Jalan Santai Sambil Kontrol Lapas, Petugas Pemuda Madiun Tutup Pagi dengan Pecel Kuburan
Petugas Pemuda Madiun Tutup Pagi
dengan Pecel Kuburan
Madiun, – SUARAJATIM.net
Usai melaksanakan apel pagi, jajaran
petugas Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun langsung bergerak melaksanakan kerja
bakti membersihkan area branggang luar Lapas, Rabu (7/10). Kegiatan tersebut
dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus
upaya menjaga area sekitar Lapas tetap tertata, bersih, dan nyaman.
Dalam kerja bakti tersebut, petugas
bersama-sama membersihkan rumput liar yang tumbuh di sepanjang area branggang
luar. Dengan penuh semangat dan gotong royong, para petugas bahu-membahu
melakukan pembersihan sehingga lingkungan luar Lapas terlihat lebih rapi dan
terawat.
Usai kegiatan kerja bakti, Kepala
Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun, Rudi Kristiawan, mengajak jajaran petugas untuk
sarapan bersama. Tidak sekadar menikmati hidangan, kegiatan tersebut dikemas
dengan jalan santai menuju lokasi sarapan dengan menyusuri area branggang luar
Lapas.
Perjalanan menuju tempat sarapan
sekaligus dimanfaatkan sebagai sarana kontrol lingkungan luar Lapas. Kalapas
bersama jajaran mengamati kondisi sekitar, memastikan area branggang tetap
bersih, tertata, dan dalam kondisi aman.
Sesampainya di lokasi, seluruh jajaran
menikmati sarapan bersama dengan menu khas Madiun, nasi pecel kuburan. Suasana
santai dan penuh keakraban terlihat saat para petugas duduk bersama menikmati
sarapan setelah menyelesaikan kerja bakti.
Kalapas Pemuda Madiun Rudi Kristiawan
menyampaikan bahwa kegiatan sederhana tersebut memiliki banyak manfaat, baik
untuk menjaga kebersihan lingkungan maupun mempererat kebersamaan antarpetugas.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang
membersihkan rumput liar, tetapi bagaimana kita membangun kepedulian terhadap
lingkungan dan kekompakan dalam bekerja. Setelah apel kita kerja bersama,
kemudian kita jalan santai sekaligus melakukan kontrol area Lapas dan ditutup
dengan sarapan bersama. Kebersamaan seperti ini penting untuk membangun
komunikasi dan soliditas jajaran,” ujar Rudi.
Menurutnya, lingkungan kerja yang
bersih dan nyaman akan mendukung pelaksanaan tugas, sementara kekompakan
petugas menjadi salah satu modal penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban
di Lapas.
“Kita ingin budaya kerja seperti ini
terus dijaga. Tahu kerja, mau kerja, bisa kerja, pintar kerja, dan ikhlas
kerja. Semua dilakukan bersama-sama dengan penuh tanggung jawab demi menjaga
marwah Lapas Pemuda Madiun,” tambahnya.
Kegiatan ditutup dengan suasana penuh
keakraban. Selain menjadi momentum menjaga kebersihan, kerja bakti dan sarapan
bersama tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, kebersamaan, serta
semangat seluruh jajaran dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan
terbaik. (red)

