Gas Melon Langka di Magetan Jelang Lebaran, Warga Keliling Desa Tak Temukan Stok

Redaksi
Senin, 16 Maret 2026
Last Updated 2026-03-16T14:52:53Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates




MAGETAN – Suarajatim.net Menjelang Hari Raya Idulfitri, keluhan masyarakat terkait langkanya Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram mulai bermunculan di sejumlah wilayah Kabupaten Magetan. Warga mengaku kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut, bahkan harus berkeliling hingga ke desa lain tanpa hasil.


Kondisi ini dirasakan warga dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah pangkalan dan pengecer disebut tidak memiliki stok tabung gas melon, sehingga aktivitas rumah tangga hingga usaha kecil ikut terdampak.


Yuli, warga Desa Ringinagung, Kecamatan Ngariboyo, mengaku harus berkeliling ke beberapa tempat untuk mencari LPG 3 kilogram. Namun upayanya tetap tidak membuahkan hasil.


“Sudah muter ke beberapa tempat sampai ke Ngariboyo, tapi tetap tidak ada. Agen juga belum kirim. Mau masak jadi bingung kalau gas kosong,” keluhnya, Minggu (15/3/2026).


Kelangkaan serupa juga dirasakan beberapa ibu rumah tangga di Desa Banjarejo Ngariboyo Kabupaten Magetan. Menurutnya, meskipun harga saat ini sudah mencapai 23tibu sampai 25ribu ditingkat agen harapannya ketersediaan gas menjadi faktor penting bagi kebutuhan sehari hari.


“Sudah keliling satu desa cari gas, tapi tetap tidak dapat,” ujarnya singkat.Situasi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama karena permintaan LPG biasanya meningkat menjelang Lebaran. Jika distribusi tidak segera normal, harapannya harga juga akan menjadi normal kembali .warga khawatir kebutuhan rumah tangga maupun usaha kecil akan terganggu.


Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro menyebut secara data pasokan LPG di Magetan seharusnya masih mencukupi. Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk mengantisipasi kekurangan pasokan.


“Kami sudah menerima laporan dari masyarakat dan langsung ditindaklanjuti oleh Disperindag. Surat permintaan penambahan kuota juga sudah dikirim ke Pertamina agar distribusi bisa segera ditambah,” ujar Suyatni Priasmoro, Senin (16/3/2026).


Ia berharap penambahan stok dapat segera direalisasikan sehingga kelangkaan LPG di tingkat masyarakat dapat segera teratasi.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi dengan melakukan penimbunan atau permainan harga. Aparat bersama Satgas Pangan disebut akan melakukan pengawasan terhadap distribusi LPG bersubsidi.


“Kami minta masyarakat melapor jika menemukan praktik penimbunan. Itu bisa masuk tindak pidana dan akan ditindak oleh Satgas Pangan,” tegasnya.


Sementara itu, warga berharap distribusi gas melon segera kembali normal, mengingat kebutuhan memasak dan aktivitas usaha kecil sangat bergantung pada ketersediaan LPG 3 kilogram, terutama menjelang Lebaran yang tinggal menghitung hari.(Hst).

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl