Lapas Pemuda Madiun Panen 61 Kg Ikan Lele, Dukung Ketahanan Pangan dan Kemandirian Dapur
Lapas Pemuda Madiun Panen 61 Kg Ikan
Lele
Madiun,
– SUARAJATIM.net
Lembaga
Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun melaksanakan panen ikan lele
sebanyak 61 kilogram, Kamis (23/4).
Panen
tersebut merupakan hasil budidaya warga binaan yang dilaksanakan di Sarana
Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Pemuda Madiun sebagai bagian dari program
pembinaan kemandirian.
Hasil
panen ikan lele selanjutnya didistribusikan ke Dapur Pesilat Lapas Pemuda
Madiun untuk dijadikan menu tambahan bagi Warga Binaan.
Kegiatan
ini menjadi salah satu bentuk implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi
dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Tahun 2026, khususnya poin 8 tentang
kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di
Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur.
Kepala
Seksi Kegiatan Kerja Lapas Pemuda Madiun, Denny Wahyu Kristanto, menyampaikan
bahwa kegiatan budidaya ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan
pangan, tetapi juga memberikan keterampilan bagi Warga Binaan.
“Melalui
kegiatan ini, Warga Binaan kami bekali keterampilan di bidang perikanan yang
diharapkan dapat menjadi bekal positif saat mereka kembali ke masyarakat,”
ujarnya.
Salah
seorang Warga Binaan berinisial S juga mengungkapkan rasa senangnya dapat
terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.
“Saya
merasa senang bisa ikut dalam budidaya ikan lele ini. Selain menambah
pengalaman, kegiatan ini juga membuat kami merasa lebih produktif selama
menjalani masa pembinaan,” ungkapnya.
Sementara
itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menyampaikan apresiasinya
atas keberhasilan panen tersebut.
“Kami
sangat mengapresiasi kerja keras petugas dan Warga Binaan yang telah
bersama-sama menjalankan program ini. Hasil panen ini menjadi bukti bahwa
pembinaan kemandirian berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata,”
tuturnya.
Melalui
kegiatan panen ini, Lapas Pemuda Madiun terus berkomitmen untuk meningkatkan
program pembinaan kemandirian serta mendukung ketahanan pangan internal,
sehingga mampu menciptakan lingkungan yang produktif dan bermanfaat bagi Warga
Binaan. (RED).
