Dari Pecel hingga Bluder Akbar,Tiron Sajikan Rasa khas Madiun di Sepasma

MADIUN Suara Jatim Gemerlap panggung hiburan memang menjadi magnet utama Sepasar Ing Madiun (Sepasma) 2026 Zona Tengah di Lapangan Desa Tiron, Kecamatan Madiun. Namun di balik lautan penonton yang memadati lokasi, denyut ekonomi kerakyatan turut bergerak melalui puluhan pelaku UMKM yang memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan produk unggulan desa. 

Gelaran yang berlangsung selama sepekan itu menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun. Selain menyuguhkan hiburan rakyat, masyarakat juga dapat mengakses berbagai pelayanan publik serta berburu produk-produk UMKM lokal.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengatakan antusiasme masyarakat di Zona Tengah menunjukkan semangat kebersamaan yang terus tumbuh di Kabupaten Madiun.

"Sepasma pertama di zona selatan kemarin di Desa Sareng, Kecamatan Geger. Ini Sepasma kedua, zona tengah. Tak kalah meriah. Seminggu ke depan, kita berikan pelayanan kepada masyarakat di Lapangan Desa Tiron. Hiburan, pelayanan dan UMKM," ujar Bupati, Rabu (01/07/2026). 

Ia menambahkan, rangkaian Sepasma akan mencapai puncaknya di Alun-alun Reksogati Caruban.

"Sepasma ketiga, puncaknya akan kita gelar di Alun-alun Reksogati Caruban. Mudah-mudahan rangkaian Sepasma ini meningkatkan guyub rukun masyarakat Kabupaten Madiun," tambahnya.

Semangat itu terasa di sepanjang area festival. Beragam kuliner khas Kabupaten Madiun tersaji, mulai dari nasi pecel, aneka makanan ringan, kopi lokal, hingga produk khas Desa Tiron seperti Bluder Akbar, Bakpao Ijo, keripik tempe, jamu tradisional, dan dawet, yang menjadi incaran ribuan pengunjung.

Kepala Desa Tiron, Kristiyan Antarriksa, mengatakan Sepasma bukan sekadar menghadirkan hiburan, melainkan menjadi ruang promosi bagi UMKM agar mampu berkembang dan dikenal lebih luas.

"Berbagai macam produk makanan ringan, nasi pecel khas Madiun, ada macam-macam kopi, ada juga produk unggulan Tiron seperti Bluder Akbar, Bakpao Ijo, kripik tempe, jamu tradisional, dawet, dan lain-lain," ujar Kristiyan.

Menurutnya, keberadaan pasar rakyat dalam rangkaian Sepasma menjadi peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperluas pasar.

"Giat SEPASMA Sepasar Ing Madiun ini, selain sebagai festival pasar rakyat, adalah wujud kebersamaan kita warga masyarakat Kabupaten Madiun menyatukan kegembiraan. Insyaallah dapat membangkitkan produk-produk unggulan UMKM lokal kita. Bismillah acaranya lancar, sukses, meriah, UMKM-nya laris sampai dengan penutupan nanti tanggal 7 Juli 2026," ungkapnya.

Lapangan Desa Tiron pun menjelma menjadi ruang temu antara budaya, pelayanan publik, hiburan, dan ekonomi rakyat. Di satu sisi panggung hiburan dipenuhi ribuan penonton, sementara di sisi lain deretan stan UMKM ramai disambangi masyarakat yang berburu cita rasa khas Madiun.

Momentum ini memperlihatkan bahwa pesta rakyat tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi desa. Ketika hiburan mampu menarik massa, produk-produk lokal memperoleh panggung untuk dikenal lebih luas. Sepasma pun hadir bukan hanya sebagai perayaan Hari Jadi Kabupaten Madiun, tetapi juga sebagai ruang yang mempertemukan budaya, pelayanan, dan kebangkitan ekonomi masyarakat dalam satu semangat: guyub, rukun, dan tumbuh bersama.(Wit)
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Dari Pecel hingga Bluder Akbar,Tiron Sajikan Rasa khas Madiun di Sepasma
  • Dari Pecel hingga Bluder Akbar,Tiron Sajikan Rasa khas Madiun di Sepasma
  • Dari Pecel hingga Bluder Akbar,Tiron Sajikan Rasa khas Madiun di Sepasma
  • Dari Pecel hingga Bluder Akbar,Tiron Sajikan Rasa khas Madiun di Sepasma
  • Dari Pecel hingga Bluder Akbar,Tiron Sajikan Rasa khas Madiun di Sepasma
  • Dari Pecel hingga Bluder Akbar,Tiron Sajikan Rasa khas Madiun di Sepasma