Melalui SIJITU dan Si Semar Ponorogo wakili Jatim dalam penilaian lapangan Nasional WBK

Melalui SIJITU dan Si Semar Ponorogo wakili Jatim dalam penilaian lapangan Nasional WBK


Dengan Inovasi yang dilakukan Kabupaten Ponorogo mewakili Jawa Timur dalam penilaian Wilayah Bebas dari Korupsi


Selain OSS yang sudah ditetapkan Nasional, Program Inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo yaitu Sistem Informasi Perijinan Satu Terpadu (SIJITU) dan Si Semar (Senyum Masyarakat) mewakili Jatim Masuk Penilaian Nasional Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). 

Hal itu disampaikan oleh Sapto Djatmiko, Plt Kepala Dinas DPMPTSP. "Kabupaten Ponorogo menjadi salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang masuk Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK) yang dinilai oleh tim penilaian nasional Kemenpan-RB. Kabupaten Ponorogo yang masuk dalam 7 wilayah yang masuk penilaian lapangan Nasional WBK yaitu Dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP), " Terang Sapto. 

Sapto Djatmiko juga  mengatakan kegiatan hari ini merupakan penilaian dari tim nasional pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi. Sebelum masuk ke tahap ini, dinasnya sudah melalui beberapa tahapan-tahapan yang sudah diatur oleh Kemenpan-RB.

“Tahap ini merupakan tahap terakhir menuju layak tidaknya menuju WBK secara Nasional,” Ungkapnya, Jum’at (27/11/2020). 

Zona Integritas ini merupakan suatu kegiatan dari Kemenpan-RB, untuk menilai beberapa instansi di Jatim menuju WBK, dan terpilihlah Kabupaten Ponorogo melalui DPMPTSP mewakili Jatim secara Nasional.

“Selain OSS yang sudah ditetapkan Nasional, kita juga ada Sistem Informasi Perijinan Satu Terpadu (SIJITU) dan Si Semar (Senyum Masyarakat), semoga Kabupaten Ponorogo mendapat gelar WBK Nasional,” Pungkasnya.(Mar/Jan). 

54 tahun jadi Petani, Tamijan akui pembangunan jalan merata di Jaman Pak Ipong

54 tahun jadi Petani, Tamijan akui pembangunan jalan merata di Jaman Pak Ipong

 

Tamijan, Petani asal Desa Tatung, Kecamatan Balong, Ponorogo

Seorang petani asal Desa Tatung, Kecamatan Balong, Ponorogo yang bernama Tamijan mengakui bahwa pembangunan jalan yang dilakukan oleh Ipong Muchlissoni sangat dirasakan oleh masyarakat, terutama petani seperti dirinya. 

Tamijan menceritakan bahwa dirinya sudah menjadi petani selama 54 tahun terakhir. "Dulu kalau saya ke sawah, ke kelompok Tani ataupun ke Kecamatan Balong, akses jalannya sangat sulit, banyak lubang bahkan banyak jalan yang masih licin karena belum diaspal, " Terang Tamijan. 

Dengan kondisi itu (jalan rusak), transportasi sangat sulit. "Mobil, motor bahkan sepeda pancal saja susah untuk dinaiki. Hal yang mungkin bisa dilakukan hanya jalan kaki saja, " Lanjut Tamijan. 

Namun sejak Ipong Muchlissoni menjabat Bupati  Ponorogo 4,5 tahun terakhir hal itu sudah berubah. "Banyak jalan yang di cor dulu baru di aspal, jadi sangat berubah. Walaupun belum semuanya halus tetapi sudah banyak yang di keraskan ataupun diaspal, " Ujar Tamijan. 

Sehingga, kata Tamijan, saat ini dirinya dan petani lainnya dapat mengakses jalan ke sawah, memanen hasil pertanian sekaligus mengangkut serta menjual nya dengan mudah. "Kita bisa naik sepeda, naik motor dan mobil dengan mudah. Akses nya sangat mudah, walaupun hujan tetap bisa ke sawah. Kalau dulu, saat hujan jalan sangatlah licin, " Ucap Tamijan. 

Untuk itu, Tamijan menyampaikan Terima kasih atas pembangunan yang dilakukan. "Matur nuwun Pak Ipong, sejak Panjenengan menjabat Bupati Ponorogo, akses jalan meningkat dengan baik. " Pungkas Tamijan. (Mar/Jan). 




Aktivis Karang Taruna Slahung : Banyak Jalan Bagus sejak Ponorogo dipimpin Pak Ipong

Aktivis Karang Taruna Slahung : Banyak Jalan Bagus sejak Ponorogo dipimpin Pak Ipong

 

Andik Putra Setyawan, Aktivis Karang Taruna di Ponorogo yang mengapresiasi pembangunan jalan di Ponorogo.

Ponorogo - Suara Jatim

Andik Putra Setyawan, Aktivis Karang Taruna dari Kecamatan Slahung Ponorogo sangat mengapresiasi kinerja yang dilakukan oleh Ipong Muchlissoni selama menjabat Bupati Ponorogo di periode yang pertama.

Andik menyatakan bahwa sudah banyak jalan di desa yang dibangun dan diaspal sampai ke pelosok desa. “Bisa kita lihat, bahwa Pak Ipong menggenjot pembangunan jalan-jalan, saat ini banyak jalan di pelosok yang sudah diaspal halus,” Terang Andik, Kamis (26/11).

 

Menurut Andik, hal itu sangat membantu dan memudahkan masyarakat, sehingga memperlancar roda perekonomian di Ponorogo. “Akses transportasi yang lancar memudahkan aktivitas masyarakat untuk melakukan kegiatan sehari-hari,” Lanjut Andik.

Apalagi dengan alokasi anggaran 100 – 300 juta perdesa pertahun terbukti bisa bermanfaat dengan pembangunan. “Pemerataan pembangunan sangat terlihat dimasa Pak Ipong menjabat Bupati diperiode yang pertama ini, saya berharap Pak Ipong kembali memimpin Ponorogo dan melanjutkan yang tertunda.” Pungkas Andik Putra Setyawan. (Mar/Jan)

Pertanian di Ponorogo meningkat, Sanikun dukung Ipong – Bambang

Pertanian di Ponorogo meningkat, Sanikun dukung Ipong – Bambang

 
Sanikun Gemilang, petani di Ponorogo yang mengapresiasi pembangunan pertanian yang telah dilakukan oleh Ipong Muchlissoni.

Ponorogo – Suara Jatim

Sanikun Gemilang, seorang petani di Kelurahan Purbosuman Kecamatan Ponorogo menilai bidang pertanian di Ponorogo meningkat sejak dipimpin oleh Ipong Muchlissoni diperiode yang pertama.


Menurutnya, potensi pertanian di Ponorogo sangat baik, “Separuh wilayahnya adalah lahan pertanian. Hal itu merupakan potensi yang harus dimaksimalkan untuk menghidupi masyarakat Ponorogo,”Ujar Sanikun, Kamis (26/11/2020).

Sanikun juga menjadi saksi bahwa selama kepemimpinannya, Ipong Muchlissoni fokus infrastruktur pengairan dan Pupuk Organik Cair  untuk peningkatan produktivitas hasil pertanian.”Selama menjabat Bupati, banyak saluran irigasi yang dibangun untuk mempermudah akses pengairan, selain itu pemberian Pupuk Organik Cair, terbukti meningkatkan hasil produktivitas pertanian sekaligus mengembalikan kesuburan lahan,” Lanjut Sanikun.

