Percepat Herd Imunity di Unmuh Ponorogo, Polres lakukan Vaksinasi Goes To Campus

Percepat Herd Imunity di Unmuh Ponorogo, Polres lakukan Vaksinasi Goes To Campus


Ponorogo - Suara Jatim

Polres Ponorogo melaksanakan serbuan vaksinasi 1000 dosis jenis Sinovac yang diperuntukkan kepada keluarga besar kampus Unmuh Ponorogo termasuk Dosen, Rector, Pegawai serta Mahasiswa di kampus Unmuh Ponorogo,Sabtu ,(11/09/2021)

Hadir dalam giat tersebut diantaranya Kapolres Ponorogo AKBP Moch.Nur Azis SH.,SIK.,MSi juga  Bupati Ponorogo yang diwakili oleh Sekda Ponorogo Dr.,Drs., Agus Pramono MM.,Kasdim 0802 Ponorogo Mayor Inf Misiren,Kapolsek Siman Iptu Yoyok SH.,MH., serta Rektor Unmuh Ponorogo Dr. Happy Susanto MA bersama pegawai dan Mahasiswa Unmuh Ponorogo.

Rektor Unmuh Ponorogo, Dr.Happy Susanto MA yang diwakili oleh kepala humas kampus Unmuh Edy Santoso SE.,MM.,mengatakan serbuan 1000 vaksin ini akan dibagi antara dosen dan Pegawai berjumlah 400 orang dan sisanya untuk mahasiswa  juga keluarganya. 

"Ini dari total 7200 keluarga besar Unmuh Ponorogo, yang masih mendapatkan quota vaksin sebanyak 1000 dosis, Kepada TNI Polri juga Dinas Kesehatan, saya selaku humas Unmuh Ponorogo mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya terkait dengan adanya vaksinasi kepada keluarga besar Universitas Muhammadiyah Ponorogo" Ujar Edy

Lebih lanjut Edy juga menjelaskan, dalam kegiatan serbuan vaksin ini, pihaknya juga menerjunkan mahasiswa dari fakultas kesehatan Unmuh untuk membantu kegiatan tersebut.

Edy Berharap, Vaksinasi Dosis I ini akan berlanjut pada vaksinasi Dosis II, Dimana pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, TNI dan Dinkes Ponorogo.

“Setelah melakukan koordinasi, Kegiatan vaksinasi dosis II rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 17 Oktober 2021 mendatang,  jelas Edy. 

Di kesempatan yang sama, Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis S.H.,S.I.K., M.Si menyambut gembira atas partisipasi serta antusias yang bagus dari keluarga besar Unmuh, masyarakat umum serta adik adik mahasiswa dalam kegiatan serbuan vaksinasi di kampus Unmuh Ponorogo.

“Hari ini telah disiapkan kurang lebih 1000 dosis vaksin jenis sinovac yang diperuntukkan khusus untuk adik-adik mahasiswa atupun mahasiswi dan tenaga pendidik kampus Unmuh sebagai salah satu langkah dan upaya pecepatan vaksinasi nasional untuk membentuk herd immunity dengan bekerjasama dengan management kampus Unmuh dengan tujuan nantinya adik adik mahasiswa yang saat ini sudah pada tahap semester ganjil dapat dilibatkan pula dalam proses percepatan vaksinasi yang dicanangkan oleh pemerintah,” Ujar Kapolres Ponorogo  

Kapolres Ponorogo menambahkan, Serbuan Vaksinasi  ini adalah bentuk kepedulian TNI Polri  dan Pemerintah kepada seluruh warga Ponorogo untuk mencegah terpaparnya virus Covid 19 dan juga untuk membentuk kekebalan komunal dimana saat ini prosentase warga Ponorogo yang sudah melaksanakan vaksin sebanyak  26 % dari seluruh masyarakat Ponorogo yang berjumlah 850.000 Jiwa. 

“Bagi warga Ponorogo yang belum melaksanakan vaksinasi, silahkan segera mendaftarkan diri pada Gerai TNI-POLRI Juga Dinas Kesehatan yang tersebar diwilayah kebupaten Ponorogo,” Jelas Kapolres Ponorogo

Kapolres juga menghimbau,meskipun kita sudah divaksin,kita juga harus tetap menjaga protokol kesehatan,meskipun di wilayah Ponorogo ini Alhamdulillah level sudah turun menjadi 3 yang sebelumnya level 4,kita tetap harus prokes, terang Kapolres Ponorogo.

Sementara itu Ps.Paur Dokkes Polres Ponorogo Aiptu Imam menambahkan,pada serbuan vaksinasi ini pihaknya menggandeng team vaksinator sebanyak 20 orang dari klinik Polres Ponorogo dan juga team entry data dari Polwan Polres Ponorogo sebanyak 15 orang.

Imam menjelaskan tahapan vaksinasi ini dimulai dari screening awal meliputi cek suhu dan mengisi formulir persetujuan untuk suntik vaksin,jika screening nya lolos maka akan dilanjut penyuntikan vaksin,tapi andaikata tidak lolos akan dilakukan penundaan merujuk kepada kesehatan peserta vaksin,tutup Imam


Tinjau Vaksinasi Serentak 114 Titik di Jatim, Kapolri Optimis Target 2 Juta Per Hari Tercapai

Tinjau Vaksinasi Serentak 114 Titik di Jatim, Kapolri Optimis Target 2 Juta Per Hari Tercapai

 


Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kegiatan vaksinasi massal serentak 114 titik di 38 kab/kota Provinsi Jawa Timur (Jatim), Sabtu (11/9/2021).


Dalam kesempatan tersebut, Sigit menyebut bahwa dengan adanya kegiatan vaksinasi massal ini, target dari Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) soal suntikan vaksin dua juta per hari akan segera tercapai. 


"Untuk mencapai angka 2 juta suntikan per hari adalah kurang lebih 300 ribu. Hari kemarin wilayah Jatim sudah mencapai angka 280 ribu. Harapan kami hari ini angka 300 ribu itu bisa tercapai," kata Sigit dalam tinjauannya di Pondok Pesantren An-Nur II Bululawang, Kabupaten, Malang, Jawa Timur.


Eks Kapolda Banten ini berharap seluruh elemen di Jawa Timur dapat mempertahankan tren positif guna mencapai kekebalan komunal sebagaimana dengan target Pemerintah dalam penanganan dan pengendalian Covid-19. 


"Mudah-mudahan bisa lebih, sehingga tentunya target pencapaian ini betul-betul bisa tercapai. Kemudian kedepan terus dipertahankan," ujar mantan Kabareskrim Polri ini.


Lebih dalam, Sigit juga menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada Pemda, Dinas Kesehatan, personel TNI-Polri, relawan dan elemen masyarakat lainnya, yang telah bekerja keras menurunkan laju pertumbuhan Covid-19. 

 

"Sehingga saat ini BOR di Jatim mencapai angka dibawah rata-rara nasional sekitar 16-17an. Kemudian Positivity Ratenya juga sudah dibawah rata-rata nasional jadi ini adalah kerja luar biasa," ucap Sigit.


Kendati demikian, Sigit tetap menekankan bahwa, seluruh pihak untuk tetap tidak lengah ketika terjadinya penurunan kasus harian virus corona seperti sekarang ini. Menurutnya, pengawasan dan penegakan protokol kesehatan (prokes) harus tetap dilakukan sekuat mungkin. 


"Yang perlu saya ingatkan dengan adanya penurunan level di beberapa wilayah ada yang turun ke level 3, 2 ataupun turun ke level 1, ini kemudian akan diikuti pelongaran untuk masyarakat laksanakan aktivitas. Yang perlu saya ingatkan walaupun angka turun dan tentunya kemudian diikuti kelonggaran yang ada, saya pesan bersama Panglima untuk penegakan prokesnya harus tetap kuat," papar Sigit.


Selain itu, Sigit menyebut, kegiatan vaksinasi terhadap masyarakat juga harus terus diperkuat kedepannya. Khususnya pengoptimalan pada wilayah aglomerasi. 


"Ini betul-betul bisa dijaga antisipasi kelonggaran yang ada tetap perkuat prokes, tetap wajib pakai masker dan bagi yang belum vaksin ajak saudara-saudara kita, ajak masyarakat yang masih takut atau ragu-ragu untuk mau laksnakan vaksinasi. Dalam kesempatan ini saya serukan ayo vaksinasi ayo tetap pakai masker," kata Sigit.


