Supervisi Tim Integrasi Ditjenpas, Lapas Pemuda Madiun Tunjukkan Kualitas Layanan dan Pembinaan
Supervisi Tim Integrasi Ditjenpas Tunjukkan
Kualitas Layanan dan Pembinaan di Lapas Pemuda Madiun
Madiun, – SUARAJATIM.net
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda
Kelas IIA Madiun menerima kunjungan supervisi dari Tim Integrasi Direktorat
Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Kamis (8/10). Kegiatan tersebut dipimpin
oleh PJ Wilayah 1 Integrasi Ditjenpas, Aziz Imam Hanafi, bersama tim dan
disambut langsung oleh jajaran struktural Lapas Pemuda Madiun.
Kegiatan supervisi dilaksanakan
sebagai bagian dari upaya memastikan pelaksanaan layanan integrasi dan
pembinaan warga binaan berjalan sesuai ketentuan sekaligus mengidentifikasi
hal-hal yang perlu diperkuat di tingkat satuan kerja. Tim melakukan peninjauan
secara langsung terhadap berbagai layanan, sarana, serta pelaksanaan kegiatan
pembinaan di Lapas Pemuda Madiun.
Supervisi dilakukan dengan mengunjungi
sejumlah titik layanan dan fasilitas, mulai dari layanan kunjungan, dapur
Lapas, Balai Latihan Kerja (BLK), blok hunian Warga Binaan, Wartelsuspas,
Sendang Klangenan, hingga Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Dalam kunjungan
tersebut, tim melihat secara langsung kondisi fasilitas, pelaksanaan kegiatan,
serta pelayanan yang diberikan kepada Warga Binaan dan masyarakat.
Kepala Lapas Pemuda Madiun melalui
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik, Bambang Budiantoro Hutabarat,
menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan supervisi tersebut. Menurutnya,
supervisi menjadi momentum penting bagi Lapas untuk mendapatkan masukan dan
evaluasi dalam meningkatkan kualitas layanan serta pembinaan.
“Kami menyambut baik supervisi dari
Tim Integrasi Ditjenpas. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk
mendapatkan arahan, evaluasi, dan masukan secara langsung sehingga berbagai
layanan dan program pembinaan yang telah berjalan dapat terus ditingkatkan,”
ujar Bambang.
Ia menambahkan bahwa Lapas Pemuda
Madiun berkomitmen untuk terus menjaga kualitas pelaksanaan layanan integrasi
serta memberikan pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku dan
peningkatan keterampilan Warga Binaan sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat.
Sementara itu, PJ Wilayah 1 Integrasi
Ditjenpas, Aziz Imam Hanafi, menyampaikan apresiasi terhadap berbagai
pelaksanaan layanan dan pembinaan yang telah berjalan di Lapas Pemuda Madiun.
Dari hasil peninjauan, terdapat sejumlah hal positif yang menjadi perhatian
tim, salah satunya terkait pengaturan jadwal penggunaan baju dis bagi Warga
Binaan.
“Setelah saya melihat secara langsung,
ada beberapa hal yang cukup baik dan menjadi perhatian kami, seperti jadwal
penggunaan baju dis Warga Binaan yang sudah diatur dengan baik. Kemudian
kegiatan pembinaan kepribadian maupun kemandirian juga berjalan, termasuk
fasilitas rekreasi di Sendang Klangenan yang dapat dimanfaatkan secara gratis
atau tidak dipungut biaya,” ungkap Aziz.
Menurutnya, berbagai pengaturan,
program pembinaan, dan fasilitas yang tersedia tersebut menunjukkan adanya
upaya Lapas Pemuda Madiun dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang tertib
sekaligus mendukung proses perubahan perilaku Warga Binaan.
“Kami melihat hal-hal seperti ini
perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan. Pembinaan tidak hanya berkaitan
dengan kegiatan di dalam blok, tetapi juga bagaimana Warga Binaan mendapatkan
lingkungan yang tertib, kegiatan yang positif, serta fasilitas yang dapat
menunjang proses pembinaan,” tambahnya.
Melalui kegiatan supervisi ini, Lapas
Pemuda Madiun berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap arahan dan masukan dari
Tim Integrasi Ditjenpas sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas
layanan, pembinaan, serta pelaksanaan program integrasi bagi Warga Binaan.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya penyelenggaraan
pemasyarakatan yang semakin profesional, humanis, transparan, dan berorientasi
pada reintegrasi sosial. (RED).