Dengan demikian, lanjut Sanikun, hal yang baik harus dipertahankan. “Kedepan, saya sangat sepakat dengan program yang akan dijalankan oleh Pak Ipong dan Pak Bambang yaitu meningkatkan bantuan alat pertanian dan pupuk organik cair sesuai visi dan misi menjadikan Ponorogo lumbung pertanian di Jawa Timur, mudah-mudahan tetap peduli dan memperhatikan petani.”Pungkas Sanikun. (Mar/Jan)

Program Jambanisasi yang dilakukan Ipong - Djarno bawa Ponorogo bebas BAB Sembarangan

Program Jambanisasi yang dilakukan Ipong - Djarno bawa Ponorogo bebas BAB Sembarangan

 

Sertifikat Open Defecation Free (ODF) atau Bebas BAB Sembarangan

Ponorogo – Suara Jatim

Pemerintah Kabupaten Ponorogo menerima sertifikat ODF (open defecation free) dari Dinas Kesehatan propinsi Jawa Timur, Rabu, (25/11/2020).

Bertempat di Gedung Korpri, acara penyerahan sertifikat Kabupaten ODF yang diterima langsung oleh plt. Bupati Ponorogo, Dr. Sudjarno dari Ketua Tim Verifikator ODF Provinsi Jatim, Vitria Dewi.

Keberhasilan pemerintah Kabupaten Ponorogo mendapat predikat kabupaten ODF (open defecation free) atau bebas buang air besar sembarangan (BABS) tahun 2020 memang tidak bisa lepas dari peran pemerintahan dibawah Ipong Muchlissoni - Soedjarno yang terus membuat program jambanisasi dan memberikan semangat kader kesehatan yang tergabung dalam team ODF.

Atas diterimanya predikat Kabupaten Ponorogo maka status penghargaan Swasti Saba Westara di tahun 2021 tetap bisa dipertahankan karena salah satu indikator agar Swasti Saba tetap ditangan maka Ponorogo wajib ODF.

Menurut Drg. Hj. Rahayu Kusdarini, M.Kes Kadinkes Ponorogo mengaku sangat senang karena Ponorogo berhasil menjadi Kabupaten ODF. “Ponorogo menjadi Kabupaten ke 16 di Jawa Timur yang menjadi ODF, ini berkat kerja keras kita semua,” Ucap Kadinkes.

Lebih lanjut Kadinkes berharap dengan pencapaian itu masyarakat tetap menjaga kesehatan lingkungan dengan tidak BABS.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Provinsi Jawa Timur yang juga Ketua Tim Verifikator ODF Provinsi Jatim Vitria Dewi, Rabu (25/11/2020) usai menyerahkan Sertifikat ODF untuk Kabupaten Ponorogo kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Soedjarno menyatakan, dari penilaian yang dilakukan selama dua hari terakhir, yaitu Selasa dan Rabu (24-25/11/2020), timnya telah mendapati Ponorogo sebagai wilayah yang layak disebut Kabupaten ODF Tingkat Provinsi Jawa Timur.

“Kami tim yang lengkap, terdiri dari Dinkes Provinsi, pengusaha sanitasi, dari kabupaten tetangga, asosiasi pengusaha sanitasi dan para profesional. Di berbagai desa yang kami kunjungi, secara fair dan independen kami nyatakan Ponorogo layak disebut sebagai Kabupaten ODF Tingkat Provinsi," kata Vitria.

Meski begitu, masih ada beberapa catatan yang ditemukan oleh tim terkait ODF kali ini. Yaitu bahwa masih ada jamban sehat semi permanen yang masih perlu ditingkatkan agar derajat kesehatannya membaik, ada wc bersama untuk beberapa rumah dan beberapa catatan kecil yang harus terus diperbaiki serta dibantu oleh semua pihak agar kondisi yang ada saat ini bisa memenuhi standar.

“Yang jelas, dari verifikasi kami, masyarakat sudah tidak BAB sembarangan. Dan Ponorogo ini istimewa, sebab masih bisa menjadikan wilayahnya ODF walaupun di tengah pandemi. Tentu ini kerja yang luar biasa oleh semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang sehat,”Pungkas Vitria. (Mar/Jan)

Mbah Haji Irsjad, Kakek Buyut Ipong Muchlissoni, Ketua Pembangunan Masjid NU dan hibahkan sebagian rumahnya untuk Kantor NU

Mbah Haji Irsjad, Kakek Buyut Ipong Muchlissoni, Ketua Pembangunan Masjid NU dan hibahkan sebagian rumahnya untuk Kantor NU

 

Edy Siswanto, Tokoh Masyarakat dari Pasar Pon, Kota Lama Ponorogo

Ponorogo – Suara Jatim

Ke- NU -an Calon Bupati Ponorogo nomor urut dua, Ipong Muchlissoni tidak perlu diragukan lagi.

Tokoh Sepuh masyarakat Pasar Pon Kota Lama, Edy Siswanto, menceritakan bahwa dirinya merupakan salah satu keluarga besar Bani Imam Subandi Pasar Pon Kota Lama Ponorogo, yang merupakan satu rumpun dengan Pak Ipong.

 

Masjid NU saat ini, Almarhum Mbah Haji Irsjad, merupakan Ketua Pembangunan Masjid kebanggaan warga NU Ponorogo.

Menurut Edy, Ipong Muchlissoni ini memang nasabnya orang baik. “Dulu ada namaya Mbah Haji Irsyad, juragan Batik Besar di Ponorogo, beliau merupakan Kakek Buyut Pak Ipong. Mbah Haji Irsjad merupakan Ketua Pembangunan Masjid NU, selain itu Mbah Haji Irsjad juga mewakafkan sebagian rumahnya untuk Kantor NU sampai sekarang ini,” Terang Edy Siswanto.

Lebih jauh Edy menyebutkan bahwa Ipong Muchlissoni sudah jelas nasabnya. “Dari Kakek Buyutnya memang warga NU Asli Ponorogo. Ayahnya adalah anggota DPRD Ponorogo dar PPP, jadi beliau itu memang orang NU Asli,” Lanjut Edy Siswanto.

 

Tidak salah, Kata Edy, jika warga NU memilih Pak Ipong Muchlissoni untuk menjadi Bupati di periode yang kedua kalinya. “Sudah benar jika warga NU memilih Pak Ipong menjadi Bupati Ponorogo untuk periode yang kedua kalinya.”Pungkas Edy Siswanto. (Mar/Jan)

Wapimred Ponorogo ajak masyarakat menangkan Ipong – Bambang

Wapimred Ponorogo ajak masyarakat menangkan Ipong – Bambang

 

Wapimred Ponorogo, Ari Findra Sukmana bersama keluarganya mengajak masyarakat Ponorogo untuk memenangkan Ipong - Bambang.

Ponorogo – Suara Jatim

Wapimred Ponorogo, Ari Findra Sukmana, meminta masyarakat Ponorogo untuk obyektif dalam menilai kepemimpinan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang bersaing dalam Pilbup Ponorogo 2020 ini.

“Kalau menurut saya, Pak Ipong Muchlissoni sudah banyak melakukan program pembangunan sesuai visi dan misi beliau sejak tahun 2015, yaitu Ponorogo Berbenah menuju Ponorogo yang Maju, Berbudaya dan Religius,” Ucap Ari Kendo, panggilan akrabnya, Rabu (24/11).

