Dari Kuliner hingga Musik, Angkringan Lasdaun 106 Semarakkan Malam Warga Binaan di Blok Brawijaya
Angkringan Lasdaun 106 Semarakkan
Malam Warga Binaan di Blok Brawijaya
Madiun,
– SUARAJATIM.net
Memasuki
hari kedua pelaksanaan Angkringan Lasdaun 106, suasana hangat dan penuh
kebersamaan kembali terasa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA
Madiun.
Setelah
sukses digelar di Blok Airlangga, kegiatan kali ini hadir di Blok Brawijaya dan
mendapat sambutan antusias dari para Warga Binaan, Rabu (3/6).
Usai
pelaksanaan salat Isya, suasana di Blok Brawijaya tampak lebih hidup dari
biasanya. Berbagai sajian khas angkringan seperti nasi bungkus, mie kuah,
gorengan, kopi, dan aneka minuman hangat tersedia untuk dinikmati para Warga
Binaan.
Dengan
menggunakan kartu Brizzi sebagai alat transaksi non-tunai, kegiatan berlangsung
tertib sekaligus memberikan pengalaman transaksi yang praktis dan modern di
lingkungan pemasyarakatan.
Aroma
makanan yang menggugah selera berpadu dengan suasana malam yang sejuk
menciptakan kehangatan tersendiri di dalam blok hunian. Dari balik teralis
kamar, para Warga Binaan tampak menikmati hidangan yang tersedia sambil
berbincang santai dengan sesama rekan binaan.
Kehadiran
Angkringan Lasdaun 106 memberikan warna baru dalam kegiatan pembinaan yang
selama ini dijalankan di Lapas Pemuda Madiun.
Kemeriahan
malam di Blok Brawijaya semakin terasa dengan penampilan musik dari Lasdaun
Band yang membawakan sejumlah lagu populer untuk menghibur para Warga Binaan.
Menariknya,
beberapa petugas Lapas Pemuda Madiun juga turut ambil bagian dengan
menyumbangkan lagu dan berbaur bersama para peserta kegiatan.
Penampilan
tersebut mendapat sambutan meriah dari para Warga Binaan yang mengikuti
kegiatan dari kamar hunian masing-masing. Tepuk tangan, sorak antusias, dan
lantunan nyanyian yang mengikuti irama lagu menciptakan suasana hangat yang
penuh keakraban dan kekeluargaan di balik tembok pemasyarakatan.
Salah
seorang Warga Binaan yang juga merupakan Tamping Kegiatan Kerja, berinisial Y,
mengaku senang dengan hadirnya Angkringan Lasdaun 106 di Blok Warga Binaan.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga
menjadi media untuk memperkenalkan hasil pembinaan kemandirian kepada Warga
Binaan lainnya.
"Alhamdulillah
ada kegiatan dan hiburan seperti ini. Selain membuat suasana lebih hidup dan
menambah keakraban antar sesama Warga Binaan, kegiatan ini juga menjadi sarana
untuk memperkenalkan hasil pembinaan yang ada di Kegiatan Kerja, khususnya bidang
kuliner, kepada teman-teman Warga Binaan lainnya. Kami berharap mereka bisa
lebih mengenal, tertarik, dan termotivasi untuk mengikuti program pembinaan
kemandirian yang ada di Lapas," ungkap Y.
Kegiatan
ini merupakan bagian dari upaya Lapas Pemuda Madiun dalam mendukung
pengembangan UMKM serta memperkuat program pembinaan kemandirian di bidang
kegiatan kerja, khususnya tata boga.
Selain
menjadi sarana pembelajaran keterampilan dan kewirausahaan, kegiatan ini juga
dihadirkan sebagai bentuk rekreasi positif guna menjaga kondisi psikologis
Warga Binaan agar tetap nyaman, tenteram, dan bersemangat selama menjalani masa
pembinaan.
Kepala
Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa Angkringan Lasdaun 106
merupakan salah satu inovasi pembinaan yang dirancang untuk menghadirkan
suasana positif sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang
aman dan kondusif.
"Angkringan
Lasdaun 106 tidak hanya menjadi sarana pembinaan kemandirian dan pengembangan
keterampilan bagi Warga Binaan, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun
suasana yang lebih humanis di dalam lapas. Melalui kegiatan ini, kami ingin
memberikan ruang rekreasi yang positif, menumbuhkan semangat kebersamaan,
sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas,"
ujar Rudi.
Melalui
pelaksanaan Angkringan Lasdaun 106 di Blok Warga Binaan ini, Lapas Pemuda
Madiun kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program pembinaan
yang inovatif, produktif, dan humanis. Diharapkan kegiatan ini dapat terus
menjadi sarana pengembangan keterampilan, mempererat hubungan antar Warga
Binaan maupun petugas, serta menjaga situasi Lapas Pemuda Madiun tetap aman,
tertib, dan kondusif. (red).