Dalam kesempatan ini, Panglima dan Kapolri menyapa langsung secara virtual beberapa wilayah yang menggelar vaksinasi serentak. Mereka menanyakan langsung soal target dan capaian terkait dengan kegiatan tersebut. 


Tak hanya itu, Panglima dan Kapolri sebelumnya juga meninjau secara langsung vaksinasi massal di Kampus Cor Jesu, Kota Malang, Jawa Timur. Mereka juga mendistribusikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19.

Berakhir Damai, Kapolres Ponorogo dan Wakil Rektor Kampus Berikan Klarifikasi Terkait Beredarnya Video Viral Anggota Polres Dengan Mahasiswa

Berakhir Damai, Kapolres Ponorogo dan Wakil Rektor Kampus Berikan Klarifikasi Terkait Beredarnya Video Viral Anggota Polres Dengan Mahasiswa

  


PONOROGO -  Marak di platform sosial media beredar sebuah video yang mempertontonkan tindakan anggota Polres Ponorogo terhadap mahasiswa yang diduga akan melakukan aksi demo saat Presiden Jokowi kunjungi Ponorogo Jawa Timur pada 7 September 2021 yang lalu. 


Menyikapi hal tersebut pihak dari Universitas Muhammaddiyah Ponorogo beserta Perwakilan Aliansi Front Renaissance,Korlap BEM IAIN,Korlap DEMA IAIN,Korlap PC IMM dan juga Korlap HMI Cabang Ponorogo akhirnya memberikan klarifikasi. 


Perwakilan Aliansi dari Front Renaissance Ponorogo,Aji Binawan Putra menjelaskan bahwa beredarnya video tersebut sangat disesalkan olehnya. 


Menurut Aji moment kunjungan kerja Presiden RI ke Ponorogo merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan dimana ada sebuah Kabupaten dikunjungi oleh orang nomor 1 di Indonesia. 


Tentang video viral yang tersebar di jejaring sosial,itu hanya merupakan sebuah fenomena sosial yang terjadi dalam melaksanakan kegiatan Aksi Damai oleh Aliansi Mahasiswa Ponorogo. 


"Kami sudah menyiapkan naskah kesepakatan yang berisi permohonan maaf agar di kemudian hari tidak saling menuntut secara personal," kata  Aji Binawan Putra. 


Di kesempatan yang sama,tanggapan Kapolres Ponorogo AKBP Moch.Nur Azis SH.,SIK.,MSi juga memberikan klarifikasi kepada awak media bahwa benar adanya  kejadian tersebut. 


"Iya benar ada video itu, namun tindakan reprensif dari petugas tentunya pasti ada penyebabnya," ujar Kapolres Ponorogo,Jumat (10/9/21). 


Disamping memberikan apresiasi atas permohonan maaf dari wakil rektor III Unmuh,Kapolres juga mengajak elemen masyarakat termasuk para mahasiswa untuk bekerjasama,saling berkoordinasi dengan pihak Kepolisian demi satu tujuan yaitu Kamtibmas. 


"Sama - sama kita jadikan pelajaran dan diambil hikmah atas kejadian ini agar tidak terulang di kemudian hari,"terang Kapolres Ponorogo. 


Begitu pula Kabag Ops Polres Ponorogo,Kompol Basuki Nugroho juga menyampaikan bahwa Aksi yang dilakukan aliansi mahasiswa ini tidak adanya pemberitahuan sebelumnya oleh peserta aksi, maka dari itu pihaknya melakukan penyekatan atau pemblokiran jalan di lokasi unras tersebut. 


"Sekali lagi atas nama pribadi saya memohon maaf atas kesalahan yang telah saya perbuat terhadap peserta aksi, yakni Aliansi Mahasiswa Ponorogo," kata Kabag Ops Polres Ponorogo KOMPOL Basuki Nugroho. 


Sementara itu Wakil Rektor III Unmuh Ponorogo Ir.Muhammad Malyadi MM.,juga turut memberikan klarifikasi terkait video yang viral tersebut. 