Lebih lanjut Ari menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur telah masif dilakukan. “Banyak jalan yang sudah di cor dan di aspal hotmix, jadi jauh dibandingkan dengan kepemimpinan Bupati sebelumnya, selain itu banyak terobosan yang dilakukan seperti Bantuan Pupuk Organik, Angkutan Cerdas Sekolah, Bantuan Keungan Siswa Miskin (BKSM), Insentif bagi Guru-guru Madrasah Diniyah, Program Posyandu Lansia dan Balita, Ambulance Desa, Pembangunan Pasar Tradisional, Umroh bagi Kyai Kampung dan Marbot Masjid, Festival Kebudayaan dan program pelestarian Seni Reyog melalui Gebyag Reyog serentak setiap tanggal 11 setiap bulan diseluruh desa, dan masih banyak lagi,” terang Ari.

 


Yang istimewa menurut Ari, banyak terobosan yang dilakukan oleh Ipong Muchlissoni walaupun anggaran APBD Ponorogo kurang lebih sama dengan Bupati sebelumnya. “Memang Pak Ipong ini orang yang cerdas. Selain politisi beliau ini adalah pengusaha besar, sehingga berani membuat kebijakan yang luar biasa dengan anggaran yang tersedia. Apalagi nanti Pak Ipong didampingi Pak Bambang yang merupakan ahli anggaran, semakin jelas kemajuan bagi Ponorogo jika dipimpin beliau berdua,”Lanjut Ari.

Untuk itu, Ari mengajak kepada seluruh masyarakat Ponorogo tanpa ragu mencoblos nomor urut dua dalam Pilbup Ponorogo 2020 mendatang. “Jangan ragu dan jangan bimbang, pilihlah Ipong dan Bambang.”Tegas Ari penuh semangat. (Mar/Jan)

Paguyuban Pedagang Kaki Lima Adem Ayem Jalan Baru dan Alun-alun sepakat mendukung Ipong-Bambang

Paguyuban Pedagang Kaki Lima Adem Ayem Jalan Baru dan Alun-alun sepakat mendukung Ipong-Bambang

 

Paguyuban Pedagang Kaki Lima Addem Ayem Jalan Baru dan Alun-Alun siap memenangkan Ipong - Bambang

Ponorogo – Suara Jatim

Dukungan terus mengalir untuk Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo nomor urut dua, Ipong Muchlissoni – Bambang Tri Wahono.

Ter anyar, Paguyuban Pedagang Kaki Lima Adem Ayem yang berjualan di sepanjang Jalan Baru dan Alun-Alun mendeklarasikan dukungannya kepada Paslon nomor urut dua itu.

Bambang Tri Wahono, Calon Wakil Bupati Ponorogo, mengungkapkan kegembiraannya dengan dukungan itu. “Ini artinya, selama ini apa yang telah dilakukan oleh Pak Ipong mendapatkan apresiasi dari warga masyarakat Ponorogo,” Terangnya kepada awak media, Rabu (24/11/2020).

 


Lebih lanjut, Bambang mengajak kepada semua elemen masyarakat di Ponorogo untuk terus bekerja keras membangun Ponorogo. “Termasuk Pedagang Kaki Lima juga memiliki peran yang penting dalam menumbuhkan perekonomian masyarakat sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui retribusi yang mereka bayarkan,”Lanjut Bambang.

Dengan dukungan yang diberikan, Bambang semakin yakin bahwa paslon nomor urut dua akan mendapatkan kepercayaan memimpin Ponorogo lima tahun yang akan datang. “Bersama Pak Ipong dan bersama seluruh masyarakat akan kita bangun Ponorogo yang lebih maju, lebih berbudaya dan lebih religius. 10 Program unggulan kami yang telah dinotariskan akan kami kerjakan diantaranya akan memberi bantuan kepada seluruh kelompok dhasawisma sebesar 1 juta sampai dengan 3 juta per tahun, memberikan bantuan operasional kepada Rukun Tetangga (RT) sebesar 2 juta - 5 Juta per tahun, Beasiswa sebesar 5 Milyar - 10 Milyar bagi pelajar dan Mahasiswa berprestasi atau kriteria yang lain, Pengembangan Desa Digital guna menjadikan Industri kreatif dan kemudahan pelayanan masyarakat, Meneruskan perbaikan jalan-jalan desa, Memperluas cakupan BPJS untuk rakyat, Membangun museum reyog, Meningkatkan festival kesenian di tingkat nasional bahkan internasional, Memodernisasi stadion Batoro Katong serta meningkatkan jumlah bantuan pupuk dan alat produksi pertanian.”Pungkas Bambang Tri Wahono. (Mar/Jan)

   Tokoh PSHT dan PSHW All Out memenangkan Ipong – Bambang di Pilbup Ponorogo 2020

Tokoh PSHT dan PSHW All Out memenangkan Ipong – Bambang di Pilbup Ponorogo 2020


Haris, Tokoh PSHW asal Ponorogo yang mendukung Ipong - Bambang

Ponorogo – Suara Jatim

Berbagai elemen masyarakat terus mendukung Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo nomor urut dua.

Termasuk tokoh persilatan Persaudaraan Setia Hati Teratai dan juga Persaudaraan Setia Hati Winongo.

Seperti yang terlihat setelah sesi debat publik tahap kedua, Paslon Ipong – Bambang terlihat dengan jelas dukungan mereka.

Prijono Boedhi Setyawan, Ketua Cabang PSHT Ponorogo terlihat memberikan penuh kepada Paslon nomor urut dua. 

Pun dengan beberapa tokoh PSHW yang memberikan dukungan kepada Ipong - Bambang di Caffe Gayeng. Mereka sepakat untuk memenangkan Paslon yang sudah berbuat untuk Ponorogo. 

Mereka terlihat ngobrol santai dengan beberapa tokoh partai yang mengusung Paslon nomor urut dua itu.

Maher, salah satu tokoh di Ponorogo mengungkapkan bahwa sudah sewajarnya berbagai elemen di Ponorogo mendukung Paslon Ipong – Bambang. “Selama menjabat di periode pertama, Pak Ipong Muchlissoni berhasil merangkul mereka, mengadakan kegiatan besar dengan penuh kondusif,”Terang Maher, Selasa (24/11/2020).

 
Ipong Muchlissoni dan Sri Wahyuni dalam kegiatan yang digelar oleh PSHT

Lebih lanjut Maher menyampaikan bahwa kegiatan Bumi Reyog Berdzikir (BRB) yang digelar oleh Persaudaraan Setia Hati Teratai secara rutin dilakukan setiap tahun. “Ini baru dilakukan dimasa pemerintahan Pak Ipong, tahun 2018, dan setiap tahun rutin digelar untuk mendo’akan Ponorogo dan mendo’akan Indonesia agar diberikan kebarokahan dan dijauhkan dari bala’,” lanjut Maher.

Pun dengan Persaudaraan Setia Hati Winongo, jelas Maher, yang juga rutin menggelar kegiatan Suran Agung ataupun Haul Ki Ngabehi Surodiwiryo dengan lancar dan kondusif. “Prinsipnya, Pak Ipong sangat mendukung kegiatan yang positif dan menjadi salah satu warna yang menjadi ke khasan Ponorogo, karena selain Reyog, Ponorogo sebagian besar warganya adalah Pendekar Silat, termasuk juga dengan kegiatan-kegiatan Perguruan Pencak Silat yang lain, semua berjalan lancar dan kondusif,” Ujar Maher.

