Petarung Senior dan Pengurus SWI Magetan Siap Warnai Magetan Boxing 2026
MAGETAN – Suarajatim.net Ajang Magetan Boxing (Mabox) vs Shadok Jotosh yang akan digelar di GOR Ki Mageti, Sabtu (31/5/2026), dipastikan menghadirkan atmosfer berbeda. Salah satu laga yang menjadi perhatian publik adalah pertarungan antara Sang Agus dan Jharno yang mempertemukan petarung senior dari kalangan jurnalis Magetan.
Sang Agus bukan nama asing di dunia olahraga maupun jurnalistik. Selain dikenal sebagai mantan petinju, ia juga aktif di organisasi kewartawanan sebagai Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) DPD Magetan.
Kiprahnya di dunia pers tidak menghilangkan kecintaannya terhadap olahraga tinju yang telah lama menjadi bagian dari kehidupannya.
Menjelang pertandingan, Sang Agus mengaku telah melakukan persiapan secara serius selama lebih dari satu bulan. Latihan fisik, teknik bertinju, hingga pengaturan pola makan dijalani secara disiplin agar mampu tampil maksimal di atas ring.
"Fisik dan teknik saya sudah siap dengan bimbingan pelatih," ujarnya usai mengikuti technical meeting.
Meski demikian, pria yang kini berusia 60 tahun tersebut menegaskan bahwa target utamanya bukan sekadar meraih kemenangan. Baginya, ajang ini menjadi momentum untuk menyalurkan hobi sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan para sahabat lama yang pernah bersama-sama berkecimpung di dunia tinju.
Menurut Sang Agus, olahraga memiliki nilai lebih dari sekadar kompetisi. Di dalamnya terdapat semangat persaudaraan, sportivitas, dan kebersamaan yang harus terus dijaga. Karena itu, ia menyambut ajang Mabox sebagai wadah yang positif untuk mempertemukan kembali para pecinta olahraga tinju dari berbagai latar belakang.
"Bukan kalah atau menang yang dicari. Selain menyalurkan hobi, ini juga menjadi ajang reuni dengan teman-teman petarung lainnya," tuturnya.
Sebagai pengurus SWI DPD Magetan, Sang Agus dikenal aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan sosial kemasyarakatan. Semangat yang sama ia bawa ke dunia olahraga, yakni menjaga solidaritas, membangun komunikasi, serta memberikan contoh bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap produktif dan berprestasi.
Dukungan terhadap Sang Agus pun mengalir dari berbagai pihak, mulai rekan-rekan wartawan, komunitas olahraga, hingga masyarakat pecinta tinju di Kabupaten Magetan. Banyak yang mengapresiasi keberaniannya kembali naik ring di usia yang tidak lagi muda.
Dengan pengalaman yang dimiliki serta semangat yang tetap menyala, Sang Agus berharap dapat memberikan pertunjukan terbaik bagi masyarakat Magetan. Ia juga memohon doa dan dukungan agar dapat menjalani pertandingan dengan lancar dan meraih hasil yang membanggakan.
"Dengan doa restu semua, semoga bisa meraih kemenangan," pungkasnya.
Kehadiran Sang Agus sebagai petarung senior sekaligus pengurus SWI DPD Magetan menjadi warna tersendiri dalam gelaran Magetan Boxing 2026. Laga tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan olahraga, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa semangat, persahabatan, dan kecintaan terhadap dunia olahraga dapat terus hidup tanpa mengenal batas usia.(Hst).