"Atas nama lembaga dan Rektor sebelumnya kami meminta maaf atas terselenggaranya kegiatan Unras oleh mahasiswa kami pada saat Kunker Presiden RI di wilayah Ponorogo yang dinilai tidak melalui prosedur yang berlaku,diantaranya 3 x 24 jam harus melakukan perijinan terhadap Polres setempat,"tutur Ir. Muhammad Mulyadi. 


Pihaknya juga menambahkan selain sebagai rektor, pihaknya juga bertindak sebagai pengawas dan pembina bagi mahasiswa khususnya Aliansi Kemahasiswaan di dalam Universitas Muhammaddiyah Ponorogo. 


"Seperti yang sudah terlaksana sebelumnya aksi unras maupun aksi apapun teman teman mahasiswa selalu memberikan informasi terlebih dahulu pada kami,tapi untuk kali ini tidak adanya pemberitahuan yang masuk kepada kami," tambah Mulyadi. 


Dengan demikian, lanjut Mulyadi dapat disimpulkan kegiatan tersebut tidak direncanakan dengan matang,yang artinya tidak ada ijin dari pihak Kepolisian khususnya Polres Ponorogo maupun pihak kampus sendiri sesuai prosedur penyampaian pendapat di muka umum yang berlaku. 


"Sekali lagi,dengan adanya video viral tindakan reprensif anggota Polri  tersebut,kami selaku perwakilan pimpinan kampus memohon maaf atas aksi yang dilaksanakan oleh anak anak kami sehingga terjadi hal tersebut,dan bisa diambil hikmah untuk dapat meningkatkan kerjasama agar terjalin komunikasi yang baik antara Polres Ponorogo dan elemen Mahasiswa," pungkas Wakil Rektor Ir.Muhammad Malyadi. (*)

Sayed Junaidi: Itu Langkah Preventif Petugas Kepolisian Bukan Untuk Proses Hukum

Sayed Junaidi: Itu Langkah Preventif Petugas Kepolisian Bukan Untuk Proses Hukum


SURABAYA, Terkait dengan Polres Blitar Kota yang mengamankan seorang pria, saat kedatangan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Pada 7 September 2021 lalu. Mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya dari Ketua Umum Rembuk Nasional Aktivis 98, Sayed Junaidi Rizaldi.


Ketua Umum Rembuk Nasional Aktivis 98, Sayed Junaidi Rizaldi. Menyayangkan beberapa pihak yang nyinyir negatif terhadap apa yang dilakukan Pihak Kepolisian di Kota Blitar terkait mengamankan seorang pria yang membentangkan spanduknya ketika Presiden Joko Widodo berkunjung ke Blitar, pada Selasa (7/9/2021) lalu.


“Sayangnya, kunjungan ini diwarnai penangkapan polisi kepada seorang pria. Penangkapan ini bermula ketika pria itu tiba-tiba membentangkan spanduk saat mobil Jokowi meninggalkan area PIPP tersebut,” jelasnya.


Ditambahkan, bahwa pria itu muncul di tengah kerumunan warga, tepat saat Jokowi sedang melambai tangan dari kaca jendela mobilnya.


"Ditangkap itu langkah preventif petugas kepolisian, bukan untuk proses hukum, seperti halnya ketika rombongan lewat kendaraan lain dihentikan,” ucapnya.


“Jadi jangan juga asal bunyi dalam menanggapi kejadian tersebut, karena memang ada protap terhadap pengamanan Presiden,” tegas pengagas gerakan Fokus Indonesia Gemilang ini.


Diberitakan sebelumnya, saat kedatangan presiden di kota blitar pada 7 September 2021 lalu, seorang pria membentangkan poster yang mengeluh dengan harga jagung yang tinggi. Atas tindakannya itu, pria tersebut lantas diamankan Polres Blitar.


Pria tersebut adalah seorang peternak asal Kabupaten Blitar. Dan sudah dipulangkan, tidak ada penangkapan hanya dimintai keterangan dan dipulangkan.


"Sebelum di pulangkan kami juga mengecek terlebih dahulu orang tersebut, benar peternak atau tidak. Namun setelah dilakukan pengecekan dan pemeriksaan. Ternyata benar yang bersangkutan merupakan peternak dan hanya menyampaikan keluhannya saja," kata Kapolres Blitar Kota.


Begitu mengetahui, bahwa  maksudnya hanya menyampaikan aspirasi pria tersebut kemudian dipulangkan ke rumahnya. "Menyampaikan saja berkaitan dengan aspirasi harga jagung atau pakan ternak," tegasnya.