Ipong Muchlissoni dalam kegiatan yang digelar oleh PSHW Cabang Ponorogo

Pak Ipong, kata Maher, juga sangat mendukung program yang dilakukan oleh Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Ponorogo yang secara rutin menggelar pertandingan rutin untuk mencari bibit unggul dalam olah raga Pencak Silat. “Alhamdulillah, hasilnya banyak atlit yang berhasil menjadi jawara di berbagai kejuaraan baik di tingkat regional maupun nasional, bahkan Aji Bangkit Pamungkas menjadi salah satu peraih Medali Emas dalam ajang Asian Games, ini tentunya membanggakan bagi Indonesia dan Ponorogo, kedepan, Pak Ipong tetap memiliki komitmen untuk terus mengembangkan Pencak Silat di Ponorogo, karena itu adalah Potensi yang dimiliki dan akan terus dikembangkan.”Pungkas Maher. (Mar/Jan)

Bekerja Nyata, Pendekar PSHT, Anto Fosil mendukung Ipong – Bambang

Bekerja Nyata, Pendekar PSHT, Anto Fosil mendukung Ipong – Bambang

 

Ponorogo – Suara Jatim

Menjelang Pilbup Ponorogo 2020, salah satu warga Persaudaraan Setia Hati Teratai, Anto Fosil menyatakan dukungannya kepada Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo nomor urut dua, Ipong Muchlissoni dan Bambang Tri Wahono.

Anto Fosil membuat video diatas mobilnya dengan mengacungkan dua jari sebagai simbol mendukung jagonya itu.

“Saya menilai Pak Ipong sudah bekerja nyata dan hasilnya banyak dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Ponorogo, untuk itu saya mendukung kembali Pak Ipong melanjutkan pembangunan di periode kedua nantinya,”Ucap Anto Fosil.

 

Anto juga berpesan kepada masyarakat Ponorogo agar tetap menjaga kondusifitas dalam Pilbup Ponorogo tahun 2020 ini. “Yang namanya pilkada sangat rawan gesekan dan konflik kepentingan juga manuver manuver saling berebut pengaruh dan bisa berimplikasi timbulnya perpecahan, saling menebar kebencian bagian dari propaganda dan doktrin untuk mengalahkan lawan,” Terang Anto Fosil.

Dalam demokrasi, lanjut Anto, semua punya hak pilih yang di jamin konstitusi dan undang undang, “Semoga Pilkada Pilbup Ponorogo Jawa Timur sukses, lancar, aman terkendali kondusif di semua lini titik input, saya 02 Panggah Ipong Bupatine untuk periode yang kedua ini.”Pungkas Anto Fosil. (Mar/Jan)

Megahnya Masjid NU Ponorogo, Ibnu Multazzam : Yang membangun Pak Ipong

Megahnya Masjid NU Ponorogo, Ibnu Multazzam : Yang membangun Pak Ipong

 

Masjid NU yang terletak di Jalan Sultan Agung Ponorogo terlihat megah setelah dibangun dan di modernisasi.

Ponorogo – Suara Jatim

Masjid NU Ponorogo yang terletak di Jalan Sultan Agung Ponorogo kini terlihat sangat megah.

Arsitektur yang indah mewarnai Masjid dengan kapasitas ribuan orang dengan dua lantai itu.

Halaman dan taman semakin mempercantik tempat ibadah yang juga menjadi satu dengan Lembaga Pendidikan Ma’arif  tersebut.

Sementara toliet dan tempat wudhu sangat bersih dan tersedia banyak ruang sehingga tidak perlu antri untuk menggunakannya.

 


Salah seorang jamaah, Budi Winarto, warga Tonatan yang kebetulan Sholat Ashar ditempat tersebut menyatakan merasa nyama saat beribadah di Masjid NU tersebut. “Anyep mas, didalam banyak AC sehingga kalau siang saya sering sholat disini. Lebih khusyu’ sholatnya, selain itu sangat terjaga kebersihannya,”Terang Budi.

Ketua DPC PKB Ponorogo yang juga anggota DPR RI, Ibnu Multazzam menyatakan bahwa pembangunan Masjid NU Ponorogo itu dilakukan umat muslim di Kabupaten Ponorogo. “Selain itu, Pak Ipong juga memberikan bantuan luar biasa dalam pembangunan Masjid NU ini,” Ucap Ibnu Multazzam.

 

Untuk itu, Ibnu Multazzam mengajak warga NU utuk memilih Paslon nomor urut dua, Ipong Muchlissoni dan Bambang Tri Wahono dalam Pilbup Ponorogo 2020 mendatang. “Pak Ipong ini banyak baktinya kepada NU, salah satunya membangun Masjid NU, membangun Kantor PC NU, mengumrohkan Kyai NU, memberikan insentif kepada Guru-Guru Madrasah Diniyah, ayo kita dukung lagi Pak Ipong menjadi Bupati,”Lanjut Ibnu Multazzam.

Selain itu, Ibnu juga menyampaikan bahwa pasangan Ipong Muchlissoni dan Bambang Tri Wahono merupakan calon yang sudah dibaiat oleh Kyai Sepuh NU. “Mereka sudah dibaiat di Ponpes Lirboyo oleh Rois Syuriah PWNU Jawa Timur, KH Anwar Mansur. Kita wajib menjaga amanah para kyai dengan memenangkan Paslon nomor dua.”Pungkas Ibnu Multazzam. (Mar/Jan)

Yossika, Kentung dan Pongge manunggal Panggah Ipong

Yossika, Kentung dan Pongge manunggal Panggah Ipong


Yossika, Pongge dan Kentung, Manunggal Panggah Ipong


Trio Bujangganong yang terkenal di Ponorogo yaitu Yossika, Pongge dan Kentung bersama dengan Seniman Reyog Ponorogo yang lain kompak menyamakan suara mendukung Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut dua, Ipong Muchlissoni dan Bambang Tri Wahono dalam Pilbup Ponorogo 2020.

Bahkan mereka menyanyikan Bupati ne Panggah Ipong diiringi tabuhan Reyog Ponorogo sambil salam dua jari, tak lupa kaos Paslon nomor dua mereka kenakan. 

Bujangganong Kentung dalam keterangannya menyampaikan bahwa Ipong Muchlissoni patut didukung kembali karena selama menjabat kesenian di Ponorogo dapat berkembang dengan baik. "Tak hanya Reyog, tetapi kesenian jaranan, gajah-gajahan, unta-untanan dan lainnya dapat bersama berkembang, " Terang Kentung, Ahad Malam (22/11/2020). 

Pun dengan Pongge yang mengakui bahwa jamannya Pak Ipong Muchlissoni, Reyog Ponorogo menjadi tuan di negerinya sendiri. "Gebyag Reyog serentak benar-benar efektif meningkatkan kecintaan kita kepada Seni Reyog Ponorogo. Banyak desa yang belum punya perangkat Reyog Ponorogo akhirnya memiliki sekaligus lahir banyak Seniman Reyog Ponorogo yang baru, " Tambah Pongge. 




Sementara Yossika menyampaikan bahwa Pak Ipong Muchlissoni memiliki cita-cita yang sangat mulia dalam melestarikan dan mengembangkan Seni Reyog Ponorogo. "Setelah Kampung Reyog, nanti ada Museum Reyog sekaligus tempat pementasan Reyog Ponorogo yang menyatu dengan UKM yang ada di Ponorogo. Ini harus di dukung agar para Seniman, pelaku UKM, dan masyarakat di Ponorogo dapat segera bangkit perekonomian nya setelah pandemi ini. " Pungkas Yossika. 

