Magetan - Suarajatim.net Aktivitas pedagang pasar tradisional di Desa Ngariboyo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, memicu kemacetan parah sekaligus meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas, terutama pada jam sibuk pagi hari saat masyarakat berangkat kerja dan anak-anak menuju sekolah.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin pagi (06/04/2026) sekitar pukul 06.40 WIB, sejumlah pedagang terlihat menggelar dagangan hingga memakan sebagian badan jalan. Kondisi ini diperparah dengan aktivitas parkir kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil, yang berada di sisi jalan bahkan mendekati area lampu lalu lintas di sisi utara pasar.
Akibatnya, ruas jalan yang semestinya cukup untuk dua arah kendaraan menjadi menyempit. Arus lalu lintas pun tersendat karena kendaraan harus bergantian melintas. Situasi semakin padat saat pembeli berhenti di tepi jalan untuk bertransaksi, sehingga memperlambat pergerakan kendaraan lain.
Kondisi tersebut dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan. Selain rawan tabrakan antar kendaraan, pejalan kaki—termasuk anak sekolah—juga menghadapi ancaman terserempet kendaraan karena terbatasnya ruang di tepi jalan.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Ngariboyo, Sukadi, mengakui persoalan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Ia menyebut pemerintah desa sebenarnya telah mengupayakan solusi melalui pengajuan relokasi pasar.
“Proposal relokasi pasar sudah kami ajukan sejak beberapa tahun lalu. Namun hingga saat ini masih menunggu petunjuk dan tindak lanjut dari pemerintah kabupaten,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BPD Desa Ngariboyo, Subiyanto, juga menyoroti dampak aktivitas pasar terhadap kelancaran lalu lintas. Menurutnya, kepadatan paling terasa pada pagi hari ketika aktivitas masyarakat sedang tinggi.
“Setiap pagi arus lalu lintas terganggu karena badan jalan digunakan pedagang dan pembeli. Ini bukan hanya soal kemacetan, tapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan,” tegasnya.
Ia berharap ada langkah konkret dari pihak terkait, baik berupa penataan ulang area pasar maupun percepatan relokasi, agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan ketertiban dan keselamatan lalu lintas.
Dengan kondisi yang terus berulang setiap hari, warga berharap pemerintah daerah segera mengambil kebijakan strategis guna mengurai kemacetan dan meminimalkan risiko kecelakaan di kawasan tersebut.(Hst)


