MAGETAN –Suarajatim.net Suasana hangat penuh keakraban terasa di Makodim 0804/Magetan pada Senin (16/3/2026) siang. Di tengah nuansa Ramadan, Komandan Kodim 0804/Magetan, Letkol Inf Hasan Dasuki, menggelar pertemuan santai bersama awak media Magetan dalam kegiatan bertajuk ngariung bareng media.
Pertemuan tersebut bukan sekadar silaturahmi biasa. Momen itu sekaligus menjadi ajang pamitan Letkol Hasan Dasuki kepada para jurnalis sebelum menjalani penugasan baru di Mabes TNI AD.
Dalam sambutannya, Letkol Hasan Dasuki menggunakan analogi unik untuk menggambarkan kebersamaan yang selama ini terjalin di Magetan. Ia mengibaratkan daerah ini sebagai “baju” yang dipakai bersama untuk beribadah.
Menurutnya, suasana daerah yang aman dan kondusif merupakan pakaian suci yang harus dijaga bersama, terlebih di bulan Ramadan yang penuh berkah.
“Magetan ini seperti baju yang kita pakai untuk beribadah. Agar tetap bersih dan harum, kita harus menjaganya bersama. Tulisan teman-teman media adalah parfum yang membuat baju itu tetap wangi,” ujar Hasan Dasuki.
Ia juga menegaskan selama bertugas di Magetan dirinya tidak pernah membedakan media, baik dari segi nama besar maupun platformnya. Baginya, semua insan pers memiliki peran yang sama dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Tidak ada media besar atau kecil. Semuanya punya peran penting menyampaikan informasi yang menyejukkan bagi masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Hasan Dasuki juga menyampaikan bahwa tongkat komando Kodim 0804/Magetan nantinya akan diteruskan oleh Letkol Inf Omy Dirindra, yang sebelumnya menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon.
Meski akan meninggalkan Magetan, Hasan mengaku memiliki kedekatan emosional dengan daerah di lereng Gunung Lawu tersebut. Ia bahkan memastikan akan sering kembali ke Magetan karena alasan pribadi.
“Putri kedua saya saat ini sedang menimba ilmu di salah satu pondok pesantren di Magetan. Jadi saya pasti sering kembali ke sini,” ungkapnya.
Dandim juga memastikan hubungan yang telah terjalin dengan para jurnalis tidak akan terputus. Bahkan, ia menyebut nomor kontak para wartawan tetap tersimpan di telepon pribadinya.
“Di ponsel saya ada sekitar 2.000 kontak dan teman-teman media ada di dalamnya. Nomor itu tidak akan pernah saya hapus,” katanya.
Pertemuan tersebut ditutup dengan suasana penuh kekeluargaan. Para peserta saling bersalaman dan berfoto bersama, menciptakan momen pamitan yang hangat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Bagi para jurnalis Magetan, perpisahan itu bukan sekadar akhir masa tugas seorang komandan, tetapi juga meninggalkan kenangan tentang hubungan kemitraan yang hangat antara TNI dan insan pers di Bumi Magetan.(Hst).