Sementara Supriyadi, Tokoh Reyog dari Desa Golan menyampaikan bahwa Seniman Reyog Ponorogo terus bergerak memenangkan Paslon Ipong Muchlissoni dan Bambang Tri Wahono karena mereka pemimpin yang berpengalaman. "Pembangunan budaya sangat bagus kita rasakan, di mana-mana ada Reyog, ada jaranan dan kesenian yang lain. " Ujarnya. (Mar/Jan). 





Aji Bangkit Pamungkas menjadi model Video Klip Jati Diri karya Ipong Muchlissoni

Aji Bangkit Pamungkas menjadi model Video Klip Jati Diri karya Ipong Muchlissoni

Aji Bangkit Pamungkas, Pemuda Ponorogo yang berhasil mengharumkan nama Ponorogo dikancah Internasional melalui Pencak Silat.

Ponorogo – Suara Jatim

Calon Bupati Ipong Muchlissoni nomor urut dua merelease lagu penuh semangat berjudul “Jati Diri”.

Lagu yang bercerita tentang semangat Warok Suromenggolo yang pantang menyerah sebelum menang itu di ciptakan sekaligus dinyanyikan oleh Ipong Muchlissoni sebagai bentuk kecintaannya kepada Ponorogo.

 


Yang istimewa, Atlit Pencak Silat Indonesia yang berhasil meraih medali emas dalam Asian Games 2018, Aji Bangkit Pamungkas menjadi model dalam lagu Jati Diri itu. “Aji menjadi model dalam lagu yang bercerita tentang sosok Warok Suromenggolo. Dikisahkan sang legenda merupakan sosok yang sakti mandraguna namun tetap menjaga kebijaksanaan. Intinya adalah pesan bagi anak-anak muda di Ponorogo agar tidak mudah menyerah sebelum impiannya terwujud, karena kita adalah titisan para ksatria, salah satunya adalah Warok Suromenggolo,”Terang Ipong Muchlissoni.

Lebih lanjut Ipong menyampaikan bahwa Aji Bangkit Pamungkas adalah sosok anak muda yang pantang menyerah. “Dia giat berlatih, tak kenal putus asa, tekun dan terus mengikuti kejuaraan hingga berhasil meraih medali emas dalam Asian Games 2018 silam, kini dia sukses mengharumkan nama orang tuanya, PSHT, Ponorogo, Jawa Timur dan Indonesia melalui keahliannya yaitu Pencak Silat, ini yang harus menjadi inspirasi bagi anak muda di Ponorogo, jangan menyerah sebelum menang,”Terang Ipong Muchlissoni.

 


Selain Pencak Silat, ada jathil Risma Putri yang juga menjadi Video Klip lagu Jati Diri. “Karena Pencak Silat dan Reyog Ponorogo menjadi Icon seni dan budaya di Ponorogo, anak-anak muda harus melanjutkan semangat pantang menyerah yang dicontohkan oleh Warok Suromenggolo, yang harus menjadi jati diri kita sebagai Wong Ponorogo, intinya, jangan mudah menyerah apalagi putus asa, tetap berjuang sampai menang.”Pungkas Ipong Muchlissoni.

Aji Bangkit Pamungkas diketahui merupakan atlit Pencak Silat Indonesia yang menyumbang satu di antara 14 medali emas pencak silat dari nomor 85-90 kg. Aji tampil spartan dengan mengalahkan Sheik Alauddin dari Singapura dengan skor 5-0. (Mar/Jan)

 

Modernisasi Stadion Batoro Katong, bentuk kepekaan Ipong – Bambang menjawab aspirasi masyarakat

Modernisasi Stadion Batoro Katong, bentuk kepekaan Ipong – Bambang menjawab aspirasi masyarakat

 

Veri Adi Wirawan mengajak masyarakat Ponorogo untuk memilih Ipong - Bambang agar Stadion Batoro Katong di modernisasi.

Ponorogo – Suara Jatim

Rencana memodernisasi Stadion Batoro Katong di periode kedua pemerintahan Ipong Muchlissoni mendapatkan apresiasi dari warga masyarakat.

Salah satunya menurut Veri Adi Wirawan, yang menyampaikan bahwa keberhasilan dari pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah adalah terwujudnya pembangunan yang merata disegala bidang. “Sudah lama Stadion Batoro Katong tidak direnovasi, oleh karena itu saya mendengar rencana memodernisasi Stadion Batoro Katong oleh Pak Ipong saya sangat mendukungnya,”Ucap Veri penuh semangat.

 

Veri juga menambahkan bahwa selain menjadi iconic di Ponorogo, Stadion Batoro Katong akan menjadikan tempat bagi calon atlit untuk berlatih untuk menjadi atlit yang profesional. “Keberadaan Stadio Batoro Katong sangat penting bagi calon atlit untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuannya sehingga menjadi atlit yang profesional, selain itu, Stadion Batoro Katong akan menjadi Iconic di Kabupaten Ponorogo,”Ujar Veri.

Dengan rencana modernisasi Stadion Batoro Katong itu, Veri menilai bahwa Ipong Muchlissoni sangat peka dengan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat Ponorogo. “Ini bukti, bahwa Pak Ipong sangat memperhatikan aspirasi masyarakat, bahwa Stadion Batoro Katong harus direnovasi karena sudah lama tidak diperbaiki, untuk itu, mari kita dukung paslon nomor urut dua, Ipong Muchlissoni – Bambang Tri Wahono agar stadion kebanggaan kita di modernisasi.”Pungkas Veri Adi Wirawan. (Mar/Jan)

Peduli kebangkitan budaya di Ponorogo, Pak Sarno sampaikan terima kasih kepada Pak Ipong

Peduli kebangkitan budaya di Ponorogo, Pak Sarno sampaikan terima kasih kepada Pak Ipong

Sarno, Pegiat Seni Reyog Ponorogo yang memberikan Apresiasi kepada Ipong Muchlissoni yang telah membangkitkan Seni dan Kebudayaan di Ponorogo. 

Ponorogo – Suara Jatim

Sarno, salah satu Pegiat Seni Reyog di Ponorogo menyampaikan terima kasih kepada Ipong Muchlissoni, calon Bupati Ponorogo nomor urut dua.

Hal itu didasari dari kepedulian dan semangat Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk terus peduli kepada kebangkitan seni dan budaya di Ponorogo.

“Ponorogo adalah daerah yang kaya dengan seni dan budaya, dan selama ini Pemerintah Kabupaten Ponorogo sangat peduli dengan memberikan wadah ruang kepada pegiat seni untuk mengolah kreativitas, memproduksi karya seni dan mengekspresikan karya seni didepan masyarakat luas,”Terang Sarno kepada awak media.

 

Apalagi menurut Sarno, selama ini Pemerintah Kabupaten Ponorogo dibawah Ipong Muchlissoni sering menggelar festival kesenian daerah ditingkat nasional dan internasional. “Ini harus kita apresiasi, karena sudah saatnya seniman Ponorogo dikenalkan secara luas termasuk ke manca negara, seniman Ponorogo sudah layak untuk itu,”Lanjut Sarno.

Kepedulian Pemkab Ponorogo salah satunya, menurut Sarno, adalah Gebyag Reyog Ponorogo setiap tanggal 11 disetiap desa di seluruh Ponorogo secara serentak. “Hal itu bisa menselaraskan antara ketersediaan alat kesenian dengan jumlah pegiat seni sehingga desa itu bisa mandiri,”Ucap Sarno.

