Nasib Beasiswa 165 Mahasiswa Magetan Dipertanyakan, Usulan Rp990 Juta Tak Masuk P-APBD 2026
MAGETAN –Suarajatim.net Nasib 165 mahasiswa calon penerima beasiswa Pemerintah Kabupaten Magetan kini dipertanyakan setelah usulan anggaran sekitar Rp990 juta untuk beasiswa tahap II tidak terakomodir dalam Perubahan APBD (P-APBD) Tahun Anggaran 2026. Kondisi tersebut membuat pencairan bantuan pendidikan bagi ratusan mahasiswa itu terancam tertunda.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Magetan telah mengusulkan tambahan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk membiayai beasiswa tahap II bagi 165 mahasiswa.Masing-masing mahasiswa direncanakan menerima bantuan sebesar Rp6 juta. Jika dihitung untuk 165 penerima, total kebutuhan anggaran mencapai Rp990 juta.
Namun, dalam pembahasan P-APBD 2026, tambahan anggaran yang diajukan Dikpora tersebut belum mendapatkan alokasi. Artinya, program beasiswa tahap II bagi ratusan mahasiswa tersebut belum dapat direalisasikan melalui anggaran perubahan tahun ini.
Kepala Dikpora Kabupaten Magetan, Suhardi, membenarkan bahwa usulan tambahan anggaran beasiswa tersebut tidak masuk dalam P-APBD 2026.
“Pada P-APBD ini tidak ada tambahan anggaran untuk beasiswa. Usulan kita terkait penambahan anggaran tidak diakomodir,” kata Suhardi.
Meski demikian, pemerintah daerah masih akan mencari langkah untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Dikpora Magetan akan berkoordinasi dengan tim teknis beasiswa guna menentukan nasib 165 mahasiswa yang belum mendapatkan bantuan.
Suhardi mengatakan, kebutuhan anggaran yang belum terakomodir pada P-APBD 2026 akan kembali diperjuangkan melalui penganggaran tahun berikutnya.
“Ini diusulkan untuk prioritas tahun anggaran 2027,” tambahnya.
Suhardi menjelaskan, mahasiswa yang belum mendapatkan bantuan tersebut sebelumnya telah menerima beasiswa pada tahun 2025. Sedangkan untuk program berikutnya, sebanyak 165 mahasiswa direncanakan kembali mendapatkan bantuan masing-masing Rp6 juta.
Dengan belum terakomodirnya anggaran dalam P-APBD 2026, para calon penerima kini masih harus menunggu kepastian. Pemerintah daerah akan melakukan pembahasan lebih lanjut agar program bantuan pendidikan tersebut dapat diupayakan kembali sebagai salah satu prioritas dalam APBD 2027.(Hst).