Tinjau Vaksinasi Serentak 10 Titik di NTB, Kapolri Harap Target Pemerintah Segera Terwujud

Tinjau Vaksinasi Serentak 10 Titik di NTB, Kapolri Harap Target Pemerintah Segera Terwujud

 



Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau pelaksanaan vaksinasi massal serentak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/9/2021). Kegiatan itu diselenggarakan di 10 titik wilayah NTB. 


Dalam peninjauan ini, Sigit meminta agar Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mempercepat pelaksanaan vaksinasi nasional. Kegiatan itu diselenggarakan di Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Timur, Kota Mataram, Kabupaten Sumbawa Barat, Lombok Tengah, Kota Bima, Kabupatem Bima, Kabupaten Dompu, dan Kabupaten Sumbawa, 


Menurut eks Kapolda Banten ini, percepatan vaksinasi juga untuk kesiapan pelaksanaan ajang Superbike dan Moto GP pada bulan November mendatang.


"Untuk wilayah yang ada kegiatan tersebut mohon dipersiapkan petugas vaksinator. Mandalika perlu perhatian khusus," kata Sigit dalam tinjauannya.


Dalam kesempatan ini, Sigit menerima paparan Bupati Lombok Tengah bagaimana perkembangan vaksinasi di wilayah tersebut. Dalam paparannya, target sebanyak 75 persen masyarakat sudah divaksin terkait dengan memenuhi target program vaksinasi nasional sekaligus persiapan even internasional itu. 


"Tolong diperhitungkan karena waktunya kurang lebih 2 bulan sehingga target bisa tercapai. Harapan kami rekan-rekan semua menembus angka rekor pencapaian di NTB. Kami tunggu semoga hasilnya sesuai," ujar Sigit.


Sementara itu, kata Sigit, vaksinasi juga diperlukan untuk mengembalikan roda perekonomian masyarakat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. 


Kemudian, Sigit menyebut, vaksinasi juga untuk memperkuat pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang sudah dimulai. Oleh sebab itu, pelajar, guru dan pihak yang terkait harus segera dilakukan percepatan vaksinasi.


"Vaksinasi pelajar diharapkan dapat memperkuat kesiapan pembelajaran tatap muka terbatas dengan menjadikan vaksin sebagai persyaratan bagi pelajar, guru maupun perangkat sekolah. Vaksinasi di lokasi pendidikan seperti ini juga diharapkan dapat menjadi sentra vaksinasi bagi orang tua murid maupun warga sekitar sebagai upaya akselerasi vaksinasi sehingga segera mencapai target capaian," papar Sigit.


Lebih lanjut, mantan Kabareskrim Polri ini juga meminta jajaran pemerintah daerah untuk berkoordinasi jika memang membutuhkan stok vaksin. Namun, ia mengingatkan juga setiap wilayah untuk mempersiapkan petugas vaksinator jika stok vaksin sudah tersedia.


Tak lupa, dalam kesempatan ini, Sigit pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen yang ikut menyukseskan vaksinasi di wilayah NTB mulai dari Pemprov, TNI-Polri dan masyarakat.


"Terima kasih kepada petugas dan masyarakat yang ikut mempercepat akselerasi vaksinasi," katanya.

Jumat Berkah ; Kapolresta Banyuwangi dan PJU Bagkan Sembako dan Makanan Kepada Warga Terdampak Puting Beliung

Jumat Berkah ; Kapolresta Banyuwangi dan PJU Bagkan Sembako dan Makanan Kepada Warga Terdampak Puting Beliung


Banyuwangi sempat diterjang puting beliung dan angin kencang yang mengakibatkan beberapa rumah warga di Desa Bagorejo Kecamatan Bangorejo mengalami kerusakan ringan terutama atap. 


Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi dan para pejabat utama membagikan bantuan berupa paket Sembako ke rumah-rumah warga yang terdampak puting beliung di Desa Bagorejo.


Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu yang memimpin langsung kegiatan tersebut mengatakan bahwa hal ini merupakan bentuk kepedulian kepedulian dan semangat berbagi untuk masyarakat.


"Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan ke masyarakat, bahwa Polri peduli dan  tanggap bencana sangat kuat," terang AKBP Nasrun kepada wartawan, Jumat (10/9/2021).


Peduli dan tanggap bencana, kata Kapolresta Banyuwangi memudahkan koordinasi dan pelayanan bantuan saat ada situasi darurat akibat bencana cuaca ekstrem.


"Peduli dan tanggap terhadap situasi dan kondisi masyarakat, menghadapi musim pancaroba yang memungkinkan terjadi bencana angin kencang, banjir dan tanah longsor di berbagai titik di wilayah hukum Polresta Banyuwangi," lanjut AKBP Nasrun.


Kapolresta berharap kesiagaan bencana dari semua pihak, dengan demikian diharapkan penanganan kebencanaan bisa terpadu, cepat dan mampu memberikan bantuan secara terukur. 


Kades Bangorejo Suyadi mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolresta Banyuwangi atas perhatian dan bantuanya kepada warganya yang mengalami musibah angin puting beliung dan berdoa tidak ada bencana lagi kedepanya. (Humas Resta BWI)

Polres Blitar Kota Fasilitasi Pertemuan antara peternak unggas di Kabupaten Blitar dan Pemkab Blitar

Polres Blitar Kota Fasilitasi Pertemuan antara peternak unggas di Kabupaten Blitar dan Pemkab Blitar


Polres Blitar Kota memfasilitasi pertemuan antara peternak unggas di Kabupaten Blitar dan Pemkab Blitar, Kamis (9/9/2021). 


Pertemuan itu untuk mencari solusi terkait aspirasi para peternak yang mengeluhkan mahalnya harga jagung sebagai pakan ternak. 


Pertemuan yang digelar di Pendopo Sasana Adhi Praja Pemkab Blitar itu juga dihadiri oleh perwakilan dari Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian. 


Dari Pemkab Blitar diwakili oleh Sekda Kabupaten Blitar dan beberapa pejabat di lingkungan Pemkab Blitar. 


Sedang dari peternak unggas dhadiri antara lain, Ketua Koperasi Putera Blitar, Ketua PPRN Blitar, Ketua PPN Blitar, dan peternak ayam layer. 


Kapolres Blitar Kota bersama Kapolres Blitar serta Kasdim 0808 Blitar juga ikut hadir dalam pertemuan tersebut. 


Dalam pertemuan itu, semua perwakilan peternak rata-rata menyampaikan aspirasinya terkait mahalnya harga jagung. 


Para peternak berharap ada solusi dari pemerintah berupa bantuan subsidi pembelian jagung dengan harga wajar sesuai Permendag. 


Mengingat Kabupaten Blitar merupakan sentral peternak unggas dengan jumlah peternak mencapai 4.500 peternak. 


Kebutuhan jagung untuk peternak di Kabupaten Blitar mencapai 1.200 ton per hari. 


Selain itu, para peternak juga menyampaikan soal indikasi adanya potensi penimbunan jagung oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. 


Peternak meminta Satgas Pangan untuk menindak tegas indikasi potensi penimbunan jagung oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. 


Menanggapi aspirasi para peternak, Ditjen Tanaman Pangan Kementan menyampaikan pemerintah segera melayangkan surat pada PT Seger agar harga jagung di turunkan menyesuaikan kebutuhan para peternak. 


Pemerintah juga menyiapkan subsidi transport sebesar Rp 900 juta untuk kebutuhan jagung peternak Kendal dan Blitar. 


Terkait bantuan subsidi transport yang disediakan pemerintah sebanyak 500 ton jagung. 


Kapolres Blitar Kota AKBP Dr. Yudhi Hery Setiawan, S.I.K, M.Si. menyampaikan terkait penimbunan jagung tentunya akan ditindak lanjuti oleh Satgas Pangan. 


Kapolres Blitar Kota berharap kerja sama peternak jika mempunyai informasi terkait penimbunan jagung agar melaporkan kepada Satgas Pangan. 


Disamping itu dalam masa Pandemi Covid-19 ini, Kapolres juga berharap para peternak bisa menjaga situasi Kamtibmas agar perekonomian di Blitar juga meningkat. 


Usai dialog, Kapolres Blitar Kota secara simbolis menyerahkan paket sembako dari Presiden RI kepada perwakilan peternak.