Untuk itu, Sarno berharap agar program itu bisa berlanjut dan diteruskan. “Ini akan menambah motivasi kita sebagai seniman sehingga bisa menumbuhkan kebanggaan kesenian daerah dan nantinya Reyog dan Kesenian Ponorogo bisa menjadi andalan bagi Indonesia. Matur nuwun Pak Ipong.”Pungkas Sarno. (Mar/Jan)

Muhammad Solikin, Tokoh Pemuda ajak pilih Ipong – Bambang karena semangat menuntaskan yang tertunda

Muhammad Solikin, Tokoh Pemuda ajak pilih Ipong – Bambang karena semangat menuntaskan yang tertunda

 

Muhammad Solikin, Tokoh Pemuda yang mengajak masyarakat Ponorogo menyamakan suara untuk memilih Ipong Muchlissoni - Bambang Tri Wahono di Pilbup Ponorogo 2020.

Ponorogo – Suara Jatim

Seorang Tokoh Pemuda di Ponorogo, Muhammad Solikin mengajak kepada warga Ponorogo untuk memilih Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut dua, Ipong Muchlissoni dan Bambang Tri Wahono.

“Mari melipatgandakan semangat untuk menuntaskan yang tertunda menuju Ponorogo yang lebih maju, lebih berbudaya dan lebih religius bersama Ipong Muchlissoni dan Bambang Tri Wahono,”Ucap Muhammad Solikin, Sabtu (21/11/2020).

Menurut Solikin, selama ini pemerintahan Ipong Muchlissoni sudah berjalan dengan baik dan banyak kemajuan yang bisa dirasakan. “Anak-anak muda mendapatkan tempat melalui wadah Karang Taruna yang hidup kembali setelah lama mati suri,”Ujar Muhammad Solikin.

 

Lebih jauh Solikin berharap Ipong – Bambang terpilih kembali menjadi Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo 2021-2024. “Semangat menuntaskan yang tertunda terlihat dari aura mereka menuju Ponorogo yang lebih maju, dan mari kita dukung Pak Ipong dan Pak Bambang yang sudah berpengalaman serta memiliki ketegasan dan integritas untuk kemajuan Ponorogo tercinta,”Lanjutnya.

Solikin mengajak warga Ponorogo untuk menyatukan suara mencoblos nomor dua, Ipong – Bambang. “Yang sudah baik dan berprestasi mari kita dukung kembali, satukan suara mencoblos nomor dua, Ipong Muchlissoni – Bambang Tri Wahono.”Pungkas Muhammad Solikin. (Mar/Jan)

Setyo Utomo, Pecinta Burung akui Ipong Muchlissoni dan Bambang Tri Wahono sosok Pemimpin Tegas dan Berintegritas

Setyo Utomo, Pecinta Burung akui Ipong Muchlissoni dan Bambang Tri Wahono sosok Pemimpin Tegas dan Berintegritas

 

Setyo Utomo, Pecinta Burung di Ponorogo yang menyebutkan bahwa Ipong Muchlissoni - Bambang Tri Wahono merupakan Sosok yang Tegas dan Berintegritas.

Ponorogo – Suara Jatim

Sosok Ipong Muchlissoni dan Bambang Tri Wahono, Calon Bupati Ponorogo nomor urut dua diakui merupakan pasangan yang tepat memimpin Ponorogo dimasa yang akan datang.

Hal itu disampaikan oleh Setyo Utomo, seorang Pecinta Burung di Kabupaten Ponorogo.

“Mereka adalah duo pemimpin yang tegas dan berintegritas. Selama menjabat, mereka berdua tidak pernah kita dengar melakukan pelanggaran dan itu adalah ciri pemimpin yang berintegritas,”Ucap Setyo Utomo, Sabtu (21/11/2020).

Lebih jauh Setyo juga menyampaikan bahwa dari informasi yang didengarnya, selama menjabat Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni bersih dalam pemerintahannya. “Tidak ada jual beli jabatan, mutasi kepala dinas dan jabatan yang lain dilakukan dengan transparan sesuai kemampuan dan keahlian yang dimiliki,” Ujarnya.

Pun, dengan Bambang Tri Wahono yang meniti karier dari bawah hingga terakhir menjabat sebagai Kepala Dinas BPKAD. “Beliau juga bersih dan mampu mengelola keuangan daerah dengan baik, Ponorogo meraih opini WTP setiap tahun yang artinya pengelolaan kepemerintahan di Ponorogo berjalan baik dan transparan,”Lanjutnya.

Dengan pemimpin yang tegas dan berintegritas, Setyo Utomo berharap Ponorogo bisa maju di masa yang akan datang. “Kemajuan itu diawali dari Pemimpin yang Tegas dan Berintegritas, dan itu dimiliki oleh beliau berdua, Pak Ipong dan Pak Bambang. Untuk itu, mari satukan suara untuk mencoblos nomor dua di Pilbup Ponorogo, 09 Desember 2020 mendatang.”Pungkas Setyo Utomo. (Mar/Jan)  

Agil Saputra, Atlet Olah Raga sebut Ipong dan Bambang pemimpin yang berpengalaman

Agil Saputra, Atlet Olah Raga sebut Ipong dan Bambang pemimpin yang berpengalaman

 

Agil Saputra, Atlet Olah Raga di Ponorogo mendukung Ipong Muchlissoni - Bambang Tri Wahono karena merupakan sosok yang berpengalaman.

Ponorogo – Suara Jatim

Dukungan kepada pasangan Calon Bupati Ponorogo nomor urut dua, Ipong Muchlissoni dan Bambang Tri Wahono terus mengalir.

Salah satunya dukungan dari Agil Saputra, yang merupakan salah seorang Atlet Olah Raga di Kabupaten Ponorogo.

Menurut Agil, Paslon nomor urut dua itu memiliki pengalaman yang tidak bisa diremehkan. “Pak Ipong Muchlissoni merupakan pengusaha besar, politisi ulung dan sosok yang organisatoris sejak masa kuliah. Beliau menjadi pengusaha dan anggota DPRD di Kalimantan Timur, setelah itu menjadi Bupati Ponorogo 2015-2021 yang hasilnya banyak dirasakan oleh masyarakat Ponorogo saat ini,” Terang Agil.

Lebih lanjut Agil menyampaikan bahwa terobosan yang dilakukan oleh Ipong Muchlissoni dibidang Infrastruktur, Pendidikan, Kesehatan, Budaya dan Religi sangat dirasakan masyarakat. “Yang jelas sangat berbeda dengan Bupati-Bupati sebelumnya,”Tandas Agil.

Agil juga menyampaikan bahwa sosok Calon Wakil Bupati, Bambang Tri Wahono juga merupakan Birokrat yang berpengalaman. “Pak Bambang adalah ahli anggaran, dengan anggaran yang tersedia akan mendukung terobosan dari Pak Ipong menuju Ponorogo Maju dalam 5 tahun yang akan datang,”Ujar Agil Saputra.

Untuk itu, Agil mengajak masyarakat Ponorogo untuk bersama memilih Paslon nomor urut dua, Ipong Muchlissoni – Bambang Tri Wahono. “Mari satukan suara, coblos nomor dua, Ipong Muchlissoni – Bambang Tri Wahono.”Pungkas Agil Saputra. (Mar/Jan)

Soal Adipura, Kepala Dinas LH : Belum Jelas dari Pemerintah Pusat

Soal Adipura, Kepala Dinas LH : Belum Jelas dari Pemerintah Pusat

 

drh Sapto Djatmiko, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo

Ponorogo - Suara Jatim

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ponorogo, drh Sapto Djatmiko menyampaikan bahwa hingga saat ini Adipura belum ada kejelasan dari Pemerintah Pusat. 

"Ini menanggapi ramainya komentar di media sosial tentang Piala Adipura menanggapi Debat Publik tahap kedua tadi malam. Yang jelas, terakhir penyerahan piala Adipura itu di awal 2019, dan hingga saat ini belum ada kejelasan yang pasti tentang Adipura itu, " Terang Sapto Djatmiko kepada pewarta, Jum'at (20/11). 

Yang terakhir saya dengar, jelas Sapto, konsep penilaian Adipura berubah dengan memfokuskan pengelolaan sampah. "Karena selama ini, benar kota itu meraih Adipura, namun pada kenyataannya tetap kotor dan kumuh serta sampahnya masih menggunung, konsepnya seperti apa kita masih menunggu. Dan yang jelas, sampai saat ini masih belum ada kepastian yang turun dari Kementerian Lingkungan Hidup, jadi kalau ada daerah yang menerima Adipura tahun 2020 itu hoaks, " Jelas Sapto. 

Memang di jaman Pak Amin dan Pak Muhadi saat menjabat Bupati Ponorogo, kita menerima Piala Adipura. "Pak Amin 3 kali dan Pak Muhadi 2 kali, tetapi saat itu penilaiannya sangat mudah, parameter dan poinnya yang penting kota nya bersih kita sudah dapat Adipura, tetapi setelah itu, parameter dan fokusnya berubah dengan menitikberatkan pada pengelolaan sampah di TPA, hanya Pacitan yang bisa melakukan di Mataraman ini, kenapa ? Karena di Pacitan sudah memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus mengolah dan mendaur ulangnya, itu karena Pacitan mendapatkan bantuan dari Pak SBY saat menjabat Presiden yang lalu, " Urai Sapto Djatmiko. 

Sampai dengan saat ini, kata Sapto, pihaknya terus menunggu kepastian dalam penilaian Adipura. "Kita tetap berupaya agar point dan syarat mendapatkan Adipura di penuhi, agar selain Ponorogo mendapatkan supremasi tertinggi dalam kebersihan, secara faktual juga ramah lingkungan dan benar-benar bersih. " Pungkas Sapto Djatmiko. (Mar/Jan). 

Doktor Unida nilai Ipong lebih unggul dalam debat kedua

Doktor Unida nilai Ipong lebih unggul dalam debat kedua

Dr Drs Muhammad Fajar Pramono, M. Si, Dosen Unida Ponorogo

Ponorogo - Suara Jatim

Dosen Universitas Darussalam Gontor (Unida) Ponorogo, Dr Drs Muhammad Fajar Pramono, M. Si memberikan penilaian usai debat publik tahap kedua dalam Pilbup Ponorogo 2020.

Menurut Doktor Fajar, Paslon nomor 1 (Sugiri-Lisdyarita) belum juga memanfaatkan forum itu dengan baik. "Ada pertanyaan krusial dari calon 2, yaitu pertama terkait dengan visi tidak kunjung dijelaskan tentang apa Ponorogo Hebat, kedua terkait prestasi dan kontribusi selama menjadi politisi demokrat, jika dijawab dengan bagus,  lengkap dan terukur akan bisa merubah keadaan. Bisa meyakinkan bahwa yang bersangkutan pantas untuk mendapat amanah itu. Setidaknya publik akan mudah membaca keunggulan paslon 1," Terang Doktor Fajar. 

Sayang kesempatan itu tidak dimanfaatkan dengan baik. "Justru kembali pada performa aslinya. Bias dalam visi dan misi. Pokok e hebat dan pokok e kerja. Tapi tidak kunjung tiba penjelasan apa kehebatan dan apa yang mau dikerjakan paslon 1," Ungkap Doktor Fajar. 

Lebih jauh Doktor Fajar menyatakan bahwa justru ingin menutupi Kekurangannya dengan menyerang dan menyerang lagi,  tapi secara serampangan dan menjadi blunder yang kesekian bagi paslon 1. "Seperti dalam mengukur jalan dengan rasa....he.. he.. Jalan itu diukur dengan.. meter (m) ... kilo meter (km),  dst. Bukan rasa, " Tandas Doktor Fajar. 

Rasa itu subyektif dan cocok untuk kesenian dan budaya. "Salah menempatkan ukuran. Ini bahaya bagi pejabat publik," Ucapnya. 

Sedangkan paslon 2 sudah cukup jelas apa yang sudah dilakukan 5 tahun yang lalu dan jelas apa yang akan dilakukan 5 tahun ke depan. "Yang dibutuhkan publik dari paslon 2 terutama terkait dengan konsintensi dan keberlanjutan program tersebut. Dan yang sama penting adalah terkait sinergisitas dan kolaborasi dengan berbagai potensi di Ponorogo terutama unsur Pesantren dan Akademisi. Tidak simbolis atau jargon,  tetapi fungsional dan nyata. Saya pikir itu PR paslon 2 (Ipong-Bambang) ke depan." Pungkas Doktor Fajar. (Mar/Jan). 



Didampingi 2 Pendekar Top, Ipong akui debat berjalan lancar, skor 6:0

Didampingi 2 Pendekar Top, Ipong akui debat berjalan lancar, skor 6:0

 

Prijono Boedhi Setiawan dan Rahmat Taufik, dua pendekar Top mendampingi Ipong - Bambang dalam Debat Publik tahap kedua

Ponorogo - Suara Jatim

Dua Pendekar PSHT tingkat II dan tingkat I, Prijono Boedhi Setiawan dan Rahmat Taufik mendampingi Calon Bupati Ponorogo nomor urut dua, Ipong Muchlissoni dan Bambang Tri Wahono mengikuti Debat publik tahap kedua. 

Didampingi dua pendekar top, Ipong Muchlissoni mengaku merasa sangat percaya diri dalam debat publik tahap kedua tersebut. 

"Alhamdulillah, dengan didampingi Rokomas Prijono Boedhi Setiawan, Ketua PSHT Cabang Ponorogo dan Rokomas Taufik, Ketua IPSI Ponorogo, saya merasa percaya diri dalam menyampaikan visi dan misi serta melakukan debat dengan baik, " Ungkap Ipong Muchlissoni. 

Debat publik tahap kedua ini mengambil tema, "Meningkatkan Pelayanan Masyarakat dan Strategi Daerah dalam Penanganan Pandemi Covid-19".

Terlihat, Ipong Muchlissoni beberapa kali melakukan kritikan tajam dan menyerang visi dan misi pesaingnya dalam Pilbup Ponorogo 2020 itu. " Antara rencana kerja yang dilakukan, itu tidak tertera dalam visi dan misi yang diedarkan, atau barang kali baru didapatkan dalam waktu malam ini, " Serang Ipong Muchlissoni kepada lawan debatnya. 

Tak hanya menyerang, Ipong pun dengan sigap bertahan dan membuktikan kinerjanya dalam menimpin Ponorogo sudah berhasil dengan baik. "Kita sudah menerima 123 penghargaan, baik Provinsi maupun dari Pemerintah Pusat, pembangunan infrastruktur bukanlah soal rasa, tetapi fakta dan itu diukur oleh lembaga yang kredibel. Alhamdulillah, dari berbagai pesan yang masuk, kami unggul 6:0." Ucap Ipong Muchlissoni menangkis serangan lawan debat nya. 

