaksanaan workshop tersebut. Kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, menurutnya, menjadi bukti komitmen bersama dalam memajukan ekonomi kreatif di tingkat lokal.


“Dukungan Kemenparekraf adalah bukti nyata bahwa pengembangan ekonomi kreatif harus dilakukan bersama. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan membawa dampak nyata bagi ekonomi Magetan,” tambahnya.


Ia menjelaskan, subsektor kriya merupakan bagian penting dari ekonomi kreatif Indonesia yang saat ini berperan sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional. Pada tahun 2025, sektor ekonomi kreatif mempekerjakan sekitar 27,4 juta tenaga kerja atau 18,7% dari total angkatan kerja nasional.


Secara ekspor, kriya juga menjadi kekuatan besar. Pada semester pertama 2024, ekspor produk kriya mencapai USD 4,75 miliar, menjadikannya salah satu komoditas terbesar dalam ekspor ekonomi kreatif bersama fesyen. Bahkan pada periode Januari–Juni 2023, ekspor kriya tercatat hampir USD 792,67 juta, menunjukkan konsistensi performa sektor ini.


“Data ini membuktikan bahwa kriya bukan sekadar warisan budaya, melainkan komoditas ekonomi strategis. Magetan punya potensi besar, dan kini tugas kita adalah memastikan para pelakunya mendapatkan akses ilmu, pendampingan, dan kesempatan pasar yang lebih luas,” tegasnya.


Melalui workshop ini, perempuan yang dikenal aktif dalam pemberdayaan perempuan pelaku industri kreatif ini berharap kriya Magetan dapat terus berkembang dan menjadi produk unggulan yang mendorong peningkatan pendapatan masyarakat serta memperkuat struktur ekonomi daerah.(Hst).



iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl