Publik harus Cerdas..! Soal ijazah Jokowi dan Gibran.. ojo ojo....In Order to Feel Hurt....
Anak bapak dimasalahkan ijazahnya..kok ndak dari dulu..?
Suara Jatim .26-08-026.
Dalam sebuah perjalanan pesawat menuju ke Jakarta beberapa waktu lalu , sebelum Boording saya berniat minum kopi terlebih dahulu disebuah kedai kopi sekitar bandara.
Kebetulan berangkat saya dari Pacitan terlalu kepagian , sedang jadwal pesawat take Off masih jam 10 , masih ada waktu 4 jam untuk ngopi ngopi dan merokok.
Didalam kedai ada 2 orang duduk persis diseberang saya , mereka asyik membicarakan kasus Ijazah Jokowi dan Gibran , namun yang banyak bicara hanya satu orang , belakangan saya ketahui seorang pengacara dari Jogja.
Yang saya dengar dan saya garis bawahi , dalam pembicaraan tersebut aknum pengacara tersebut mengatakan , tidak usah terlalu larut dengan polemik ijazah Jokowi dan Gibran , itu Market Politik 2029 .katanya.
Yang membuat saya kaget ' , satu orang yang diajak ngobrol oleh pengacara tersebut mengangguk dan sempat bilang ,, in order to feel hurt ,, atau kira kira bahasa indonesianya Biar merasa tersakiti.
Roy Suryo akan hadapi putusan praperadilan ke 4 .
Jujur saya merasa kaget , karena selama mengikuti perkembangan berita terkait ijazah Jokowi dan Gibran , saya termasuk orang yang larut dalam polemik yang tidak bekesudahan tersebut.
Saya baru sadar ketika Minggu ( 23/08) kemarin , dalam sebuah percakapan ringan di sebuah tempat di Bandara Juanda Surabaya dengan rekan ( R) Jurnalis Times Indonesia , yang tiba tiba menanggapi berita terkait polemik ijazah Jokowi dan Gibran..yang pada intinya sama persis seperti yang saya dengar di Bandara Jogja.
Namun demikian ,dalam percakapan teman Jurnalis tersebut , sengaja saya tidak banyak menanggapi ,tujuan saya biar mendapat cerita utuh dari teman saya yang sama sama berangkat dari Pacitan , untuk menghadiri sebuah acara BUMN.
Bersama beberapa jurnalis asal Pacitan dalam sebuah acara BUMN .
Karena penasaran , saat makan malam disebuah Resto di Kota Malang , saya memancing persoalan Ijazah Jokowi dan Gibran yang kini banyak disoal.oleh beberapa oknum , diantaranya Roy Suryo.dr Tifa dan belakangan disoal oleh mantan wakil menteri Hukum Deny Indrayana.
Dengan lugas temen saya dari sebuah Media terkenal tersebut mengatakan , Ojo percoyo lan ojo melu katut polemik Ijazah Jokowi dan Gibran , iku muk setingan kubu pak Jokowi ben beliau ketok koyo tersakiti , tujuane ben entuk simpati massa jelang pemilu 2029.
Akhirnya saya sadar , ternyata saya sudah lupa , kalau saya itu 25 tahun berkecipung di Politik , baik sebagai mantan Kader PAN dan pimpinan Hanura Pacitan , saya lupa betul pernyataan orang orang politik yang kadang bilang A tapi ternyata B dan seterusnya...***
Ditulis oleh Sutikno mantan Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PAN Pacitan 2 periode , mantan Ketua DPC Hanura 2 periode , Ketua Pacitan Courruption Watch dan Redaktur Suara Jatim serta Owner Media Pacitan Post .