Debat publik tahap kedua dalam Pilbup Ponorogo 2020 ini mempertemukan 2 pasangan Calon Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko - Lisdyarita dan Ipong Muchlissoni - Bambang Tri Wahono. (Mar/Jan). 

Lagu Jati Diri dan Angklung Suryo Pendhowo Prajegan  iringi langkah Ipong menuju Debat

Lagu Jati Diri dan Angklung Suryo Pendhowo Prajegan iringi langkah Ipong menuju Debat


Cabup Ipong Muchlissoni saat menyanyikan lagu Jati Diri

Keberangkatan Calon Bupati Ponorogo nomor urut dua, Ipong Muchlissoni ke lokasi debat dari Posko Utama jalan Sultan Agung Ponorogo diiringi dengan menyanyikan lagu Jati Diri dan musik angklung, Suryo Pendhowo dari Desa Prajegan Kecamatan Sukorejo, Kamis (19/11). 

Lagu Jati Diri itu merupakan ciptaan Ipong Muchlissoni sendiri.  "Lagu itu bercerita tentang Warok Suromenggolo, tentang Ponorogo yang punya seorang tokoh yang sebenarnya itu bisa menjadi jati dirinya orang Ponorogo. Sehingga judulnya Jati Diri," Ujar Ipong Muchlissoni. 

Cabup Ipong ingin agar lagu Jati Diri bisa menjadi penyemangat anak-anak muda di Bumi Reog. Karena lagu ini berisi sesuatu yang menggambarkan semangat. 

"Warok Suromenggolo merupakan sosok yang sangat bijaksana meski sakti mandraguna. Tokoh Warok Suromenggolo bisa menjadi panutan atau menjadi penyemangat bahwa warga Ponorogo punya jati diri. Dan kita hari ini berangkat ke lokasi debat dengan menyanyikan lagu ini agar tetap semangat untuk bekerja dalam rangka membangun Ponorogo yang lebih maju, lebih berbudaya dan lebih religius. " Pungkas Ipong Muchlissoni. 


JATI DIRI


- DENGARKANLAH CERITA - SUROMENGGOLO KITA

- YANG SAKTI MANDRAGUNA

- DAN SANGAT BIJAKSANA


- DAN KALIAN SEMUA....

- ADALAH PENERUSNYA

- DARAH SANG LEGENDA

- MENGALIR..DIURAT NADIMU...


- SINGSINGKAN LENGAN BAJUMU

- KUATKAN TEKAD BAJAMU..


- KAN KITA BANGUN BERSAMA

- NEGERI YANG TERCINTA


- INGATLAH... JATIDIRIMU..

- TITISAN PARA KSATRIA

- YANG PANTANG MENYERAH

- SEBELUM KITA MENANG...

Ketua Cabang PSHT, Ketua Golkar dan Ketua Demokrat dampingi Ipong - Bambang Debat Tahap II

Ketua Cabang PSHT, Ketua Golkar dan Ketua Demokrat dampingi Ipong - Bambang Debat Tahap II

 

Ketua PSHT Cabang Ponorogo, Ketua Partai Golkar dan Ketua Partai Demokrat mendampingi Pasangan Calon Bupati Ponorogo nomor dua, Ipong Muchlissoni - Bambang Tri Wahono dalam Debat Tahap II 

Pasangan Calon Bupati Ponorogo nomor urut dua, Ipong Muchlissoni - Bambang Tri Wahono mengikuti debat publik tahap kedua dengan penuh optimis. 

Empat tokoh yang mendampingi Ipong Muchlissoni - Bambang Tri Wahono adalah Prijono Boedhi Setiawan Ketua Cabang PSHT Cabang Ponorogo, Rahmat Taufik, Ketua Partai Golkar, Miseri Efendy, Ketua Partai Demokrat dan Sri Wahyuni, anggota DPR RI. 

Dalam keterangan nya, Ipong Muchlissoni menyatakan bahwa dirinya sangat siap menghadapi Debat publik tahap kedua ini. 

"Insya Allah, kami siap menyampaikan visi dan misi yang akan kami kerjakan 5 tahun kedepan sesuai dengan tema yang akan diusung malam hari ini, " Ucap Ipong Muchlissoni. 

Sementara Rahmat Taufik, Ketua Partai Golkar Ponorogo menyatakan bahwa jagonya pasti unggul dalam sesi debat tahap kedua ini. "Pak Ipong orang pandai dan sudah berpengalaman, saya yakin beliau akan unggul dalam debat, " Tandas Rahmat Taufik. 

Sementara, Miseri Effendy juga yakin jagonya itu akan menyampaikan visi dan misi tentang pelayanan publik dengan baik. "Selama ini sudah berjalan dengan baik, banyak terobosan yang diambil sehingga pelayanan masyarakat di Ponorogo sudah berjalan dengan baik, " Ujar Miseri Effendy. 

Prijono Boedhi Setiawan, Ketua PSHT yang mendampingi Ipong Muchlissoni dan Bambang Tri Wahono menyatakan bahwa dirinya mendampingi sebagai sesepuh masyarakat Ponorogo. (Mar/Jan). 


Anggota Komisi V DPR RI, Sri Wahyuni resmikan Program Kotaku

Anggota Komisi V DPR RI, Sri Wahyuni resmikan Program Kotaku

Anggota DPR RI Komisi V, Sri Wahyuni saat memberikan sambutan dalam peresmian Program Kotaku. 

Ponorogo - Suara Jatim

Hj Sri Wahyuni, Anggota DPR RI Komisi V meresmikan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kelurahan Setono, Kamis (19/11). 

Dalam sambutannya, Sri Wahyuni menyatakan rasa syukurnya atas selesainya pembangunan Kota Tanpa Kumuh. 

"Tahun ini, enam kelurahan di Ponorogo yakni, Kelurahan Surodikraman, Kadipaten, Kertosari, Patihan Wetan, Purbosuman, dan Setono yang menerima anggaran senilai Rp6 miliar untuk program Kotaku, " Terang Sri Wahyuni. 

Program Kotaku dirilis Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengatasi tingkat kekumuhan di wilayah perkotaan. "Dengan peningkatan infrastruktur, sanitasi, dan pemberdayaan masyarakat, diharapkan dapat mengubah wajah wilayah perkotaan dan kelurahan, " Lanjut Sri Wahyuni. 

Penandatanganan Prasasti Program Kotaku

Sri Wahyuni menyampaikan bahwa dalam program Kotaku, mulai perencanaan hingga pelaksanaan dan evaluasi, masyarakat terlibat langsung di dalamnya. "Harapan kita, program ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan pengembangan yang dilakukan, seperti di Purbosuman, akan dibangun sentra kuliner soto, tentunya hal seperti ini yang kita harapkan, wilayah nya bersih, tidak kumuh dan UMKM bisa berkembang maju dan bisa meningkatkan perekonomian, "ujar Sri Wahyuni. 

Anggota Komisi V DPR-RI Sri Wahyuni mengatakan, tahun ini pihaknya mengajukan realisasi Kotaku untuk Ponorogo sebanyak 10 titik, namun hanya disetujui enam titik akibat dampak Covid 19. Ia berharap program itu dapat berjalan lancar di Ponorogo. "Tahun depan akan kita ajukan lebih banyak lagi agar akses wilayah semakin mudah, tidak kumuh dan dapat dikembangkan menjadi sentra perekonomian masyarakat setempat. " Pungkas Sri Wahyuni.

Serah terima Program Kotaku ditandai dengan penandatanganan prasasti. (Mar/Jan).