LUAR BIASA, Pendekar Muda dari Desa Ketawang Guncang Panggung Nasional, Muhammad Al Ghifari Sabet Piala Rektor Airlangga Cup VIII!
Muhammad Al Ghifari, Pesilat PSHT
menjadi Jawara Piala Rektor Airlangga Cup VIII
MADIUN – SUARAJATIM.net
Bumi Kampung Pesilat kembali
melahirkan sang jawara! Dari sudut kesederhanaan Desa Ketawang, Kecamatan
Dolopo, Kabupaten Madiun, seorang remaja berhasil menghentak panggung pencak
silat tanah air.
Muhammad Al Ghifari, atlet muda
berbakat binaan PSHT Ranting Dolopo DKP Madiun, kini resmi menjelma menjadi
bintang baru yang bersinar terang di kancah nasional 2026!
Siswa
berprestasi asal SMAN 1 Dolopo yang tinggal di RT 01 RW 01 Desa Ketawang ini
sukses membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan halangan untuk mengukir
tinta emas.
Lewat tetesan keringat dan disiplin
baja, nama Al Ghifari kini melesat sebagai salah satu talenta paling
menjanjikan yang dimiliki Indonesia.
Dominasi
Tanpa Henti: Dari Jawa Timur hingga Panggung Nasional
Rekam
jejak Al Ghifari di gelanggang tanding benar-benar membuat decak kagum. Langkah
fenomenalnya dimulai pada tahun 2024 lalu saat ia sukses mengamankan posisi
Juara 2 Kejurprov Jawa Timur Remaja, disusul dengan pembuktian ketangguhannya
sebagai Juara 1 Bupati Cup Antar Pelajar dan Juara 1 SMAN 1 Nglames Open
Se-Karesidenan Madiun.
Memasuki
tahun 2025, mental juaranya semakin matang dan tak terbendung.
Ia menyapu bersih podium tertinggi
dengan mempertahankan gelar Juara 1 Kejurprov Remaja Jawa Timur serta kembali
naik ke podium tertinggi sebagai Juara 1 Bupati Cup Antar Pelajar. Konsistensi
luar biasa ini menegaskan bahwa torehan prestasinya bukanlah faktor
keberuntungan, melainkan buah dari kerja keras tanpa batas.
"Ketenangan
bertanding, teknik yang matang, serta semangat pantang menyerah menjadi ciri
khas penampilannya di setiap pertandingan."
Puncaknya
terjadi pada tahun 2026 ini. Muhammad Al Ghifari sukses mengguncang jagat
pencak silat nasional dengan merebut Juara 1 Kejuaraan Nasional Piala Rektor
Airlangga Cup VIII.
Menyingkirkan ratusan atlet terbaik
dari berbagai penjuru nusantara dalam ajang bergengsi garapan Universitas
Airlangga tersebut, Al Ghifari membuktikan bahwa pesilat dari Ranting Dolopo
ini memiliki kualitas kelas dunia!
Doa
Orang Tua dan Jiwa Bersahaja PSHT
Di
balik tendangan dan pukulan presisinya di matras, ada kekuatan doa yang luar
biasa. Kesuksesan besar Al Ghifari tidak lepas dari sokongan moral dan
spiritual kedua orang tuanya, Taufik Pujoanto dan Sumiarsih. Restu keluarga
yang berpadu apik dengan gemblengan berkarakter dari PSHT Ranting Dolopo
menjadi fondasi utama yang membentuknya menjadi pendekar tangguh bermental
baja.
Meski
kini namanya dielu-elukan, Al Ghifari tetap membumi. Baginya, deretan medali
emas yang melingkar di lehernya bukanlah akhir, melainkan sebuah tanggung jawab
besar. Ia berkomitmen untuk terus menjaga nama baik orang tua, sekolah, daerah,
dan nama besar organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).
Dengan
tren prestasi yang terus meroket, Muhammad Al Ghifari kini resmi menjadi aset
masa depan pencak silat Jawa Timur, sekaligus lambang kebanggaan bagi PSHT
Pusat Madiun. Jalan menuju pelatnas kini terbuka lebar, dan Indonesia
bersiaplah menyaksikan kepakan sayap sang rajawali dari Dolopo! (Red)

