Nomer 1 dadi Inceran Calon , uga dadi inceran dukun Lek Ciing
Suara Jawa Timur 27-10-2026.
Tadi malam suasana Balai Desa yang saat ini gelar Pilkades , riuh dan sedikit menegangkan,
karena masing masing diikuti tim Sukses dan pendukung para calon.
Sudah menjadi kebiaan atau tradisi , nomer urut cantik ( Nomor 1 ) menjadi incaran banyak calon , karena mungkin dari segi sosialisasi lebih gampang.
Dalam undian tadi malam , Pilkades Desa Mentoro Patahana Rohman Mashuri mendapat nomor 1 sedangkan lawanya Andi mendapat nomer urut 2 , Pemuda yang sudah terlanjur pindah sebagai warga Magelang itu nampak tenang .
Sedangkan Pilkades Desa Menadi Istri Kades lama Anik Sindu juga mendapat nomer Cantik 1 sedang Winarno mendapat nomer urut 2 , yang menarik kedua calon tersebut dirangkul dari belakang Kades Lama Shindu yang juga suami Anik Shindu.
Tidak bisa dipungkiri Istrinya Sindu begitu mendapat nomor urut 1 nampak girang dan bersyukur , alumni SMPN 2 Pacitan itu terlihat sumringah dan penuh keyakinan seolah akan memenangkan pertandingan Pilksdes Desa Menadi.
Sudah menjadi tradisi setiap Kegiatan Pilkades atau Pilkada , umumnya di tanah Jawa , yaitu keberadaan / kehadiran para normal atau dukun ndeso di lingkaran Calon.
Biasanya dukun dukun tersebut , tidak semua dihadirkan / dikehendaki calon, tapi yang membawa dan getol menghadirkan adalah timses atau yang disebut Plepet .
Dukun dukun ndeso tersebut , seperti yang dilaporkan tim redaksi di wilayah kecamatan , sudah pating sliwer / terlihat di Balai balai Desa dengan segala bentuk ritualnya.
Sekedar memberikan informasi trik paranormal , dukun pilksdes / pilkada bukan sosok yang bodoh , sebelum menjatuhkan dukunganya , sang dukun sudah mencari tahu siapa calon yang sekiranya kuat , barulah sang dukun seolah all out dengan segala bentuk ritualnya.
Namun demikian , ada juga dukun bodoh ( Lek Cing ) milik kancing atau upah , biasanya modus bualannya yang gaib gaib yang bisa untuk meyakinkan si Calon , seperti mampu merubah pikiran pemilih dan mampu mengubah gambar calon .
Disini jika Calon Pilkades atau pilkada tidak hati hati bakal terjerumus rayuan dukun lek cing , karena rata rata dukun lek cing punya keahlian khusus mempengaruhi calon.
Memang serba repot ngadepi dukun dukun yang datang tiba tiba ke Calon , mau ditolak tidak enak , mau ngusir pekewuh , akhirnya sang dukun dibiarkan dengan segala bentuk ritualnya, saat sang Calon memerlukan ketenangan , tidak mau gaduh untuk mengamankan suara..( tim)
