Pecah Suasana Lapangan, Lomba Yel-Yel Antarblok Bikin HUT Ke-81 RI di Lapas Pemuda Madiun Makin Meriah
Madiun – Lapangan olahraga Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun mendadak dipenuhi teriakan semangat, tepuk tangan, dan gerakan kompak. Dalam rangka memeriahkan puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lapas Pemuda Madiun menggelar lomba yel-yel antarblok Warga Binaan, Rabu (26/8/2026).
Bukan sekadar meneriakkan slogan, setiap blok tampil dengan konsepnya masing-masing. Ada yang mengandalkan irama lagu yang energik, gerakan serempak, koreografi sederhana tetapi menarik, hingga perpaduan suara yang membuat suasana perlombaan semakin hidup.
Sejak kelompok pertama tampil, atmosfer kompetisi langsung terasa. Warga Binaan yang berada di sekitar lapangan ikut memberikan dukungan. Sorakan dan tepuk tangan terdengar setiap kali peserta berhasil menampilkan gerakan yang kompak atau meneriakkan yel-yel dengan penuh percaya diri.
Masing-masing blok berusaha menunjukkan identitas dan kreativitasnya. Persiapan yang dilakukan sebelumnya terlihat dari kekompakan gerakan, pembagian suara, hingga keberanian peserta tampil di hadapan petugas dan Warga Binaan lainnya.
Tak sedikit penampilan yang mengundang senyum dan tepuk tangan panjang. Suasana kompetitif tetap terasa, tetapi berlangsung dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, mengatakan lomba yel-yel sengaja dihadirkan sebagai salah satu kegiatan yang memberi ruang bagi Warga Binaan untuk mengekspresikan kreativitas secara positif.
“Lomba yel-yel ini bukan hanya untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan. Kami ingin memberikan ruang kepada Warga Binaan untuk berkreasi, membangun kekompakan, dan meningkatkan rasa percaya diri. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian penting dalam proses pembinaan,” ujar Rudi.
Menurutnya, kegiatan pembinaan tidak selalu harus berlangsung dalam suasana formal. Aktivitas yang menyenangkan juga dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan interaksi sosial yang sehat sekaligus memperkuat hubungan antarsesama Warga Binaan.
Melalui proses latihan dan penampilan, setiap peserta belajar menyatukan ide, menyesuaikan gerakan, menjaga komunikasi, serta menghargai peran masing-masing anggota kelompok.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menghadirkan suasana yang positif bagi Warga Binaan. Mereka dapat merasakan semangat kemerdekaan sekaligus memahami bahwa kerja sama, kreativitas, dan kekompakan sangat diperlukan untuk mencapai tujuan bersama,” tambah Rudi.
Latihan Bareng, Tampil Bareng, Semangat Pun Makin Kuat
Antusiasme juga dirasakan langsung oleh para peserta. Salah seorang Warga Binaan berinisial R mengaku senang dapat terlibat dalam perlombaan tersebut bersama teman-temannya satu blok.
Ia mengatakan, kelompoknya melakukan latihan secara rutin agar dapat tampil kompak saat perlombaan berlangsung. Namun, menurutnya, hal yang paling berkesan justru bukan sekadar persaingan untuk menjadi juara.
“Kami sangat antusias mengikuti lomba ini. Setiap hari kami latihan bersama supaya penampilan bisa kompak dan maksimal. Bukan hanya soal menang, kami juga senang karena bisa berlatih bersama, saling menyemangati, dan menikmati suasana kemerdekaan,” ungkap R.
Proses latihan tersebut turut menciptakan interaksi positif antaranggota blok. Setiap peserta harus belajar menyesuaikan diri, mendengarkan masukan, serta bekerja sama agar penampilan kelompok berjalan sesuai rencana.
Momentum peringatan kemerdekaan pun menjadi lebih dari sekadar perayaan tahunan. Bagi Warga Binaan, kegiatan seperti lomba yel-yel memberikan kesempatan untuk merasakan kegembiraan bersama sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki.
Lapas Pemuda Madiun terus memanfaatkan momentum HUT Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai bagian dari pembinaan yang positif, kreatif, dan humanis. Melalui aktivitas yang melibatkan kebersamaan, Warga Binaan didorong untuk berani berekspresi, belajar bekerja sama, serta membangun rasa percaya diri.
Ketika yel-yel terakhir diteriakkan dan tepuk tangan kembali memenuhi lapangan, satu hal terlihat jelas. Semangat kemerdekaan tidak hanya hadir melalui perlombaan, tetapi juga melalui kebersamaan, kreativitas, dan keberanian untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. (RED)

