Orang Yang bilang Gibran tidak punya Ijazah setara SMA otaknya miring..!
Joko Widodo.Gibran.Kahiyang dan Kaesang.
Suara Jatim.23.08.026.
Tabiat manusia yang demen ( julid ) memang susah dirubah untuk baik , dimatanya semua dianggap salah dan menganggap dirinya palng benar , terutama orang orang yang hidup dilingkungan Politik dan kekuasaan.
Sebuah contoh nyata , ketika Presiden RI ke 7 Ir .Joko Widodo dipersoalkan terkait ijazah UGM nya , ujug ujug persoalan melebar ke ijazah Wapres Gibran Rakabuming Raka , yang dituding tidak punya ijazah SMA.
Hampir semua orang waras , sekolah yang sederajat itu sah untuk penyetaraan ditingkatan masing masing .
Banyak siswa Siswa Kejar paket C bisa melanjutkan kuliah , bahkan ratusan anggota Dewan yang juga memakai ijazah paket C bisa mencalonkan karena memang sesuai aturan setara dengan SMA .
Untuk Gibran yang resmi Sekolah di Singapura di Orchid Park secondary School ( di Indonesia setara SMA) sesuai aturan sah untuk melanjutkan kuliah , sah untuk dipilih dan memilih dalam kontek pemilu apa saja.
Seburuk buruk Ade Armando yang punya sikap kontroversial dan sering dihujat publik , masih jernih menilai status pendidikan Gibran, apanya yang salah ? kata Armando.
Bahkan Armando menilai , orang orang yang mempermasalahkan Status Sekolah Gibran hanya ( Pansos) memanfaatkan kasus Ijazah Jokowi yang ramai disoal .
Orang yang cerdas dan terhormat , mempermasalahkan ijazah Gibran sama saja bunuh diri Intelektual , atau istilah jawanya Gething mburu sengit / dendam tanpa arah.
Tujuan orang orang yang mempermasalahkan ijazah Gibran hanya satu , Gibran lengser dan Gibran dimakzulkan .
Kelompok Orang semacam itu , bisa dipastikan menjadi kelompok Julid yang pekerjaanya bikin gaduh publik atau mirip mirip dengan Buzzer.
Oleh karena itu , jika penegak hukum , Bawaslu ,KPU atau siapa saja ikut terseret orang orang julid seperti diatas , maka negeri ini tidak akan tentram selama lamanya.
Untuk saudara Gibran , jangan terpengaruh aksi aksi julid mereka , mereka adalah anak bangsa yang mungkin , tingkat pengetahuan agamanya kurang....
Ditulis sutikno , mantan ketua Hanura 2 periode , Ketua Forum Pewarta Pacitan dan Ketua Pacitan Courruption Watch ( PCW)
