Peringati World Vitiligo Day, RSUD dr. Sayidiman Magetan Edukasi Masyarakat Vitiligo Tidak Menular dan Bisa Dikendalikan
MAGETAN – Suarajatim.net Dalam rangka memperingati World Vitiligo Day, RSUD dr. Sayidiman Magetan menggelar penyuluhan kesehatan mengenai vitiligo kepada masyarakat di ruang tunggu Poliklinik Rawat Jalan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyakit vitiligo sekaligus menghapus stigma yang masih melekat terhadap penderitanya.
Penyuluhan menghadirkan dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Eddy Tjahyono, Sp.DVE, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, dr. Eddy menjelaskan bahwa vitiligo merupakan kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya bercak-bercak putih akibat hilangnya pigmen kulit.
Menurutnya, vitiligo dapat dipengaruhi berbagai faktor, baik dari dalam tubuh maupun lingkungan. Faktor internal meliputi penyakit autoimun, faktor genetik atau keturunan, stres oksidatif, gangguan sistem saraf, hingga tekanan emosional. Sementara faktor eksternal antara lain cedera pada kulit, paparan bahan kimia, deterjen, kosmetik tertentu, polusi, radikal bebas, serta paparan sinar ultraviolet (UV).
Ia menegaskan bahwa hingga kini belum ada terapi yang dapat menyembuhkan vitiligo secara total. Namun, berbagai metode pengobatan mampu mengendalikan perkembangan penyakit serta membantu mengembalikan sebagian warna kulit.
Penanganan dapat berupa penggunaan tabir surya minimal SPF 30, obat oles seperti kortikosteroid atau inhibitor kalsineurin, hingga terapi cahaya sesuai indikasi medis.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit agar memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat. Edukasi juga menekankan bahwa vitiligo dapat terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia, jenis kelamin maupun ras, serta bukan penyakit menular.
Direktur RSUD dr. Sayidiman Magetan, dr. Rohmad Santosa, mengatakan kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.
"Peringatan World Vitiligo Day menjadi momentum bagi kami untuk memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat. Masih banyak anggapan keliru bahwa vitiligo merupakan penyakit menular, padahal tidak demikian. Karena itu kami ingin menghilangkan stigma sekaligus mendorong masyarakat agar tidak ragu memeriksakan diri sejak dini apabila menemukan perubahan warna pada kulit," ujar dr. Rohmad Santosa.
Ia menambahkan, RSUD dr. Sayidiman Magetan akan terus menghadirkan program edukasi kesehatan kepada masyarakat sebagai upaya promotif dan preventif, sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh layanan pengobatan, tetapi juga pengetahuan yang dapat meningkatkan kualitas hidup.
"Kami berharap melalui kegiatan ini masyarakat semakin memahami bahwa deteksi dini, konsultasi dengan tenaga medis, dan kepatuhan terhadap terapi merupakan kunci untuk mengendalikan vitiligo. Yang tidak kalah penting adalah memberikan dukungan kepada penyandang vitiligo agar tetap percaya diri dan tidak mengalami diskriminasi," pungkasnya.
