Lapas Pemuda Madiun Gencarkan Razia Insidentil, Wujudkan Lapas Aman dan Tertib
Razia Insidentil, Wujudkan Lapas Aman
dan Tertib
Madiun, – SUARAJATIM.net
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda
Kelas IIA Madiun kembali melaksanakan razia insidentil sebagai langkah deteksi
dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), Rabu (8/7).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala
Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Adm. Kamtib) dan Plh. Ka KPLP serta
diikuti Kepala Subseksi Keamanan, Kepala Subseksi Pelaporan dan Tata Tertib
(Portatib), Staf KPLP, Staf Adm. Kamtib, Regu Pengamanan, dan Taruna
Poltekimipas.
Razia difokuskan di Blok Hunian C Atas
kamar 1, 2, 3, 6, 7, 8, 18, 19, dan 20 dengan melakukan pemeriksaan secara
menyeluruh terhadap kamar beserta barang-barang milik Warga Binaan. Langkah
tersebut dilakukan sebagai upaya mendeteksi sekaligus mencegah keberadaan
barang-barang yang dilarang berada di dalam lingkungan Lapas.
Selama pelaksanaan razia, seluruh
Warga Binaan menunjukkan sikap kooperatif sehingga kegiatan berlangsung dengan
aman, tertib, dan lancar. Kondisi tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam
menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas Pemuda Madiun.
Dari hasil penggeledahan, petugas
mengamankan sejumlah barang yang tidak semestinya berada di dalam kamar hunian,
di antaranya satu buah senjata tajam rakitan, enam buah paku, empat gulungan
tali, satu buah penggaris, satu pecahan kaca, dua buah pemotong kuku, satu buah
pinset, satu buah korek gas, dua hanger kayu, satu sendok berbahan stainless,
satu sabuk, satu potongan besi, satu uleg, satu tali tampar, serta satu set
kartu domino. Seluruh barang hasil razia selanjutnya didata dan diamankan
sesuai dengan prosedur yang berlaku untuk dilakukan pemusnahan.
Dari hasil pemeriksaan tersebut,
petugas tidak menemukan handphone, narkotika, maupun barang terlarang lainnya
yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Hasil ini menunjukkan bahwa
upaya pengawasan dan deteksi dini yang dilakukan secara konsisten terus
memberikan hasil positif dalam mewujudkan lingkungan Lapas yang aman dan
kondusif.
Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan
Ketertiban, Hilman Hilmawan, menyampaikan bahwa razia insidentil merupakan
langkah preventif yang akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai
bagian dari deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.
"Razia ini bukan hanya untuk
menemukan barang-barang yang dilarang, tetapi juga sebagai bentuk pencegahan
agar potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini. Kami akan terus
meningkatkan pengawasan dan memastikan seluruh blok hunian tetap dalam kondisi
aman, tertib, serta bebas dari barang-barang yang dapat mengganggu stabilitas
keamanan," ujar Hilman.
Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda
Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa penguatan keamanan merupakan
prioritas utama dalam penyelenggaraan pemasyarakatan. Menurutnya, seluruh
jajaran harus menjaga konsistensi pelaksanaan razia sebagai bentuk komitmen
menciptakan Lapas yang bersih dari barang terlarang.
"Kami berkomitmen melaksanakan
razia secara berkelanjutan sebagai langkah preventif dalam menjaga keamanan dan
ketertiban. Selain sebagai upaya penegakan aturan, kegiatan ini juga menjadi
bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan Lapas yang bersih dari handphone,
pungutan liar, dan narkoba (Halinar). Dengan sinergi seluruh petugas dan
dukungan Warga Binaan, kami optimistis kondisi Lapas akan tetap aman, tertib,
dan kondusif," tegas Rudi.
Melalui pelaksanaan razia insidentil
secara konsisten, Lapas Pemuda Madiun terus memperkuat komitmennya dalam
mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari
barang-barang terlarang. Langkah ini sekaligus menjadi implementasi deteksi
dini gangguan keamanan dan ketertiban sebagai bagian dari upaya menciptakan
pelayanan pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas. (RED).
