Dari Lahan Tidur Menjadi Lahan Makmur, 1.000 Kandang Ayam Petelur Lapas Pemuda Madiun Siap Wujudkan Swasembada Pangan
1.000 Kandang Ayam Petelur Lapas
Pemuda Madiun Siap Wujudkan Swasembada Pangan
MADIUN, – SUARAJATIM.net
Komitmen Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun
dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui
berbagai inovasi. Salah satu langkah nyata yang kini dilakukan adalah
menyiapkan 1.000 kandang ayam petelur yang akan segera diisi sebagai bagian
dari pengembangan program ketahanan pangan berbasis pemasyarakatan.
(08/07/2026)
Pembangunan kandang ayam petelur
tersebut memanfaatkan lahan brandgang yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara
optimal. Kini, kawasan tersebut telah disulap menjadi area produktif yang
menjadi cikal bakal pengembangan swasembada pangan mandiri di lingkungan Lapas
Pemuda Madiun.
Kandang ayam petelur yang telah
selesai dibangun menggunakan produk hasil karya warga binaan dari Lapas Gunung
Sindur. Sinergi antarunit pelaksana teknis pemasyarakatan tersebut menjadi
wujud kolaborasi dalam mendukung pembinaan kemandirian sekaligus memperkuat
ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Nantinya, hasil produksi telur dari
ayam petelur tersebut akan dimanfaatkan sebagai tambahan kebutuhan konsumsi
warga binaan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan pemenuhan gizi warga
binaan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar, sehingga
tercipta swasembada pangan yang berkelanjutan di dalam lapas.
Menariknya, kawasan peternakan ayam
petelur tersebut berdampingan dengan kandang kambing yang juga tengah
dikembangkan sebagai bagian dari program ketahanan pangan. Dengan berbagai
jenis peternakan yang dimiliki, Lapas Pemuda Madiun terus mengoptimalkan lahan
yang ada agar memberikan manfaat nyata bagi pembinaan maupun pemenuhan
kebutuhan pangan.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi
Kristiawan, mengatakan bahwa pengembangan peternakan merupakan tindak lanjut
dari arahan pimpinan dalam mengoptimalkan aset dan lahan yang dimiliki menjadi
kawasan produktif.
"Kami berkomitmen menjalankan
arahan pimpinan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Lahan yang
sebelumnya kurang produktif kini kami ubah menjadi lahan yang memberikan
manfaat nyata. Sebanyak 1.000 kandang ayam petelur telah siap untuk diisi, dan
hasil telurnya nanti akan dimanfaatkan sebagai tambahan kebutuhan pangan warga
binaan. Ini merupakan langkah menuju swasembada pangan secara mandiri di
lingkungan Lapas Pemuda Madiun," ujar Rudi Kristiawan.
Lebih lanjut, Kalapas menjelaskan
bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada hasil produksi pangan, tetapi
juga menjadi media pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Melalui
keterlibatan dalam pengelolaan peternakan, warga binaan memperoleh pengalaman
dan keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
"Semangat kami adalah mengubah
lahan tidur menjadi lahan makmur. Selain mendukung ketahanan pangan, program
ini juga menjadi sarana pembinaan keterampilan agar warga binaan memiliki bekal
usaha setelah bebas nantinya. Kami ingin Lapas Pemuda Madiun terus berinovasi,
produktif, dan memberikan manfaat bagi warga binaan maupun masyarakat,"
tambahnya.
Melalui pengembangan kawasan
peternakan ayam petelur dan kambing tersebut, Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun
menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan, memperkuat
pembinaan kemandirian, serta mewujudkan pemasyarakatan yang produktif, mandiri,
dan berdampak bagi kesejahteraan warga binaan. (RED).
